AYOJAKARTA.COM - Setelah sebelumnya Richard Eliezer alias Bharada E mendapatkan tuntutan hukuman dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Richard Eliezer atau Bharada E telah membacakan nota pembelaan atau sidang pledoi pada Rabu, 25 Januari 2023.
Nota pembelaan Bharada E menyorot banyak perhatian publik termasuk Menko Polhukam, Mahfud MD.
Melalui unggahan akun Instagram @mohmafudmd, Menko Polhukam memberikan pesan mendalam kepada terdakwa Eliezer.
Dalam tulisannya, Menko Polhukam mengaku senang dengan Bharada Richard karena telah mengucapkan terimakasih kepada banyak pihak.
Tak tanggung-tanggung, seorang Mahfud MD pun memberikan doa dan dukungan agar Elizer mendapat hukuman yang ringan.
Kendati demikian, semua kembali lagi kepada Majelis Hakim yang menentukan keputusannya.
“Sy berdoa agar kamu mendapat hukuman ringan, tp itu semua terserah kpd majelis hakim,” tulis Mahfud MD.
“kita hrs sportif dlm berhukum bhw hakimlah yg berwenang memutus hukuman,” lanjutnya.
Menko Polhukam dalam tulisannya menceritakan bagaimana ia mengingat saat Eliezer masih bungkam dalam kasus pembunuhan ini.
Selama satu bulan lamanya, Eliezer bertahan dengan skenario Ferdy Sambo, lalu pada 8 Agustus 2022 akhirnya mau berterus terang atas apa yang sebenarnya terjadi.
“sblm itu selama sebulan (sejak 8 Juli) kamu mengaku saling tembak krn ditembak duluan. Tp tgl 8 Agustus itu kamu bilang: itu pembunuhan,” ungkapnya.
Semenjak keberaniannya dalam membuka kejanggalan kasus, akhirnya satu persatu mulai terpatahkan.
Termasuk Ferdy Sambo yang mengaku sebagai seorang pembuat skenario.
Melalui tulisannya, Mahfud MD menyampaikan pesannya kepada Elizer.
Dengan membuka kebohongan dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua, Eliezer disebut jantan dan diharapkan untuk tabah dalam menerima vonis.
“Ingatlh stlh membuka rahasia kasus ini kamu menyatakan bhw hatimu lega dan lepas dari himpitan krn tlh menyatakan bhw hatimu lega dan yg semula digelapgulitakan. Kamu jantan, hrs tabah menerima vonis,” ujarnya.***

Share this article
Menko Polhukam Mahfud MD mengungkapkan rasa bangga kepada Richard Eliezer ketikasidang pledoi dan berharap hal ini