AYOJAKARTA.COM – Beberapa hari yang lalu, viral video yang diduga Hakim Wahyu Iman Santosa sedang berbicara dengan seseorang di telepon terkait vonis.
Video tersebut disimpulkan oleh warganet sebagai bocoran vonis terdakwa dalam kasus pembunuhan Brigadir J yang persidangannya masih berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Hakim Wahyu dalam video yang beredar tampak santai dan membicarakan terkait hukuman, mulai hukuman seumur hidup hingga hukuman mati, yang mana membuat warganet menyimpulkan bahwa itu bocoran vonis Ferdy Sambo dan sang istri, Putri Candrawathi.
Baca Juga: Ferdy Sambo Coba Bunuh Diri dengan Obat Terlarang di Penjara hingga Overdosis? Begini Faktanya
Menanggapi video itu, Mahfud MD, Menko Polhukam ikut buka suara, sebagaimana dikutip melalui video yang beredar di akun media sosial Instagram @mahfudmd dan kanal Youtube Kompas TV pada 10 Januari 2023 serta dikutip oleh Ayojakarta.com.
Mahfud MD secara jujur mengatakan telah melihat video yang viral tersebut.
Ia menanggapi terkait banyaknya pertanyaan atas viralnya video Hakim Wahyu yang dirumorkan merupakan bocoran vonis Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, perlu diselidiki lebih lanjut.
"Pertama, itu harus diselidiki. Bisa jadi pelanggaran etik kalau benar itu terjadi. Kedua, Mungkin juga video itu dipotong-potong, dari rangkaian pembicaraan sehingga timbul kesan tertentu," tulis Mahfud MD melalui Instagram pribadinya.
Baca Juga: Akhirnya Terkuak Alasan Kuat Maruf Tak Mau Beberkan Skenario Ferdy Sambo hingga Akhir: Saya Ngga Mau
Sementara itu, Mahfud MD menduga bahwa video itu merupakan bagian dari upaya untuk meneror hakim agar tidak berani memvonis Sambo dengan vonis yang berat.
"Logikanya, biar hakim ragu memvonis Sambo karena khawatir vonisnya dinilai sebagai hasil konspirasi karena sama dengan video yang telah viral sebelumnya," tambah Mahfud MD.
Ia juga bercerita bahwa dulu sering mengalami hal yang sama.
Saat jadi Ketua MK dan mengadili perkara Pilkada Gubernur Maluku Utara yang digugat oleh Gafur, Mahfud MD mengalami terror seperti itu.
Tiga hari sebelum vonis beredar berita bahwa Ketua MK Mahfud MD sudah dipanggil oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar gugatan Gafur dikalahkan.
"Saya tahu itu teror agar saya tak berani mengalahkan Gafur. Tetapi saya tak peduli, Gafur tetap kalah di MK. Wong saya tak pernah bicara perkara apa pun dengan Presiden SBY kok dituding saya bersekongkol dgn SBY," tutup Mahfud MD.
Sebelumnya, ada Rabu, 4 Januari 2023 siang, Hakim Wahyu datang bersama rombongan di rumah Duren Tiga yang mana adalah lokasi pembunuhan Brigadir J.
Rombongan yang terdiri atas Hakim Wahyu, JPU, dan para penasihat hukum terdakwa, datang di tempat parkir Duren Tiga saat hujan melanda Jakarta.
Peninjauan yang mana terbatas untuk awak media, membuat suasana di sekitar rumah Duren Tiga cukup ramai oleh awak media yang tidak diizinkan masuk bersama rombongan Hakim Wahyu ke dalam rumah Ferdy Sambo dengan Putri Candrawathi tersebut.
Seperti sebelumnya Hakim Wahyu menjelaskan bahwa peninjauan bukan wadah untuk pembuktian, tidak ada statement atau pernyataan yang dikeluarkan Jaksa Penuntut Umum dan para penasihat hukum.
Peninjauan adalah tempat untuk melihat secara visual langsung apakah sesuai dengan keterangan para saksi yang diungkapkan di persidangan.
Selain melihat ke seluruh rumah, termasuk kamar, Hakim Wahyu beserta rombongan melihat lokasi penembakan Brigadir J, yang akhirnya membuatnya terbunuh.***

Share this article
Mahfud MD Tanggapi Video Viral Hakim Wahyu Bocorkan Vonis Kasus Ferdy Sambo, Bisa Jadi Hakim Mendapat Teror!