AYOJAKARTA.COM - Perkara yang melibatkan mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo hingga kini masih berjalan.
Berbagai gesture para terdakwa kasus Ferdy Sambo ini pun selalu menjadi sorotan.
Ferdy Sambo kerap dilihat memiliki gesture cenderung datar dan tenang ketika di persidangan.
Namun ada yang berbeda dalam sidang Ferdy Sambo dengan agenda pemeriksaan terdakwa pada Selasa (10/1/2023) kemarin.
Suami Putri Candrawathi kali ini terlihat menahan tangis.
Akan tetapi, benarkah tangisnya memang karena kejujuran?
Pakar Mikro Ekspresi, Monica Kumalasari menanggapi gesture Ferdy Sambo ketika di persidangan.
Melansir dari kanal YouTube MetroTv, Monica mengungkapkan pendapatnya.
Berkaitan dengan perintah Ferdy Sambo soal 'hajar' atau 'tembak', Pakar Ekspresi menyebut ada kemarahan pada diri Ferdy Sambo.
Baca Juga: Viral! Detik-detik Ferdy Sambo Menangis Terisak dalam Persidangan, Ternyata Karena Hal Ini
Menurut ahli, kemarahan Ferdy Sambo secara non verbal yang muncul memang memperlihatkan kondisi sedang marah.
"Ketika momennya adalah hajar atau tembak, ini penuh dengan kemarahan," terangnya.
Sementara terdapat respon lain pada Ferdy Sambo ketika menceritakan soal pelecehan di Magelang.
"Tetapi gesture yang berbeda ditunjukkan ketika berbicara mengenai pelecehan di Magelang," imbuh Ferdy Sambo.
Menurutnya, bahasa non verbal ketika mengatakan "Hajar, Chad" terlihat sekali kemarahan pada diri Ferdy Sambo.
Begitu pun dari suara yang diucapkan terdaka Ferdy Sambo saat itu.
Baca Juga: Terpopuler! Brigadir Yosua Ternyata Berhasil Rusak Skenario Palsu Ferdy Sambo dengan Cara Ini
Dan jauh berbeda ketika menceritakan pelecehan di Magelang.
Respon pria yang duduk di kursi persidangan itu terlihat lebih datar.
Kemudian suara yang ditimbulkan juga lebih lirih, bahkan cenderung hampir tidak terdengar.
Baca Juga: Merasa Ditantang oleh Yosua, Hakim Tanyakan Kenapa Ferdy Sambo Tidak Ajak Duel
"Padahal seperti beliau sudah mengatakan bahwa value atau menjaga marwah keluarga itu adalah yang sangat dijaga," ungkap Pakar Ekspresi.
Monica pun mengatakan bahwa seseorang itu bisa marah ketika nilai atau valuenya itu dilanggar.
Hal itu sangatlah wajar, akan tetapi ketika yang diperjuangkan tersebut justru tidak disikapi dengan respon secara spontan untuk marah, inilah yang nanti menjadi pertanyaan.
"Nah ini yang menjadi tanda tanya," tuturnya.
Selanjutnya Monica Kumalasari menyebut kondisi tersebut justru terbalik.
Karena seharusnya yang ada penekanan, adalah ketika berbicara mengenai pelecehan seksual.***

Share this article
Pakar Mikro Ekspresi ragu dengan pernyataan Ferdy Sambo saat bahas pelecehan, sebut bisa jadi tanda tanya.