AYOJAKARTA.COM - Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disebut masih memiliki utang kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.
Utangnya pun bernilai fantastis yakni mencapai Rp 50 miliar.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua DPP Golkar, Erwin Aksa.
Terbongkarnya utang Anies Baswedan kepada Sandiaga Uno ini membuat mantan Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar memberi peringatan kepada Erwin Eksa.
Sosiolog ini meminta kepada keponakan Jusuf Kalla itu untuk tidak melakukan politik adu domba dan politik pecah belah.
Hal ini disampaikan melalui cuitan di Twitter miliknya.
“Lakukan politik merangkul. Jgn melakukan politik adu domba dan politik pecah belah,” ujarnya melalui cuitannya dikutip AyoJakarta melalui Twitter @musniumar, Kamis (9/2/2023).
Lebih lanjut, Musni Umar mengungkapkan bahwa dirinya menolak keras siapapun yang menjelek-jelekkan orang lain apalagi membuka aib.
Baca Juga: Salut! Sandiaga Uno Mengaku Sudah Ikhlaskan Utang 50 M Anies Baswedan, Ternyata Usai Lakukan Hal Ini
Menurutnya jangan karena mendukung seseorang tetapi mengorbankan permusuhan dengan pihak lain.
“Saya menolak keras menjelekkan siapapun apalagi membuka aib. Jgnlah karena kamu mendukung seseorang lalu kamu mengobarkan permusuhan dgn pihak lain,” tuturnya.
Terbaru Musni Umar memberikan klarifikasi atas cuitan yang sebelumnya ia tulis tidak ditujukan kepada Erwin Aksa, melainkan kepada yang membuka aib pihak lain.
“Cuitan sy di Twitter tdk ditujukan kpd Erwin Aksa, tetapi kpd yg membuka aib pihak lain,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, ia juga mengungkapkan bahwa Erwin Aksa dan ayahnya ikut berkorban dalam mendukung Anies Baswedan pada Pilgub DKI Jakarta.
Akan tetapi yang ia sesalkan dan tidak setuju ketika Erwin Aksa membeberkan utang perusahaan.
“Saya tahu Erwin Aksa & ayahnya berdrh-darah dukung mas Anies di Pilgub DKI. Sy sesali & tdk setuju yg dukung Anies serang Erwin Aksa dgn beberkan utang perusahaan,” imbuhnya.
Sebelumnya Wakil Ketua DPP Golkar memberikan pengakuan mengejutkan terkait utang Anies Baswedan sebesar Rp 50 miliar saat menjadi narasumber pada podcast Akbar Faizal Uncensored.
Menurutnya, Sandiaga Uno meminjamkan uang Rp 50 miliar kepada Anies Baswedan saat putaran pertama Pilgub DKI Jakarta.
Hal yang mengejutkan, ia mengatakan bahwa utang tersebut belum lunas hingga saat ini.
Menurut Erwin Aksa pada saat itu logistik di putaran pertama Pilgub DKI Jakarta susah dan yang memiliki banyak logistik dan saham pada saat itu adalah Sandiaga Uno.
“Ya intinya kalau tidak salah itu perjanjian utang piutang barangkali ya,” tutur Erwin Aksa.
“Siapa yang berhutang siapa yang dihutangi?” tanya Akbar Faizal.
“Ya pasti yang punya duit memberikan utang kepada yang tidak punya duit. Kira-kira begitu karena yang punya likuiditas itu Pak Sandi,” jawab Erwin Aksa.
Lebih lanjut, Erwin Aksa mengungkapkan pada saat itu putaran pertama dalam Pilgub DKI Jakarta dan sedang tertatih-tatih juga pada saat itu.
“Nilainya berapa ya Rp 50 miliar barangkali,” ujar Erwin Aksa.
“Rp 50 miliar, oke. Sudah lunas?” tanya Akbar Faizal.
“Saya kira belum barangkali ya,” jawab Erwin Aksa.***

Share this article
Musni Umar ultimatum Erwin Aksa karena telah membongkar utang Rp 50 miliar Anies Baswedan pada Sandiaga Uno.