AYOJAKARTA.COM - Selalu saja ada hal yang menarik dari Kuat Maruf saat berada di persidangan atas keterlibatannya dengan Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua.
Dijadikan terdakwa bersama dengan Ferdy Sambo, tingkah Kuat Maruf justru tidak terlihat selayaknya terdakwa di persidangan yang kadang justru membuat gemuruh tawa seisi pengunjung sidang.
Namun di balik sikap lawaknya, ternyata Kuat Maruf mengaku menangis saat ditelepon Ferdy Sambo.
Kuat Maruf menceritakan pengakuannya tersebut saat menjadi saksi di sidang terdakwa Ferdy Sambo pada 13 Desember 2022 lalu.
Dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Kompas TV Sabtu 31 Desember 2022, terlihat di persidangan Ricky Rizal dan Kuat Maruf duduk di depan majelis hakim untuk memberikan kesaksian.
Saat itu, Ricky Rizal dan Kuat Maruf diberi pertanyaan oleh pihak kuasa hukum Ferdy Sambo yakni Arman Hanis.
Sebelumnya, Arman Hanis bertanya kepada Ricky Rizal tentang apa yang terjadi saat penembakan.
Baca Juga: Curhatan Trisha Eungelica Anak Sulung Ferdy Sambo, Merasa Sudah Tak Tegar Menjalani Hidup?
Mulai dari apa yang dilihat Ricky Rizal terkait Ferdy Sambo saat kejadian, hingga bertanya soal prarekonstruksi.
Seolah membela, jawaban Ricky Rizal sama persis dengan apa yang disampaikan oleh Ferdy Sambo.
Arman Hanis juga bertanya hal yang sama perihal kejadian penembakan dan prarekonstruksi kepada Kuat Maruf.
Baca Juga: Tanggapi Gugatan Ferdy Sambo kepada Presiden Jokowi dan Kapolri, Mahfud MD: Itu Cuma Gimmick!
Sama dengan Ricky Rizal, jawaban Kuat Maruf juga serupa dengan apa yang disampaikan oleh Ferdy Sambo.
“Saudara lihat nggak terdakwa Sambo ini pakai sarung tangan?” tanya Arman Hanis kepada Kuat Maruf.
“Tidak,” jawa Kuat Maruf tegas.
“Waktu antar Ibu Putri ke kamar Duren Tiga setelah itu saudara lihat pintunya terbuka atau tertutup?” tanya Arman Hanis lagi.
“Tertutup,” jawab Kuat Maruf dengan cepat dan lancar.
Baca Juga: Deretan Keterangan Kuat Maruf yang Bikin Riuh Persidangan, Salah Satunya Ngotot Bilang Ini!
Arman Hanis kemudian menanyakan terkait skenario tembak-menembak yang pernah disampaikan Kuat Maruf atas perintah Ferdy Sambo.
“Sebelumnya kan saudara menjelaskan awal-awal skenario tembak-tembakan, kapan saudara merubah BAP?” tanya Arman Hanis.
“Waktu diperiksa di penyidik, penyidik dapat telepon dari Pak Ferdy,” terang Kuat Maruf.
Baca Juga: Sidang Richard Eliezer, Albert Aries Sebut Tes Poligraf Menjadi Bukti Paling Kuat, Apa Sebabnya?
Saat itu menurut Kuat Maruf, Ferdy Sambo menelepon kepada penyidik untuk berbicara kepada Kuat Maruf.
“Wat ini bapak mau bicara,” ujar Kuat Maruf menirukan penyidik.
“Terus saya angkat, saya bilang siap bapak,” ujar Kuat Maruf.
“Sudahlah Wat ceritain semuanya aja, bohong-bohong itu capek Wat, kamu siap aja dipenjara,” ujar Kuat Maruf menirukan Ferdy Sambo ditelepon.
“Waktu itu saya menangis,” kata Kuat Maruf.
Baca Juga: Ada Misteri di Hasil Poligraf, Ahli Poligraf Ungkap Pertanyaan yang Bikin Kuat Ma’ruf Berbohong
“Kenapa menangis?” tanya Arman Hanis.
“Lha saya dipenjara, kata bapak gitu. Waktu itu saya menangis, ‘Pokoknya kamu ceritain aja Wat, yang di Magelang ceritain aja, kamu di Magelang juga ngga cerita sama saya’,” ujar Kuat Maruf yang mengaku menangis karena takut dipenjara dan menirukan apa yang diperintah Ferdy Sambo.
“Yaudah saya menangis saja bapak ngomong,” ujar Kuat Maruf.
Saat itu, Kuat Maruf akhirnya ditetapkan menjadi tersangka bersama Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada E dan Ricky Rizal.***

Share this article
Berikut penyebab Kuat Maruf menangis saat ditelepon Ferdy Sambo yang diungkapnya saat di persidangan.