AYOJAKARTA.COM - Kabar keretakan rumah tangga pasangan Dedi Mulyadi dan Anne Ratna Mustika yang berujung gugatan cerai menghebohkan publik.
Bagaimana tidak, pasangan yang terlihat harmonis di berbagai kesempatan dan di tengah kesibukan Anne Ratna sebagai Bupati Purwakarta dan sang suami yang merupakan anggota DPR RI menuai sorotan masyarakat.
Kemesraan Ambu dan Ayah, sebutan pasangan suami istri tersebut, akhirnya harus musnah saat Anne Ratna memutuskan menggugat cerai Dedi Mulyadi, dengan alasan tidak diberi nafkah.
Dikutip dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel oleh AyoJakarta.com pada 25 Januari 2023, Dedi Mulyadi memberikan penjelasan secara langsung melalui konten video blog atau disebut dengan vlog.
Baca Juga: Anne Ratna Mustika Jelaskan Langkah Perceraian Bukan Keputusan Tiba-tiba Ungkap Alasan
Melalui vlog miliknya, Dedi Mulyadi dengan timnya sedang menunggu saatnya dipanggil untuk masuk ke ruang pengadilan untuk kasus perceraiannya.
Meskipun akan menghadapi sidang perceraian, Dedi Mulyadi masih sempat untuk menyapa warga dan bersenda gurau sebelum persidangan dimulai.
Setelah persidangan, Dedi Mulyadi memutuskan untuk memberi tahu para wartawan yang menunggu klarifikasi darinya, setelah Anne Ratna membagikan salah satu alasannya menggugat cerai adalah karena tidak dinafkahi.
“Ya, saya dengar, katanya ambu, iya, dia ibu dari anak saya, meskipun dia tidak mau memanggil saya lagi ayah, hanya ‘kang’ saya dengar katanya beliau merasa tidak dinafkahi,” buka Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa ia dari awal menikah hingga sang istri menjadi Bupati Purwakarta selalu senantiasa memberi nafkah.
“Saya mendukung beliau menjadi Bupati, untuk pemilihan tentu memerlukan modal. Saya dan Wakil Bupati menanggung semua modalnya, bahkan menyelesaikan segala kekurangan setelah beliau resmi menjabat,” terang Kang Dedi.
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa nafkah yang ia beri berbeda dengan uang kewajiban untuk membayar sekolah anak.
Nafkah dan dukungan hingga Anne Ratna menjadi Bupati telah diberikan hingga akhirnya terpilih menjadi Bupati Purwakarta.
Meskipun Anne Ratna memberikan alasan tidak diberi nafkah sebagai salah satu alasannya menggugat cerai Dedi Mulyadi, ia tetap dipuji.
“Anne Ratna ini orangnya baik, pandai, saya mengetahui dan paham. Ia menjadi Bupati Purwakarta karena mampu. Ia sekarang dikelilingi oleh lingkungan yang saya kenali selama dua periode, atau 10 tahun lebih, di mana sekarang lingkungan itu ada di sekitarnya,” kata Dedi Mulyadi.
Baca Juga: 2 Bulan Jelang Keputusan Nasib Pernikahan Ambu Anne, Kuasa Hukum Kang Dedi Optimis akan Hal Ini
Dedi Mulyadi juga memberikan jawaban saat disebut ia diceraikan karena rekomendasi guru spiritual Anne Ratna.
“Itu bukan guru ngaji (kajian) karena tidak ada kajian. Itu guru bertanya, Bahasa Sundanya ‘penanyaan’ saya tahu orangnya. Saya juga tahu kalau di lingkungan beliau sekarang (Anne Ratna) banyak orang yang dulu tidak sukses atau lawan politik saya saat pemilu. Mereka ini kalah dua kali dan tiga kali oleh ambu,” tutup Dedi Mulyadi.
Hingga sekarang kasus perceraian antara Anne Ratna dan Dedi Mulyadi masih berlangsung.
Sementara itu Dedi Mulyadi disibukan oleh agenda kemanusiaan.
Sedangkan Anne Ratna disibukan dengan agenda politik dan programnya sebagai Bupati Purwakarta.
Sesuai masa jabatan, Anne Ratna akan habis masa jabatannya sebagai Bupati Purwakarta pada September 2023.***

Share this article
Simak penjelasan Dedi Mulyadi terkait alasan dirinya digugat cerai Anne Ratna Mustika karena tak beri nafkah.