AYOJAKARTA.COM - Kamaruddin Simanjuntak buka suara terkait gerakan bawah tanah dalam proses persidangan kasus Ferdy Sambo.
Kabar gerakan bawah tanah Ferdy Sambo tersebut mencuat ke publik usai Menko Polhukam Mahfud MD menyampaikan jika ia mendengar selentingan pemesanan hukuman dalam kasus Brigadir J tersebut.
Usai Mahfud MD membeberkan adanya gerakan bawah tanah dalam kasus Ferdy Sambo, banyak pihak yang sependapat dan bahkan membenarkan adanya upaya gerakan bawah tanah dalam kasus tersebut.
Baca Juga: Tuntutan 12 Tahun Penjara Bharada E, Kamaruddin Simanjuntak : Richard Eliezer Wayangnya Ferdy Sambo?
Termasuk juga Kamaruddin Simanjuntak selaku kuasa hukum keluarga Brigadir J yang secara terang-terangan mengatakan adanya gerakan bawah tanah tersebut.
Dikutip AyoJakarta.com dari akun Tiktok @kontroversi.metro TV pada (31/2/23), Kamaruddin Simanjuntak bahkan menuturkan dirinyalah yang justru pertama kali menjadi sasaran dari upaya gerakan bawah tanah tersebut.
“Jadi gerakan bawah tanah itu ada bahkan yang pertama kali mengalami itu dalam kasus ini saya,” ungkap Kamaruddin Simanjuntak.
Kamaruddin Simanjuntak membeberkan bahwa di awal kasus Ferdy Sambo ini mencuat, ia didatangi banyak jenderal.
“Berapa banyak bintang-bintang yang datang ke kantor saya termasuk mengatur pertemuan di luar bahkan menjanjikan hal-hal yang besar,” ujar Kamaruddin.
Namun dengan tegas Kamaruddin Simanjuntak menolak upaya gerakan bawah tanah dalam kasus Ferdy Sambo tersebut.
Baca Juga: Kamaruddin Simanjuntak: Sambo Terus Memfitnah Yosua Tanpa Mau Diampuni
“Tetapi saya bilang kami punya leluhur sampai saya tidak ada garis keturunan pengkhianat, karena leluhur saya ini pahlawan,” jelas Kamaruddin Simanjuntak.
Pengacara keluarga Brigadir J tersebut juga mengungkap jika upaya gerakan bawah tanah tersebut kala itu meminta agar kasus Ferdy Sambo bisa ditutup.
“Iya betul supaya tidak terungkap kasus ini, tapi saya minta luruskan dulu, setelah lurus nanti siapa pelakunya, siapa korban, siapa saksi nanti akan saya bantu saya pertemukan dengan keluarga Yosua dan saya minta memaafkan, kalau sudah lurus itu di awal,” ungkap Kamaruddin.
Lantas saat ditanya bagaimana untuk upaya yang dilakukan pihak Ferdy Sambo sekarang, Kamaruddin Simanjuntak menuturkan seperti berikut.
“Yang sekarang juga sama saja modusnya begini, mereka pakai teori manajemen ular, pegang kepala, bodi atau perut sampe ekor tuh ngikut,” jelas Kamaruddin.
Lebih lanjut ia menambahkan, “Jadi bukan hakim dan jaksanya yang dilobi tapi atasannya dan saya punya rekaman tentang itu kalau berkenan diperdengarkan nanti kita ambil momen tersendiri karena agak panjang rekaman itu.”
“Bagaimana mereka mengontrol negara ini melalui kepala-kepala, melalui pengusaha-pengusaha, orang saya aja dijanjikan kok,” imbuhnya.***

Share this article
Kamaruddin Simanjuntak ungkap bahwa dirinya banyak didatangi jenderal dan dijanjikan hal-hal besar berkaitan dengan kasus Ferdy Sambo.