AYOJAKARTA.COM - Megawati Soekarnoputri dikabarkan sempat mengadakan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada pekan lalu di Istana Merdeka.
Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi dengan Megawati Soekarnoputri seolah menyodorkan duet Ganjar Pranowo dengan Prabowo Subianto di Pilpres 2024.
Dikutip Ayojakarta.com dari YouTube METRO TV pada Kamis (23/3/2023), dalam pertemuan empat mata Megawati Soekarnoputri dan Jokowi membahas tiga hal terkait isu strategis.
Kabarnya pertemuan tersebut berlangsung dua jam lamanya dan membahas terkait Pemilu 2024.
Baca Juga: Presiden Jokowi Tiadakan Buka Puasa Bersama bagi Pejabat Pemerintah? Simak Penjelasannya di Sini!
Hal pertama yang dibahas yakni waktu berlangsungnya Pemilu 2024 yang akan tetap dilaksanakan pada 14 Februari 2024.
Kedua adalah membahas calon presiden (capres) dari Partai PDI Perjuangan dan Presiden Jokowi membisikan nama capres tersebut.
Begini kiranya ungkapan yang Jokowi sampaikan pada Senin 20 Maret 2022 yaitu "yang jelas saya menyampaikan pandangan-pandangan dari angka-angka dan data-data yang kita miliki".
Merujuk pada pertemuan Presiden Jokowi, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto pada momen panen raya Bogor, tampak terlihat kedekatan di antara mereka.
Bahkan menurut lembaga survei, dari foto bersama ketiga pejabat tersebut seolah menunjukan bahwa Presiden Jokowi ingin mengawinkan pasangan Ganjar-Prabowo dalam Pilpres 2024.
Menurut informasi dari berbagai lembaga survei, elektabilitas Ganjar Pranowo yang lebih tinggi daripada Prabowo Subianto menjadi salah satu alasannya.
Alasan lainnya karena Ganjar Pranowo merupakan kader PDI Perjuangan yang merupakam partai pemenang Pemilu 2019.
Akan tetapi mempersatukan Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto sebagai capres dan cawapres ini tentunya tidak mudah.
Pasalnya, Gerinda melalui kadernya yakni Hashim Djojohadikusumo adik Prabowo Subianto mengatakan bahwa Gerindra tetap memasang Prabowo Subianto sebagai capres.
"Saya kira terbuka kalau Pak Ganjar mau ikut dengan Pak Prabowo dengan catatan Pak Prabowo calon presiden," jelas Hashim Djojohadikusumo dikutip ayojakarta.com dari suara.com, Kamis (23/3/2023).
Adapun alasannya karena Prabowo Subianto dinilai lebih senior dari Ganjar Pranowo.
Akan tetapi jika melihat prediksi pengamat, lebih memungkinkan untuk mengusung pasangan Ganjar-Prabowo.
Faktanya hasil pertemuan Megawati Soekarnoputri dan Jokowi tidak menghasilkan kesepakatan terkait capres dan cawapres.
Sebagaimana pernyataan yang disampaikan oleh Hasto Kristiyanto selaku Sekjen PDI Perjuangan.
Pernyataan tersebut cukup menjelaskan terkait wacana pasangan Ganjar-Prabowo ataupun Prabowo-Ganjar yang masih menimbulkan spekulasi dinamika politik berkelanjutan.
"Kalau dari Presiden Jokowi sendiri, beliau menyampaikan tentang dinamika politik tentang angka-angka," jelas Hasto Kristiyanto dikutip ayojakarta.com dari YouTube KOMPAS TV, Kamis (23/3/2023).
Baca Juga: Jokowi Bahas Peluang Duet Ganjar dan Prabowo pada Pemilu 2024? Ini Jawaban Sekjen PDIP
Namun menurutnya, penentuan pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) bukan persoalan elektoral.
Melainkan berkaitan dengan perpaduan komitmen, gagasan dan tanggung jawab terhadap negara.
"Tapi bicara capres-cawapres kan bukan persoalan angka, bukan persoalan perpaduan elektoral," pungkas Hasto Kristiyanto.
"Tapi berbicara perpaduan komitmen, gagasan dan tanggung jawab bagi masa depan kita," sambungnya.
Baca Juga: Pengurus NasDem yang Pernah Bilang Anies Antitesis Jokowi Kini Mengundurkan Diri, Ada Apa?
Hal yang penting adalah Megawati Soekarnoputri menekankan siapa saja yang menjadi presiden tidak boleh disetir oleh siapapun.
Selain itu, Megawati Soekarnoputri dan Jokowi membahas terkait capres dari PDI Perjuangan tidak ditopang hanya oleh PDI perjuangan saja tetapi oleh partai lainnya.
Melihat endorse dari Presiden Jokowi saat di Abepura, ada kemungkinan Partai PDI Perjuangan akan berkolaborasi dengan Partai Gerindra.***

Share this article
Bertemu Megawati Soekarnoputri, benarkah Jokowi menyodorkan duet Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto di Pilpres 2024?