Heboh! Gegara Singgung 'Polisi Abdi Mafia', Kamaruddin dan Uya Kuya Dipolisikan

Heboh! Gegara Singgung 'Polisi Abdi Mafia', Kamaruddin dan Uya Kuya Dipolisikan
Heboh! Gegara Singgung 'Polisi Abdi Mafia', Kamaruddin dan Uya Kuya Dipolisikan

AYOJAKARTA.COM - Lantaran menyinggung bahwa polisi mengabdi pada mafia di salah satu konten YouTube, Kamaruddin dan Uya Kuya dipolisikan.

Kabar ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan bahwa ada laporan terkait Kamaruddin dan Uya Kuya yang menyebut 'Polisi Abdi Mafia'.

Dalam kasus ini, Kamaruddin dan Uya Kuya terkena Pasal 28 (2) jo Pasal 45 (2) UU ITE, Pasal 14, 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 jo Pasal 207 KUHP tentang penyebaran berita hoax melalui media sosial.

Baca Juga: Lewat Unggahan TikTok, Indah Permatasari Singgung Soal Restu Sang Ibu

Dikutip Ayojakarta.com pada laman suara.com, bahwa Zulpan menyampaikan adanya laporan atas nama Juliana terhadap Kamaruddin dan Uya Kuya.

Dimana laporan terhadap Kamaruddin dan Uya Kuya tersebut diterima pada Kamis pukul 17.00 WIB oleh Polres Metro Jakarta Selatan dengan Nomor Laporan: LP/5-2-/XII/2022/RJS tertanggal 22 Desember 2022.

Lantaran menyinggung Kepolisian RI dengan menyebut 'Polisi Abdi Mafia', Kamaruddin Simanjuntak dan Uya Kuya dikenakan Pasal 28 (2) jo Pasal 45 (2) UU ITE, Pasal 14, 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 jo Pasal 207 KUHP tentang penyebaran berita hoax melalui media sosial.

Kronologinya bermula ketika Kamaruddin Simanjuntak yang merupakan kuasa hukum Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat diwawancara oleh Uya Kuya yang kemudian diunggah pada kanal YouTubenya.

Baca Juga: Warga Ibu Kota Siap-siap, Pesta Kembang Api Pergantian Tahun 2023 akan Ditampilkan pada Beberapa Tempat Ini

Saat itu, Kamaruddin menyinggung kasus Ismail Bolong yang menyeret nama Institusi Kepolisian. Dimana kasusnya merupakan dugaan pemberian dana Rp6 miliar kepada Kabareskrim Polri terkait setoran tambang batu bara ilegal.

Pasalnya kasus ini diduga sudah lama namun baru terungkap ke publik beberapa waktu lalu ini. Kemudian Kamaruddin menyinggung kinerja polisi yang dinilai terlambat mengungkap kasus.

"Pertanyaannya, kenapa sih baru sekarang dibuka? Kenapa nggak dari dulu, karena itu kan sudah video lama. Kalau polisinya mau memberantas kejahatan di lingkungan polisi, kenapa nggak dulu? Kenapa setelah jadi tersangka terdakwa baru diungkap itu?" jelas Kamaruddin.

"Kalau jujur, memang polisi di mana-mana rata-rata melakukan perbuatan itu," tambahnya.

Baca Juga: Berjuang Mencari Keadilan untuk Yosua, Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Justru Dipolisikan

"Maksudnya?" tanya Uya Kuya.

Kamaruddin menjawab dengan memberikan pendapatnya bahwa umumnya polisi mengabdi kepada negara hanya seminggu dan tiga minggu sisanya mengabdi kepada mafia.

"Maksudnya begini, polisi rata-rata mengabdi kepada negara cuma 1 minggu, 3 minggu lain itu mengabdi kepada mafia. Kita jujur ajalah, nggak usah hidup munafik lah. Makanya polisi banyak hartanya," kata Kamaruddin.

"Nggak semua, kan?" tanya Uya Kuya.

Kamaruddin mengamini pernyataan Uya Kuya tersebut. Namun ia menyebut kebanyakan polisi mengabdi kepada mafia hingga memiliki harta yang melimpah.

Baca Juga: TERKUAK! Dicecar Hakim Habis-habisan, Ferdy Sambo Akui Salah Beri Perintah pada Ajudannya

"Rata-rata. Makanya hartanya sampai puluhan miliar, ratusan miliar, sampai triliunan. Pertanyaannya kalau dia tidak mengabdi pada mafia, dari mana itu uang puluhan miliar, ratusan miliar, hingga triliunan?," jawab Kamaruddin.

"Apalagi dulu ada rekening gendut. Malah saya pernah menemukan itu pangkatnya perwira menengah sawitnya sudah 500 hektare, uangnya Rp 400 miliar. Kerjaannya reserse, itu kan ajaib," sambungnya.

Ternyata Juliana menilai pernyataan Kamaruddin tersebut sangat menyesatkan sehingga memiliki potensi menimbulkan persepsi publik yang salah.

Apalagi pernyataan tersebut terkait dengan tugas dan fungsi Kepolisian RI.

"Kamaruddin menyebut kepolisian di mana-mana, rata-rata bekerja kepada negara itu satu minggu dan tiga minggunya mengabdi kepada mafia. Perkataan itu sangat menyesatkan dan memfitnah institusi negara," kata Juliana.

Baca Juga: Pengacara Keluarga Yosua Kamaruddin Simanjuntak dan Uya Kuya Dilaporkan ke Polisi Gegara Polisi Pengabdi Mafia

Kamaruddin diminta mempertanggungjawabkan pernyataan yang menyinggung bahwa polisi mengabdi kepada mafia tersebut.

"Kami minta Kamaruddin Simanjuntak segera mempertanggungjawabkan pernyataannya di kanal YouTube Uya Kuya yang menyebut institusi Polri mengabdi kepada mafia," ujar Ketua Pengurus Daerah (PD) 32 FKPPI Papua Barat Samy Djunire Saiba.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Kepolisian RI
# dilaporkan
# mafia
# Nofriansyah Yosua Hutabarat
# Brigadir J
# Kamaruddin Simanjuntak
# Uya Kuya
# polisi

News Update

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.