Tantang Febri Diansyah, Martin Lukas Simanjuntak: Saya Bertaruh Klien Anda Kena Pasal 340

Tantang Febri Diansyah, Martin Lukas Simanjuntak: Saya Bertaruh Klien Anda Kena Pasal 340
Tantang Febri Diansyah, Martin Lukas Simanjuntak: Saya Bertaruh Klien Anda Kena Pasal 340

AYOJAKARTA.COM - Memasuki tahun 2023, sidang kasus pembunuhan Brigadir J tak terasa semakin mendekati penghujung.

Pada Kamis (5/1/2023), Richard Eliezer juga sudah menjalani sidang dengan agenda pemeriksaan dirinya sebagai terdakwa.

Sehari sebelumnya tepatnya pada Rabu (4/1/2023), majelis hakim, JPU dan para pengacara terdakwa juga meninjau TKP pembunuhan Brigadir J di Duren Tiga.

Dalam acara KONTROVERSI yang dikutip ayojakarta.com dari YouTube MetroTv pada Jumat (5/1/2023), Febri Diansyah membeberkan alasan timnya meminta majelis hakim meninjau TKP pembunuhan Brigadir J.

Baca Juga: Pengakuan Ferdy Sambo Soal Skenario Jadi Senjata bagi Hakim Tanyakan Sifatnya: Sangat Percaya Diri!

Ia menjelaskan bahwa telah mengajukan hal tersebut dari 13 Desember 2022.

Tujuannya meminta peninjauan TKP adalah agar kasus ini berjalan seterang-terangnya dan tak ada yang ditutupi.

"Pertama memang kami mengajukan surat pada tanggal 13 Desember ya, jadi cukup lama sebenarnya. Kami berharap sederhana seperti yang kami sampaikan sejak awal kami ingin perkara ini dibuat seterang-terangnya," kata Febri Diansyah.

Baca Juga: Penuh Haru! Pertama Kali Orang Tua Richard Eliezer Hadir dalam Sidang Anaknya hingga Ungkapkan Duka

Dengan meninjau TKP secara langsung, majelis hakim dapat melihat kesesuaian antara pernyataan saksi, rekaman CCTV dan kenyataan di lapangan.

"Jadi tidak ada yang disembunyikan sehingga kalau majelis hakim melihat langsung ke rumah Saguling dan rumah Duren Tiga harapannya secara persis akan bisa dilihat keterangan saksi yang sudah muncul di sidang, CCTV yang diperdengarkan diputarkan di sidang dan beberapa fakta-fakta yang mengemuka di sidang yang mungkin secara visual belum tergambar," tambahnya.

Ia pun menjelaskan contohnya dalam acara KONTROVERSI tersebut.

Baca Juga: Ada-ada Saja! KTP Ferdy Sambo Disita, Majelis Hakim Tegas Katakan Ini

Hal pertama soal keterangan Richard Eliezer yang mengaku membawa senjata ke lantai tiga rumah Saguling.

"Jadi ada banyak hal misalnya kalau peristiwa di rumah Saguling. Peristiwa pertama adalah keterangan Richard yang membawa senjata ke lantai tiga. Kalau di CCTV kan kita lihat sebenarnya Richard belok ke kiri padahal jalan ke lantai tiga lewat samping lift itu tangga samping lift itu adalah belok ke sebelah kanan dan tidak ada satupun CCTV yang menunjukkan Richard membawa senjata steyr itu ke lantai tiga bersama Kuat Maruf ataupun turun bersama Kuat Maruf. Nah ini salah satu contoh," terangnya.

Lalu yang kedua adalah soal dakwaan jaksa bahwa Putri Candrawathi menggiring Joshua ke Duren Tiga.

"Kemudian yang kedua di rumah Duren Tiga, di dakwaan jaksa disebut seolah-olah Joshua digiring untuk pergi ke rumah Duren Tiga tapi yang kita lihat justru di CCTV dan posisinya juga bisa terlihat secara visual kemarin Joshua justru bisa bebas berjalan sendirian keluar dari gerbang kemudian masuk lagi keluar lagi dari gerbang dan kebetulan melihat mobil Pak Ferdy Sambo waktu itu dan kemudian masuk ke taman di sebelah samping kanan. Jadi kalau dakwaan jaksa mengatakan Bu Putri membawa Joshua dan menggiring Joshua bersama-sama dengan terdakwa yang lain untuk Duren Tiga itu terpatahkan sebenarnya," sambungnya.

