AYOJAKARTA.COM – Yuni Artika Hutabarat, kakak dari korban Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J sempat berharap bahwa Ricky Rizal yang menjadi justice collaborator.
Hal tersebut disampaikan saat menjadi bintang tamu di salah satu program televisi swasta.
Ia menuturkan bahwa dirinya dan keluarganya bisa menerima Ricky Rizal jika pada saat itu mau jadi justice collaborator.
Baca Juga: Indonesia Siap Piala Dunia 2040? Erick Thohir Bagikan Rencana sebagai Ketua PSSI Ini Daftarnya!
Bahkan keluarganya akan lebih merasa lebih bisa menerima bahkan jika divonis bebas sekalipun, berbeda dengan Richard Eliezer yang menjadi justice collaborator.
“Kami sekeluarga sebenarnya kalau Ricky Rizal yang seandainya dia yang mau jadi JC, mungkin kami sedikit legowo menerima,” tutur Yuni dikutip AyoJakarta.com melalui YouTube KOMPASTV, Minggu (19/2/2023).
“Bahkan kalaupun kondisinya bebas kami bisa menerima dengan cepat,” imbuhnya.
Namun berbeda dengan Richard Eliezer yang menjadi justice collaborator karena ada beberapa keluarga yang masih belum bisa menerima vonis ringan dari Bharada E secepat itu.
Menurutnya hal ini berkaitan dengan Richard Eliezer yang menembak Brigadir J dan tembakannya buka tembakan peringatan tetapi tembakan yang hampir melumpuhkan karena di dada.
Baca Juga: Fantastis! Segini Kekayaan Irjen Teddy Minahasa, Kapolda Jatim yang Tersandung Kasus Narkoba
“Karena kan Eliezer ini juga kan salah satu yang menembak ya, itu yang membuat hati kami sedikit sakit, karena kami membayangkan waktu Yosua ditembakin oleh Eliezer,” ujar Yuni.
“Itu bukan satu kali dan itu bukan tembakan yang melumpuhkan tapi hamper mematikan salah satunya di dada itu sangat menyakitkan sebenarnya,” imbuhnya.
Sehingga menurutnya hal tersebut yang menjadikan beberapa keluarganya seperti tante yang sekarang hatinya atas sedikit kecewa atas vonis ringan 1 tahun 6 bulan tahun Richard Eliezer.
Ia juga menambahkan bahwa tantenya wajar merasakan kekecewaan karena Brigadir Yosua sudah dianggap anak oleh keluarganya tersebut.
Baca Juga: Terkini: Helikopter yang Ditumpangi Kapolda Jambi Jatuh di Bukit Tamia
Dimana bibinya masih membayangkan kejadian saat adiknya ditembaki oleh Bharada E dengan bersimbah darah dan menjerit kesakitan.
“Mereka masih membayangkan kejadian saat itu bagaimana Yosua ditembaki oleh Eliezer bersimbah darah menjerit kesakitan, itu yang membuat mereka masih sakit hatinya saat ini,” ungkapnya.
Namun dibalik itu semua, Yuni Hutabarat menegaskan bahwa keluarganya bersyukur Richard Eliezer menjadi salah satu pembuka kejahatan dari Ferdy Sambo CS.
Sehingga terungkap kejadian yang sebenarnya bukan tembak-menembak melainkan pembunuhan berencana.
Baca Juga: Update: Dua Jenazah WNI Korban Gempa Turki M7.8 Berhasil Diidentifikasi oleh Tim DVI Polri
“Kami bersyukur juga Tuhan membuka hati Eliezer untuk mengungkap itu semua,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yuni juga mendoakan agar Bharada E benar-benar bertaubat dan menyesali dengan sungguh-sungguh seperti apa yang telah ia katakan sebelumnya.
“Semoga dengan ini Eliezer benar-benar bertaubat sungguh-sungguh dengan sesuai dengan apa yang telah dia katakan dia bertaubat dia menyesali perbuatannya,” tutur kakak Brigadir J.
“Semoga dia diampuni Tuhan atas kesungguhannya atas penyesalannya tersebut,” tutur imbuhnya.***

Share this article
Kakak Brigadir J sempat berharap bahwa sosok ini yang menjadi justice collaborator bukan Richard Eliezer karena..