AYOJAKARTA.COM - Beberapa waktu lalu diinformasikan jika provinsi Sulawesi Tengah kembali diguncang gempa.
Gempa yang kembali mengguncang di kawasan Sulawesi Tengah tersebut berkekuatan 5,5 magnitudo.
Pusat gempa berkekuatan 5,5 magnitudo tersebut berada di wilayah antara Kabupaten Poso dan Kabupaten Sigi.
Baca Juga: Bengkulu Diguncang Gempa 5,1 Magnitudo, BMKG: Berpusat di Laut 47 Km
Pihak BMKG stasiun Geofisika kelas 1 Palu langsung melakukan analisa terkait penyebab gempa yang kembali mengguncang Sulteng tersebut.
Dari hasil analisa, pihak BMKG menemukan jika ternyata gempa yang kembali mengguncang daerah Sulawesi Tengah tersebut akibat sesar Mesoa dan Sesar Palu Koro juga beberapa sesar lain.
Tak hanya itu, dari hasil analisis pihak BMKG juga menemukan sesar lokal lain yang juga menjadi pemicu terjadinya gempa-gempa di Sulawesi Tengah.
Baca Juga: Breaking News: Gempa M 5,1 Guncang Bengkulu, BMKG Sebut Tidak Berpotensi Tsunami
Bahkan jumlah sesar lokal yang ditemukan oleh pihak BMKG tersebut jumlahnya hingga 30 sesar.
Sebagai informasi, pasca Sulawesi Tengah diterjang gempa tsunami dan likuifaksi pada tahun 2018 silam, pemerintah terus melakukan upaya mitigasi bencana.
Upaya mitigasi bencana yang dilakukan pemerintah tersebut mulai dari segmen infrastruktur hingga pengetahuan dan perencanaan.
Baca Juga: Breaking News! Terjadi Gempa Bumi 2.6 Magnitudo di Kabupaten Buol Sulawesi Tengah
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal Youtube Kompas TV pada Kamis (2/3/23), Jabar selaku Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas 1 Palu menuturkan terkait sesar lokal yang kembali ditemukan di kawasan Sulawesi Tengah tersebut.
“Daerah Sulawesi Tengah ini kan banyak sesar-sesar lokalnya yang sudah kita petakan,” ujar Jabar.
“Sampai saat ini yang sudah ketahuan itu sekitar 30 sesar,” lanjutnya.
Baca Juga: Update BMKG! Gempa Bumi 4.8 Magnitudo Guncang Kabupaten Tolitoli Sulawesi Tengah
Jabar juga menginformasikan bahwa 30 sesar lokal yang ditemukan di daerah Sulawesi Tengah tersebut merupakan sesar aktif.
“Dan semua sesar tersebut posisinya adalah aktif artinya dalam tiap hari itu selalu saja di Sulawesi Tengah ini ada gempa-gempa yang tercatat walaupun gempanya itu skalanya magnitudonya kecil,” jelas Jabar.
Ia melanjutkan, “Itu sekitar dua koma tapi itu cukup menunjukkan bahwa sesar-sesar yang ada di Sulawesi Tengah itu menandakan bahwa sesar itu aktif.”***

Share this article
BMKG petakan terdapat 30 sesar lokas di Sulawesi Tengah yang bisa memicu gempa kecil setiap harinya.