AYOJAKARTA.COM - Setelah sempat menjadi sorotan saat rapat kerja dengan Komisi III DPR RI terkait dugaan TPPU, Menko Polhukam Mahfud MD kembali dilirik oleh publik.
Dalam salah satu kunjungan ke Batam, Mahfud MD mengaku telah mengantongi jaringan Tindak Pidana Perdagangan Orang atau TPPO.
Meski demikian, Mahfud MD menjelaskan bahwasanya akan melakukan pengujian terkait dengan data jaringan pelaku TPPO.
Baca Juga: Mengenal Gaya Mahfud MD Saat Bongkar Kasus, Susno Duadji: Pak Mahfud Bukan Menteri Sembarangan
TPPO menurut Menko Polhukam, bukan saja melibatkan banyak uang namun juga mengancam kemanusiaan.
“Kita sudah punya daftar jaringan TPPO, nanti sumber akan diuji dan diperiksa ulang,” ujar Menko pada 5 April 2023 lalu.
Lebih lanjut, berkaitan dengan TPPO Mahfud menyebut tidak akan bersikap main-main karena melibatkan uang dalam jumlah besar.
Mahfud MD menambahkan, adanya persoalan tindak pidana perdagangan orang, harus secepatnya ditindak bersama-sama.
Sehubungan dengan adanya persoalan TPPO, Mahfud MD melalui akun jejaring sosial pribadinya juga membuat unggahan.
“Perang semesta melawan sindikat perdagangan orang,” tulis Mahfud sebagai bentuk kampanye kesadaran terhadap perdagangan orang.
Baca Juga: CEK FAKTA: Mahfud MD Bocorkan Putusan Banding Ferdy Sambo hingga Berbagai Pihak Tak Beri Ampun
Dalam unggahan tersebut, Menko Polhukam juga memaparkan sejumlah kasus terkait dengan TPPO selama kurun waktu tahun 2017 sampai tahun 2022.
Pada 2018 Menko Polhukam mencatat ada sebanyak 184 kasus, dan 191 kasus pada tahun 2019, dan kenaikan signifikan pada tahun 2020 dengan 382 kasus TPPO.
Kemudian pada tahun 2021 Menko Polhukam mencatat ada sebanyak 624 kasus dan pada kurun waktu tahun 2022 sebanyak 528 kasus TPPO.
Dari total sebanyak 2.605 kasus tersebut, sebanyak 50, 9 persen diantaranya melibatkan anak-anak dan sebanyak 46,14 persennya perempuan sebagai korban.
Adanya peningkatan kasus perdagangan orang menjadi marak karena adanya kolusi antara aparat dengan sindikat.
Terkait dengan adanya sindikat perdagangan orang, Mahfud menulis ada sebuah kejelasan dalam hal pola kerja.
Baca Juga: Waduh! Mahfud MD Sebut 3 Instansi Ini Rawan Korupsi, Apa Saja?
Ada pihak yang melakukan pengiriman orang, ada yang menerima, ada yang mengurus perizinan serta petugas-petugas di lapangan.
Lebih lanjut Menko Polhukam menulis dengan adanya jual beli perdagangan orang, hal tersebut membuat bangsa Indonesia menjadi terhina di hadapan bangsa lain.
Pada unggahan tersebut, Mahfud MD juga menyinggung pernyataan yang sebelumnya ia sampaikan ketika berada di Batam.
“Saya sudah pegang daftar jaringannya, sindikat perdagangan orang diduga melibatkan banyak jaringan, baik di kantor pemerintah maupun swasta,” tulisnya.
Guna menyikapi persoalan tindak pidana perdagangan orang, Menko Polhukam berkomitmen akan melakukan tindakan dan langkah penanganan yang pasti.
Demikian seperti dikutip Ayojakarta pada Minggu, 9 April 2023 dari akun instagram @mohmahfudmd. ***

Share this article
Mahfud MD kembali ungkap bongkar kasus besar, kini soal dugaan TPPO selama kurun waktu tahun 2017 sampai tahun 2022.