5 Fakta Kasus Mahasiswa UI Hasya Atallah yang Tewas Malah Jadi Tersangka, Nomor 3 Bikin Geleng Kepala

5 Fakta Kasus Mahasiswa UI Hasya Atallah yang Tewas Malah Jadi Tersangka, Nomor 3 Bikin Geleng Kepala
5 Fakta Kasus Mahasiswa UI Hasya Atallah yang Tewas Malah Jadi Tersangka, Nomor 3 Bikin Geleng Kepala

AYOJAKARTA.COM - Meninggalnya salah satu mahasiswa Universitas Indonesia (UI) bernama Muhammad Hasya Atallah menjadi sorotan warganet. 

Hal ini karena korban yang meninggal sekarang berstatus tersangka, sontak pernyataan dari pihak kepolisian ini pun menjadi tanda tanya. 

Dikethaui korban Muhammad Hasya Atallah ditabrak oleh mobil Pajero yang ternyata merupakan milik milik eks eks Kapolsek Cilincing AKBP (Purn) Eko Setia Budi Wahono yang merupakan pensiunan polisi.

Baca Juga: 6 Kategori yang Resmi Dicoret dari Daftar Penerima Manfaat Bansos PKH, BNPT dan BLT, Cek Informasi di Sini

Berikut 5 fakta dari kasus meninggalnya mahasiswa UI Hasya Atallah yang dikutip ayojakarta.com dari suara.com

1. Identitas korban

Korban tabrak lari adalah seorang mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang tidak lain bernama Muhammad Hasya Atallah. Ia merupakan mahasiswa FISIP di Universitas Indonesia. Hasya tewas diduga ditabrak oleh eks Kapolsek Cilincing AKBP Eko Setia Budi Wahono.

Namun, Hasya justru ditetapkan sebagai tersangka karena kasus tersebut. Kabar ini disampaikan oleh tim advokasi keluarga Hasya yaitu Indira Rezkisari.

Ia mengungkapkan bahwa tim kuasa hukum Hasya menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) terkait perkara kecelakaan lalu lintas pada tanggal 16 Januari 2023.

2. Kronologi kejadian

Hasya diduga tewas setelah pulang dari kegiatan kampusnya. Saat di perjalanan, Hasya terjatuh karena ada orang lain yang menyebrang secara mendadak. Hal ini juga diungkapkan oleh Adi, ayah Hasya.

"Tiba-tiba ada yang melintas, otomatis ngerem mendadak. Nah, itu terus kaya goyang gitu karena ngerem mendadak. Nah terus terjatuh ke kanan," ungkap ayah Hasya, Jumat (25/11/2022).

Saat kejadian ini, tiba-tiba dari arah berlawanan datang mobil Pajero yang dikemudikan oleh eks Kapolsek Cilincing, yaitu Eko dan langsung melindas korban yang terjatuh di jalan. Mobil itu melaju dengan kecepatan sedang, tidak terlalu lambat dan tidak cepat. Kejadian ini terjadi di kawasan Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, pada tanggal 6 Oktober lalu.

Baca Juga: Hati-hati! Aktor Berciri Ini Diramal Hard Gumay Akan Masuk Penjara di 2023: Inisial P

3. Pengendara mobil Pajero tidak bersedia untuk mengantarkan Hasya ke ruma sakit

Setelah kejadian naas yang menimpa Hasya, sang pengendara mobil enggan untuk membantu Hasya. Seorang teman Hasya saat itu mencoba meminta tolong kepada Pak Eko. Namun, Pak Eko tidak bersedia untuk menolong dan korban pun terkapar dengan kondisi berdarah.

"Berhenti dimintain tolong sama teman-teman ke rumah sakit dia nggak mau. Sempat terkapar anak saya 20-30 menit di pinggir jalan," ungkap Adi sebagai ayah Hasya.

4. Hasya merupakan maba

Muhammad Hasya Atallah merupakan seorang maba atau mahasiswa baru. Ia baru masuk ke Universitas Indonesia pada tahun 2022 ini. Ia mengambil jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FISIP).

Baca Juga: Ungkap Terdakwa yang Paling Jujur dan Tulus Sampaikan Pleidoi, Kamaruddin Simanjuntak: Taruhannya Dieksekusi!

5. Alasan pengendara mobil tidak ditahan

Pak Eko selaku pengendara mobil Pajero dalam insiden kecelakaan yang menewaskan Hasya, ia tidak ditahan. Hal ini tentunya menjadi sorotan oleh banyak pihak. Aparat kepolisian beralasan bahwa mereka masih perlu melakukan gelar perkara untuk memastikan kejadian sebenarnya.

Saat ini, kasus kecelakaan yang menewaskan Hasya dihentikan karena tersangka telah meninggal dunia. Hal ini diungkapkan oleh Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Latif Usman. Penghentian penyidikan kasus ini dilakukan setelah melakukan tiga kali gelar perkara.

Kasus ini pun diketahui dihentikan atau SP3 setelah penyidik melakukan tiga kali gelar perkara.

Baca Juga: Timbul Polemik di Masyarakat Terhadap Tuntutan Kepada Ferdy Sambo Cs, Kejagung Ungkap Dasar Penetapannya!

Ditetapkannya Hasya sebagai tersangka oleh Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman lantaran Hasya terbukti telah mengambil jalur secara mendadak akibat menghindari kendaraan yang sedang berbelok.

"Dia kan yang menyebabkan, karena kelalaiannya menghilangkan nyawa orang lain dan dirinya sendiri. Karena kelalaiannya jadi dia meninggal dunia," 

"Jadi yang menghilangkan nyawanya karena kelalaiannya sendiri bukan kelalaian Pak Eko,"ujarnya*** 

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# mahasiswa UI Hasya
# mahasiswa UI tewas jadi tersangka
# mahasiswa UI tertabrak mobil pensiunan polisi
# Mahasiswa UI
# Pajero
# Muhammad Hasya Atallah
# Eko Setia Budi Wahono
# fakta

News Update

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.