AYOJAKARTA.COM - Putri Candrawathi yang mengaku sebagai korban pemerkosaan oleh almarhum Brigadir J sepertinya tidak mendapatkan perhatian dari aktivis perempuan.
Ratna Batara Munti seorang Aktivis Jaringan Pembela Hak Perempuan Korban Kekerasan Seksual mengatakan pada sebuah acara talkshow yang ditanyangkan pada akun YouTube KOMPASTV Senin (19/12/2022) mengatakan keragu-raguan mengenai sikap Putri Candrawathi yang menyatakan bahwa ia adalah seorang korban pemerkosaan.
"Semua sikap-sikap yang ditanyangkan kepublik itu adalah sikap-sikap yang jauh dari kelaziman seorang korban-korban kekerasan seksual," ucap Ratna Batara Munti.
Lebih lanjut, Ratna Batara Munti menambahkan tentang keragu-raguanya mengenai relasi antara pelaku dan korban.
Ratna Batara Munti mengatakan bahwa dengan melihat latar belakangnya sebagai istri dari seorang petinggi Polri dan Yosua hanya seorang ajudan menjadikan kasus kekerasan seksual ini semakin mencurigakan.
Kekerasan seksual itu sebenarnya adalah soal relasi antara pelaku dan korban, itu saja kan sudah mencurigakan sejak awalkan harus kita dalami," tambah Ratna.
Reza Indragiri yang merupakan seorang ahli psikologi forensik menyampaikan keraguannya pada unggahan video akun YouTube Irma Hutabarat (15/12/2022).
Ia pun mengatakan bahwa keraguannya didasarkan pada trauma yang harusnya dimiliki oleh seseorang yang menjadi korban pemerkosaan.
"Jangan pernah samakan trauma akibat perkosaan dengan trauma-trauma yang lainnya, karena efek guncangannya ampun seampun ampunnya," ucap Reza.
Reza pun memaparkan tahapan seorang korban pemerkosaan dalam proses penyembuhannya yaitu mengatasi Rasa takutnya, mengais- ais kembali tentang peristiwa traumatis tersebut, membangun kembali relasi sosial.
Ia mengatakan bahwa tidak masuk akan jika seseorang yang telah mengalami tindak pemerkosaan dalam hitungan menit mencari pelaku pemerkosaan dan berada satu ruangan dengannya.
"Momen diperkosa dengan momen kedatangan Brigadir Yosua berapa hari? hanya berapa menit, masuk akal tidak? tahapan ketiga pemulihan pemerkosaan, berlangsung hanya dalam beberapa menit saja," ucap Reza.
Baca Juga: Foto ke Pacar Jadi Barang Bukti Suap Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi ke Bharada E, Begini Isinya
Dikutip Ayojakarta.com dari akun YouTube metrotvnews, Reza Indragiri kembali mengatakan perhal kejanggalan yang dilakukan oleh Putri Candrawathi yang mengaku sebagai korban pelecehan seksual.
"Termasuk yang paling janggal adalah betapa PC ini justru resisten atau tidak kooperatif terhadap LPSK terhadap institusi negara yang justru akan memberikan bantuan, memberikan pertolongan pada orang yang mengaku sebagaj korban tersebut," ucap Reza.
Reza pun menambahkan bahwa semua perilaku yang dilakukan oleh Putri Candrawathi ini justru membuatnya semakin tidak yakin akan pelecehan seksual yang menimpanya.
"Justru saya semakin sanksi boleh jadi ini adalah bentuk dari tuduhan yang palsu, tuduhan yang mengada-ada yang dilakukan oleh seseorang yang justru menjadi alibi untuk lolos dari jerat pidana," tambah Reza Indragiri.***

Share this article
Ahli psikologi forensik Reza Indragiri ragukan kasus pemerkosaan yang dialami Putri Candrawathi, sebut bisa jadi alibi.