AYOJAKARTA.COM - Isra Miraj merupakan peristiwa perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram di Mekkah menuju ke Masjidil Aqsa di Yerusalem dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha atau langit ke tujuh untuk menerima perintah salat.
Peristiwa ini diperingati setiap tanggal 27 Rajab pada penanggalan hijriah dan tahun ini jatuh pada tanggal 18 Februari 2023.
Sebagian wilayah di Indonesia memiliki acara khusus yang dilaksanakan setiap Isra Miraj, apa saja itu?
Baca Juga: Benarkah Curhat Itu Ghibah dalam Hukum Islam? Begini Penjelasan Lengkap Menurut Ustaz Adi Hidayat!
Dikutip ayojakarta.com dari suara.com pada 10 Februari 2023, berikut empat tradisi Isra Miraj di Indonesia:
1. Rajaban
Tradisi Rajaban adalah salah satu tradisi yang masih dilaksanakan Keraton Kasepuhan Cirebon setiap tahunnya.
Tradisi ini berupa pengajian yang dibuka dengan lantunan selawat, pembukaan oleh tokoh agama dan diakhiri dengan membagikan nasi bogana berisi nasi, telur, tempe, tahu, ayam, bumbu kuning dan juga parutan kelapa.
Sebelum puncak Rajaban, Plangon akan dilakukan oleh masyarakat, yaitu makam dua penyebar ajaran agama Islam di Cirebon yaitu Pangeran Kejaksan dan Pangeran Panjunan.
2. Rejeban Peksi Buraq
Menjadi tradisi Isra Miraj khas Yogyakarta, Rejeban Peksi Buraq adalah tradisi membuat gunungan membentuk buraq.
Buraq adalah nama makhluk yang dikendarai Nabi Muhammad SAW saat melakukan perjalanan Isra Miraj.
Buraq dibuat dari kulit jeruk bali yang nantinya dipasang di atas gunungan buah-buahan dan kemudian dibagikan kepada masyarakat setelah pengajian di Masjid Gede Kauman.
Gunungan buah-buahan dengan buraq tersebut akan dibawa oleh para abdi dalem, disebut dengan Kaji Selusin.
Baca Juga: Ingin Rezeki Melimpah dan Berkah? Baca Doa Ini Tiap Pagi Sebelum Berangkat Kerja
3. Khatam Kitab Arjo
Dikutip ayojakarta.com dari nu.online.co.id pada Jumat (9/2/2023), Khatam Kitab Arjo adalah acara yang hanya ada di di Desa Wonoboyo, Temanggung, Jawa Tengah.
Masyarakat setempat mengadakan acara tahunan tersebut secara sederhana.
Kitab Arja (baca: Arjo) adalah kitab berbahasa Jawa tulisan Arab pegon karangan KH Ahmad Rifai al-Jawi yang membabarkan secara detail kisah Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.
Kitab ini berisikan pujian kepada Allah dan selawat kepada Nabi Muhammad SAW yang dilanjutkan dengan pembacaan ayat pertama dari Alquran Surah AlIsra, lalu menceritakan secara detail perjalanan Rasulullah SAW dari menerima wahyu hingga kembali ke Mekkah setelah mendapatkan perintah salat.
Kitab ini biasanya dibacakan oleh dua kyai dari Desa Wonoboyo pada malam hari.
4. Nganggung
Menurut warisanbudaya.kemdikbud.go.id, Nganggung adalah tradisi yang berasal dari Provinsi Bangka Belitung.
Dalam tradisi ini, orang-orang berduyun-duyun membawa aneka makanan serta lauk-pauk yang ditutup dengan tudung saji atau sejenis rantang dan dibawa setinggi bahu bahkan di atas kepala.
Makanan-makanan tersebut kemudian dikumpulkan di masjid atau balai desa serta ada acara doa sebelum makan bersama.
Tradisi yang telah diakui Kemdikbud sebagai warisan tak benda ini menjunjung tinggi rasa kerukunan dan gotong royong.
Tradisi Nganggung biasanya ada setiap perayaan atau peringatan umat muslim, seperti Isra Miraj, Maulid dan lainnya.
Menjadi negara yang memiliki kekayaan budaya melimpah, tradisi Isra Miraj setiap tahun di berbagai daerah di Indonesia tetap dilaksanakan dan dilestarikan di antaranya majunya zaman.***

Share this article
Berikut empat tradisi Isra Miraj di Indonesia mulai dari Rajaban di Cirebon hingga Nganggung di Bangka Belitung.