AYOJAKARTA.COM - Sampai saat ini misteri rekening Brigadir Yosua masih menjadi sorotan publik.
Sebelumnya, sempat beredar informasi bahwa isi saldo dalam rekening ajudan Ferdy Sambo itu hampir Rp 100 triliun.
Hal ini diungkap oleh Aktivis Irma Hutabarat bersama Ketua LMR RI, Glenn Tumbelaka dalam video yang diunggah di kanal YouTube Irma Hutabarat-Horas Inang berjudul "Follow The Money! Misteri Debet 100 T Rekening Yosua. Ada Apa dengan BNI Dan PPATK?" yang diunggah pada Minggu (8/1/2023).
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan terkait dokumen Berita Acara Penghentian Sementara Transaksi dan Surat Pemberitahuan kepada nasabah yang dibuat sesuai dengan Peraturan PPATK No. 18 Tahun 2017.
Namun Glenn Tumbelaka secara spontan membantah pernyataan Okki.
Ia bahkan telah mencari data tentang peraturan tersebut namun tidak ada batas yang dimaksud.
"Saya cari-cari nggak ada di situ, dalam peraturan PPATK yang harus pakai angka maksimal 100 T kurang 1 rupiah. Kalau standar harusnya ditulis di situ," kata Glenn Tumbelaka dikutip ayojakarta.com dari YouTube Irma Hutabarat, Senin (16/1/2023).
Baca Juga: Kuat Maruf Dituntut 8 Tahun Pidana oleh JPU, Ayah Brigadir J Keberatan dan Usulkan Hukuman Ini
Tak hanya itu, Glenn Tumbelaka juga menilai bahwa ada satu kesalahan yang dilakukan oleh pihak BNI yang membiarkan ada transaksi keluar sebanyak Rp 200 juta dari rekening Yosua setelah almarhum tewas karena baku tembak di rumah Ferdy Sambo pada 8 juli 2022 lalu.
Jika dilihat dari pernyataan BNI ini, maka Irma Hutabarat menilai bukan suatu standar yang sudah benar-benar dilakukan oleh pihak bank terkait tapi ini berupa pelanggaran.
Meskipun pihak BNI sudah mengeluarkan surat secara formil tapi itu tidak bisa menjawab tentang misteri rekening uang Rp 100 triliun tersebut yang dikatakan hoaks.
Irma Hutabarat juga memperlihatkan bukti antara rekening yang diblokir dengan rekening yang diberhentikan untuk sementara waktu sangat terlihat jelas bedanya.
Karena yang terjadi pada kasus Yosua ini bukan hanya pemberhentian atau pemblokiran saja tapi adanya perpindahan uang yang dilakukan oleh mantan ajudan Ferdy Sambo pasca tiga hari Yosua dieksekusi.
Glenn Tumbelaka juga menjelaskan bahwa rekening yang diblokir standar atau pagunya itu Rp 10 triliun kurang 1 rupiah bukan Rp 100 triliun kurang 1 rupiah.
Hal ini berbeda dengan rekening Yosua di mana terjadi pemblokiran di angka 100 T kurang 1 rupiah dan ini dinilai kurang wajar sebab ini bukan nilai pemblokiran tapi ini nilai nominal yang ada di rekening almarhum Yosua.
Menurut Glenn Tumbelaka, hal ini sangat lucu karena tidak ada kejelasan untuk keluarga Yosua baik dari pihak bank BNI ataupun PPATK yang terkait hal tersebut.***

Share this article
Aktivis Irma Hutabarat membongkar fakta soal misteri uang Rp 100 triliun di rekening Yosua, ada apa dengan BNI dan PPATK?