AYOJAKARTA.COM - Dalam kesaksian di persidangan yang diberikan oleh Richard Eliezer, terungkap bahwa istri Ferdy Sambo berusaha melindungi suaminya dengan cara menghapus sidik jari.
Richard Eliezer berhadapan langsung dengan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi pada sidang lanjutan pembunuhan Brigadir Yosua di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa 13 Desember 2022.
Baik Ferdy Sambo maupun Richard Eliezer saling memberikan keterangan yang bertolak belakang.
Dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Narasi Newsroom pada Rabu (14/12/2022), Richard Eliezer mengungkapkan bahwa Ferdy Sambo mengokang senjata kemudian menembak Yosua ketika sudah terkapar tidak berdaya.
“Langsung kokang senjatanya, langsung di samping tangga langsung ditembak ke arah almarhum,” ujar Richard Eliezer.
Tidak hanya memberikan kesaksian, Richard Eliezer juga memberikan bukti foto yang diklaim menunjukkan kaki Ferdy Sambo saat memberikan hadiah handphone setelah pembunuhan Yosua.
Selain hadiah handphone, Ferdy Sambo dikatakan telah menjanjikan uang sebesar 1 miliar rupiah.
Putri Candrawathi lalu memberikan perintah kepada Richard Eliezer untuk menghapus sidik jari Ferdy Sambo dari barang-barang Yosua sesaat setelah pembunuhan.
Awalnya Putri Candrawathi meminta Richard Eliezer mengambil barang-barang Yosua dan dibawa ke Saguling.
“Lalu Ibu PC bilang ke saya sama Ricky. Nanti dek kamu ke posko kamu ambil barang-barang almarhum, bawa balik ke Saguling, naikkan ke lantai tiga eh lantai dua di ruang kerja,” kata Richard Eliezer.
Dalam perintahnya, Putri Candrawathi meminta menyemprot barang-barang tersebut menggunakan disinfektan.
“Jadi kami disuruh bersihkan disemprot pake disinfektan baru lap pake tisu. Kata Ibu PC mau hilangin sidik jarinya Pak FS,” ujar Richard Eliezer.
Namun keterangan Richard Eliezer ini segera dibantah oleh Putri Candrawathi.
Baca Juga: Ricky Rizal Beri Kesaksian Mengejutkan Soal Brigadir Yosua yang Tanya Cuti dan Tisu Magic
Ia berdalih hanya memerintahkan untuk mencari dokumen bukan untuk membersihkan barang-barang Yosua.
“Saya tidak pernah membereskan barang-barang punya Yosua tapi saya hanya meminta tolong dicarikan dokumen berupa fotocopy keuangan Bhayangkari,” jawab Putri Candrawathi.
Di sisi lain, juga ada perbedaan kesaksian Ferdy Sambo dan Richard Eliezer.
Ferdy Sambo mengaku hanya memerintahkan Richard Eliezer untuk menghajar Yosua.
Berbeda dengan pengakuan Richard Eliezer yang berkata bahwa dirinya dapat perintah untuk menembak Yosua.
Ferdy Sambo pun merasa kesal kepada Richard Eliezer karena dirinya sempat dijemput oleh Jenderal Polisi Bintang Dua karena keterangan bohong Richard Eliezer di BAP.
Dalam BAP pertama, Richard Eliezer menuliskan bahwa semua tembakan kepada Yosua dilakukan oleh Ferdy Sambo.
Baca Juga: Mengejutkan! Putri Candrawathi Akui Dipaksa Buat Laporan Palsu Tentang Hal Ini oleh Ferdy Sambo
Karena keterangan tersebut Ferdy Sambo ditangkap dan dibawa ke Mabes Polri.
“Ternyata keterangan kebohongan tanggal 5 itulah kemudian saya dijemput bintang dua dibawa ke Mabes Polri,” ucap Ferdy Sambo.
Pada akhirnya, keterangannya pada BAP itu kemudian diubah menjadi Ferdy Sambo memerintahkan penembakan dan melakukan penghabisan.
Perbedaan kesaksian dari beberapa pihak ini masih terus digali untuk ditemukan kebenarannya.***

Share this article
Berikut kesaksian Richard Eliezer yang menyebut Putri Candrawathi lakukan hal ini demi melindungi Ferdy Sambo.