AYOJAKARTA.COM – Kuasa Hukum keluarga Brigadir J yakni Kamaruddin Simanjuntak terus membuka fakta-fakta baru dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.
Meski saat ini seluruh terdakwa tinggal menunggu sidang putusan atau vonis hakim, namun fakta mengenai kasus ini tak habis-habisnya masih terus dikemukakan.
Salah satu yang terus mengungkap kejanggalan dalam kasus yang melibatkan Ferdy Sambo ini adalah Kamaruddin Simanjuntak.
Dengan tegas Kamaruddin Simanjuntak mengatakan bahwa dari kelima terdakwa hanya Richard Eliezer saja yang jujur.
Tak hanya itu, dikutip AyoJakarta.com dari akun Tiktok @dioysius, Kamaruddin Simanjuntak bahkan kembali membeberkan 4 fakta baru soal peristiwa di rumah Magelang seperti berikut.
1. Ricky Rizal dan Kuat Maruf tahu sejak awal rencana pembunuhan
Fakta pertama, Kamaruddin Simanjuntak mengungkap bahwa Ricky Rizal dan Kuat Maruf sudah tahu mengenai adanya rencana pembunuhan terhadap Brigadir J sejak di Magelang.
Baca Juga: Usai Vonis Lepas Kasus KSP Indosurya, Kejagung Resmi Ajukan Kasasi
Bahkan Kamaruddin menuturkan jika Kuat Maruf yang memicu perkelahian dengan Brigadir J saat keduanya masih berada di Magelang.
“Pertama begini, Ricky tahu sejak awal demikian juga Kuat Maruf, itu bagian dari perencanaan bahwa Kuat Maruf harus memancing perkelahian pada Yosua pemicu di Magelang,” ujar Kamaruddin.
Kemudian dari situ Kamaruddin Simanjuntak menemukan kejanggalan mengapa terdakwa Ricky Rizal justru melucuti senjata Brigadir J bukan pisau yang dibawa Kuat Maruf.
“Kemudian yang berkelahi dalam arti persengketaan itu adalah antara Kuat Maruf dengan Yosua, tapi yang dilucuti senjatanya oleh Ricky Rizal adalah Yosua, harusnya yang dilucuti adalah pisau, ternyata pisau terbawa dari Magelang sampai Jakarta,” jelas Kamaruddin Simanjuntak.
2. Ricky Rizal tolak eksekusi Brigadir J tapi terima imbalan
Kamaruddin membongkar fakta kedua terkait Ricky Rizal yang menolak saat diperintah mengeksekusi Brigadir J namun menerima imbalan yang ditawarkan oleh Ferdy Sambo.
“Berikutnya Ricky Rizal katanya menolak untuk menembak ketika ditawarkan, tetapi menerima bonusnya yaitu handphone atau Rp500 juta,” ungkap Kamaruddin.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca DKI Jakarta Senin 6 Februari 2023, Cerah Berawan Sepanjang Hari
3. Tidak dengar suara tembakan
Fakta ketiga terkait kejanggalan kasus Ferdy Sambo ini adalah pengakuan Ricky Rizal yang mengaku tidak mendengar suara tembakan.
Padahal menurut CCTV yang berada di luar, memperlihatkan ada orang yang menutup telinga saat penembakan terjadi.
Bahkan Kamaruddin juga menyinggung Putri Candrawathi yang juga mengaku tidak mendengar suara tembakan, hal tersebut menurutnya sangatlah janggal.
“Berikutnya katanya yang lain tidak dengar termasuk Ricky Rizal karena dia terlambat pasang sepatunya, tetapi yang dipintu itu sesuai CCTV yang asli sama saya, sebelum ditembak ditutup dulu telinganya begini,” jelas Kamaruddin.
“Kok yang di pagar menutup telinga sedangkan yang di dalam tidak dengar? Nenek Putri pun tak dengar kan ajaib,” imbuhnya.
4. Momen Putri Candrawathi keluar kamar
Kejanggalan keempat yang diungkap oleh Kamaruddin adalah saat Ferdy Sambo yang mendekap Putri Candrawathi keluar dari kamar usai penembakan.
“Kemudian Ferdy Sambo berbohong dengan mengatakan istri saya keluar dengan saya bungkus begini,” ujar Kamaruddin sambil memperagakan keterangannya.
Dimana ia menemukan kejanggalan jika keterangan para terdakwa saat momen tersebut tidak sesuai dengan rekaman CCTV.
“Padahal Ferdy Sambo dulu keluar di CCTV itu dia berbicara dengan Romer dan lainnya, baru nggak lama nenek Putri dengan pakaian yang baru yang kelihatan pahanya sejajar dia menyusul dengan pakaiannya begini, lalu ada yang berlari mengamankan dia,” jelas Kamaruddin.***

Share this article
Secara tegas Kamaruddin Simanjuntak mengatakan bahwa dari kelima terdakwa hanya Richard Eliezer saja yang jujur dan ungkap fakta-fakta baru