AYOJAKARTA.COM - Tuntutan terhadap kelima terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J telah selesai dibacakan oleh jaksa pekan lalu.
Masyarakat pun ramai menanggapinya, beberapa mengatakan bahwa tuntutan yang diberikan oleh jaksa tidak adil.
Salah satunya adalah tuntutan yang ditujukan kepada Richard Eliezer.
Hal ini kemudian menimbulkan polemik di masyarakat.
Baca Juga: Simak Jadwal Sidang Ferdy Sambo Cs Pekan ini: Agenda Pembacaan Pleidoi dan Tuntutan
Para ahli pidana kemudian banyak yang memberikan tanggapan tentang tuntutan yang agaknya berlawanan dengan sepak terjang jaksa sebelumnya.
Apalagi muncul pernyataan dari Menkopolhukam Mahfud MD terkait adanya isu gerakan bawah tanah guna mempengaruhi jalannya proses peradilan terhadap Ferdy Sambo.
Masyarakat kemudian dibuat semakin resah, apakah benar proses peradilan ini telah berjalan dengan independen?
Dikutip ayojakarta.com dari TikTok @infoterbaru26 pada Senin (23/1/2023), Soleman Ponto yang merupakan mantan Kepala BAIS (Badan Intelijen Strategis) TNI memberikan komentarnya terkait pernyataan dari Mahfud MD.
Dalam kesempatannya, Soleman Ponto membenarkan pernyataan dari Mahfud MD terkait gerakan bawah tanah tersebut.
"Pak Mahfud kan sudah bilang ada upaya untuk gerakan bawah tanah saya bisa melihat dari indikasi bahwa betul itu ada, saya biasa melihat sesuatu itu dari indikasi," ujarnya.
Ia pun menjelaskan terkait beda sikap jaksa sebelumnya dengan tuntutan yang dikeluarkan untuk Ferdy Sambo mengindikasikan adanya sesuatu yang mempengaruhinya.
"Kita bagaimana melihat bagaimana jaksa sejak awal untuk betul betul dengan kesungguhan semua ahli dimunculkan untuk mencari atau membuktikan bahwa apa yang didalilkan untuk memenuhi Pasal 340 itu terpenuhi," ucap Soleman Ponto.
"Dan dalam uraiannya terakhir semua unsur yang ada di 340 menurut jaksa terpenuhi dan meyakinkan bahwa Sambo tidak ada satupun yang meringankan," lanjutnya.
"Nah berdasarkan uraian itu tentunya semua logika orang yang ada sudah pasti tuntutan itu maksimal karena dalilnya fakta awalnya semua maksimal sehingga ujungnya pasti semua maksimal tapi ternyata kan tidak," tambah Soleman Ponto.
Di akhir penjelasannya, Soleman Ponto berpendapat terkait beda kebiasaan jaksa dalam melakukan penanganan kasus ini yang seharusnya memberikan tuntutan maksimal.
"Ini indikasi, jaksa sebagai penuntut sudah pasti dia akan menuntut maksimal, tapi ternyata kan tidak," pungkas Soleman Ponto.
Pekan ini kelima terdakwa akan dijadwalkan menjalani sidang pembacaan pleidoi.***

Share this article
Berikut tanggapan Soleman Ponto terkait ramainya isu gerakan bawah tanah Ferdy Sambo untuk memperingan hukuman.