AYOJAKARTA.COM - Kemunculan sebuah pulau baru pasca gempa M7.5 yang mengguncang Maluku dan sekitarnya pada Selasa 10 Januari 2023 dinihari sempat membuat geger warga sekitar.
Kehebohan ini membuat Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono memberikan penjelasan ilmiah melalui cuitan di twitternya, bagaimana sebuah pulau dapat terbentuk akibat gempa yang kuat.
Sebelumnya gempa bumi tektonik terjadi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku dengan kekuatan gempa M7.5. Gempa bumi tersebut terjadi akibat adanya subduksi di Laut Banda.
Baca Juga: Cara Hakim Bongkar Skenario Ferdy Sambo Manfaatkan Anak Buahnya untuk Habisi Yosua
Menurut website resmi bnpb.go.id, dampak gempa bumi Maluku mengakibatkan 15 rumah warga mengalami kerusakan, dengan rincian 1 rumah rusak berat, 3 rumah rusak sedang, dan sisanya masih dilakukan penilaian tingkat kerusakannya,
Selain rumah warga, beberapa fasilitas pendidikan dilaporkan juga mengalami kerusakan.
Terkait hal ini, Daryono memberi penjelasan ilmiah bagaimana sebuah pulau dapat terbentuk.
Daryono menjelaskan bahwa pulau baru terbentuk karena cairan dan gas yang berada di litosfer atau lapisan bumi menemukan jalan untuk muncul ke permukaan melalui celah atau retakan yang terbentuk akibat gempa yang kuat.
Baca Juga: Geger! Muncul ‘Pulau Baru’ di Tanimbar Usai Gempa M 7,5 di Maluku, Warga Sekitar Panik dan Resah
"Pulau baru itu terbentuk ketika cairan dan gas yg terbentuk di bawah tekanan di dlm Bumi menemukan jalan keluar ke permukaan melalui rekahan yg terbentuk akibat gempa kuat," cuit @DaryonoBMKG.
Daryono menambahkan, material gas dan cairan yang keluar melalui retakan ini perlahan naik ke atas dengan membawa lumpur dan terbentuklah gunung lumpur.
"Material lunak ini perlahan bergerak ke atas retakan ini, membawa lumpur membentuk gunung lumpur," sambungnya.
Dalam cuitan selanjutnya, Daryono menerangkan bagaimana proses material bawah tanah tidak dapat keluar sebelum terkena gaya tektonik atau guncangan karena terjebak oleh lapisan sedimen yang berada diatasnya.
"Tekanan dlm lapisan kulit Bumi menumpuk ketika cairan bawah tanah tdk dpt keluar krn terjebak lap sedimen di atasnya," tulis Daryono.
"Material cair ini terperangkap dlm sedimen yg dpt mjd overpressure jk ditekan gaya tektonik atau krn ada masukan guncangan gempa kuat sbg input motion," tambahnya.***

Share this article
Bikin geger dan resah dengan adanya Pulau Baru pasca gempa bumi Maluku M7.5. BMKG melalui Daryono memberi penjelasan ilmiah ini...