Baca Juga: Merinding! Perintah Membunuh di Rumah Saguling, Berakhir Eksekusi Brigadir Yosua Terlaksana di Duren Tiga

Kemudian poin terakhir, Febri Diansyah juga menegaskan soal kamar Putri Candrawathi.

"Terakhir poinnya di rumah Duren Tiga ternyata ketika majelis hakim melihat kamar Bu Putri dari kamar tersebut memang tidak terlihat," tandas Febri Diansyah.

Pernyataan Febri Diansyah inipun langsung disanggah oleh Martin Lukas Simanjuntak selaku pengacara keluarga Brigadir J.

Baca Juga: Kemana Hilangnya Seluruh Isi Lemari Senjata Milik Ferdy Sambo di Saguling? Ternyata Dibawa Oleh Pihak Ini

Martin mengungkapkan bahwa CCTV yang digunakan Ferdy Sambo adalah CCTV dengan kualitas terbaik bahkan mampu menangkap suara sekecil apapun.

"Ada informasi yang saya terima dari keluarga bahwa CCTV yang digunakan oleh Ferdy Sambo itu adalah kualitas yang paling baik bahkan sampai katanya jarum jatuh pun suaranya terdengar," ungkap Martin Lukas Simanjuntak.

"Nah CCTV yang dimaksud oleh rekan kita ini adalah CCTV yang diperoleh disita dari polda yang sebelumnya pernah ada suara menarasikan wah kejadian ini seperti ini dan dalam alat bukti elektronik sumber primer harus ada," tambahnya.

Baca Juga: Tanggapan Febri Diansyah Soal Pertanyaan Netizen Bahwa Ferdy Sambo Benar Perintahkan Tembak: Itu Keliru...

Menurut Martin Lukas Simanjuntak jika CCTV ditampilkan secara tidak utuh maka itu tidak bisa menjadi bukti yang kuat di persidangan.

"Kembali lagi tadi mengenai CCTV, kalau CCTV tidak utuh dan diperlihatkan di depan persidangan dan diambil dengan cara yang tidak sah, menurut saya itu tidak kuat dan saya tambahkan lagi sedikit lagi tadi mengenai logika valasi yang dibangun oleh rekan kita ini bahwa tidak ada yang membawa korban ke Duren Tiga karena almarhum ini bebas berkeliaran gitu ya," lanjut Martin Lukas Simanjuntak.

Tak hanya itu, dalam acara tersebut Martin Lukas Simanjuntak juga menjelaskan tugas Brigadir J sebagai ajudan yang sebelumnya disinggung oleh Febri Diansyah.

Baca Juga: Febri Diansyah Disindir Saat Bahas CCTV dan Sarung Tangan, Netizen: Ini Aja Diedit, Apalagi Sarung Tangan

Martin Simanjuntak menegaskan bahwa Febri Diansyah tidak bisa menyimpulkan terlalu dini dakwaan jaksa pada Putri Candrawathi terpatahkan hanya dengan melihat rekaman CCTV Brigadir J di Duren Tiga.

"Ajudan itu memang dididik untuk menunggu perintah atasan. Jadi bukan karena dia bisa jalan-jalan di depan taman dia tidak diarahkan ke Duren Tiga. Jadi menurut saya terlalu cepat terlalu prematur anda (Febri Diansyah) langsung menyatakan bahwa dakwaan itu gugur," tegas Martin Simanjuntak.

Saking yakinnya, Martin Lukas Simanjuntak bahkan berani bertaruh bahwa klien Febri Diansyah bakal terkena Pasal 340.

"Saya berani bertaruh kalau bertaruh itu legal ya bahwa klien anda pasti kena Pasal 340," tandasnya.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# TKP pembunuhan Brigadir J
# Martin Lukas
# rumah Duren Tiga
# Pengacara keluarga Brigadir J
# pembunuhan Brigadir J
# Duren Tiga
# rumah Saguling
# Joshua
# Febri Diansyah
# Putri Candrawathi
# Kuat Maruf
# Richard Eliezer
# Brigadir J
# Pasal 340
# rekaman CCTV
# Martin Lukas Simanjuntak
# JPU
# Martin Simanjuntak
# 2023
# pembunuhan
# TKP

News Update

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.