Bukan 50 M tapi 92 M, Utang Anies Baswedan ke Sandiaga Uno Seharusnya Sudah Dianggap Lunas karena Hal Ini

Utang Anies Baswedan kepada Sandiaga Uno seharusnya sudah dianggap lunas karena keduanya berhasil memenangkan Pilkada 2017 lalu.
Utang Anies Baswedan kepada Sandiaga Uno seharusnya sudah dianggap lunas karena keduanya berhasil memenangkan Pilkada 2017 lalu.

AYOJAKARTA.COM - Kabar utang piutang Anies Baswedan kepada Sandiaga Uno sebesar Rp 50 miliar, kini menjadi pembahasan panas politik.

Banyak pihak yang turut memberikan komentarnya terkait utang Anies Baswedan kepada Sandiaga Uno tersebut. 

Terlebih, saat ini nama Anies Baswedan dipertaruhkan jelang Pilpres 2024 mendatang. 

Baca Juga: Salut! Sandiaga Uno Mengaku Sudah Ikhlaskan Utang 50 M Anies Baswedan, Ternyata Usai Lakukan Hal Ini

Sebab, Anies Baswedan resmi diusung Partai NasDem sebagai calon presiden 2024 dengan mendapat dukungan resmi dari Demokrat dan PKS. 

Terkait utang piutang Anies Baswedan ini, ahli hukum tata negara Refly Harun mengungkap fakta mengejutkan. 

Refly Harun memaparkan bahwa seharusnya utang Anies Baswedan kepada Sandiaga Uno dianggap lunas. 

Baca Juga: Bukan Rp 50 Miliar, Utang Anies Baswedan Ternyata Lebih dari Itu, Refly Harun Ungkap Fakta Sebenarnya

Menariknya, Refly Harun secara blak-blakan mengatakan bahwa utang Anies Baswedan bukan Rp 50 miliar.

Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Refly Harun pada Kamis (9/2/2023), terkuak fakta bahwa utang Anies sebenarnya adalah Rp 92 miliar.

"Utang itu tidak 50 m, tapi jumlahnya Allahu Akbar, ternyata 92 m," ujar Refly Harun.

Baca Juga: CEK FAKTA: Anggap Lunas Hutang 50 Miliar Anies Baswedan, Ternyata Segini Nilai Harta Kekayaan Sandiaga Uno

Jumlah utang itu diketahui Refly Harun dari dokumen yang ia terima dari seseorang.

Dalam dokumen yang dibacakan Refly Harun tersebut tertulis tiga perjanjian.

Surat pernyataan utang tersebut, ditanda tangani Anies di atas materai lengkap dengan identitas diri.

Baca Juga: Cek Fakta: Ternyata Hutang Anies Baswedan Rp 50 M Lunas ketika Menang Pilkada DKI 2017, Benarkah?

"Dengan ini membuat pernyataan sebagai berikut, surat pernyataan ini adalah surat tambahan dari pernyataan pertama yang dibuat pada 2 Januari 2017 dengan dana pinjaman sebesar 20 miliar," kata Refly membacakan isi surat pernyataan tersebut.

Kemudian, di surat pernyataan kedua, tertanggal 2 Februari 2017 dengan dana pinjaman sebesar Rp 30 miliar.

"Saya mengakui kembali meminjam uang sebesar 42 dari Bapak Salahudin Uno, tanpa jaminan, tanpa bunga untuk pemenuhan kewajiban 70 persen dari total biaya kampanye putaran dua Pilkada DKI pada 2017," tulis Anies di pernyataan tersebut yang dibacakan Refly.

Baca Juga: Nyalon Capres 2024 Tapi Punya Hutang 50 Miliar, Berapa sih Kekayaan Anies Baswedan dan Layakkah Jadi Capres?

Sehingga jumlah utang Anies yaitu sebesar Rp 92 miliar.

"Dengan demikian saya mengakui dana pinjaman 1, dana pinjaman 2 dan dana pinjaman 3 sebesar 92 m," ujar Anies dalam pernyataan tersebut.

Dalam pernyataan itu, Anies mengatakan bahwa jumlah pinjaman dana ketiga tersebut didapat dari pihak ketiga.

Baca Juga: Cek Harta Kekayaan Anies Baswedan di Tengah Isu Utang Rp50 Miliar, Sudirman Said: Waktu Itu Tidak Punya Uang

Pinjaman dari pihak ketiga ini dijamin langsung oleh Sandiga Uno secara pribadi.

"Yang menjamin Sandiaga Uno, tapi uang mengakui utang Anies Baswedan," celetuk Refly.

Dijelaskan Refly juga sesuai dengan pernyataan tersebut, dana yang dipinjam bukan untuk keperluan pribadi Anies, melainkan untuk kepentingan Pilkada.

Baca Juga: Mengejutkan! Bak Uang Permen, Sandiaga Uno Anggap Lunas Utang Anies Baswedan Senilai 50 Miliar, Ini Alasannya

"Saya berjanji dan atau bertanggung jawab membantu upaya pengembalian dana pinjaman ketiga tersebut jika saya dan bapak Sandi tidak terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur," kata Anies di pernyataan itu.

Sementara jika Anies dan Sandi menang di Pilkada 2017 pinjaman satu, dua, dan tiga itu dianggap lunas.

"Sandiaga Uno berjanji untuk menghapuskan dana pinjaman 1, 2 dan 3 serta membebaskan saya dari kewajiban untuk membayar kembali dana pinjaman 1, 2, dan 3 tersebut," jelas Refly sesuai pernyataan itu.

Baca Juga: Geger soal Utang Rp 50 M, Benarkah Elektabilitas Anies Baswedan akan Anjlok? Pengamat Politik Prediksikan Ini

Mekanisme penghapusan dana pinjaman satu, dua dan tiga itu akan ditentukan melalui kesepakatan Anies dan Sandi.

Refly lantas mengakatan memang benar adanya pengakuan utang piutang tersebut, namun uang tersebut tidak masuk ke rekening Anies pribadi.

Melainkan masuk ke rekening dana kampanye untuk Pilkada.

Baca Juga: Digoda Duo Parpol Pendukung Anies Baswedan, Begini Sikap Golkar yang Kokohnya bagai Pohon Beringin

Sehingga bisa disimpulkan bahwa seharusnya Anies Baswedan terbebas dari utang tersebut lantaran telah menang di Pilkada 2017.

"Kalau sudah menang ya sudah dianggap itu biaya perjuangan sebagaimana dikatakan oleh Sandi tadi," tegas Refly Harun.

Di sisi lain, Sandi juga sudah melakukan salat istikharah dan merelakan uang tersebut.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# utang
# Sandiaga Uno
# Refly Harun
# Anies Baswedan
# kampanye
# Pilkada

News Update

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.