Beda Sesar dan Gempa Megathrust, Berikut Penjelasan BMKG

Beda Sesar dan Gempa Megathrust, Berikut Penjelasan Ahli
Beda Sesar dan Gempa Megathrust, Berikut Penjelasan Ahli

AYOJAKARTA.COM - Gempa bumi yang terus mengguncang wilayah Indonesia belakangan ini membuat masyarakat gusar.

Sebagian dari korban merasakan trauma yang diakibatkan oleh bencana tersebut, belum termasuk banyaknya korban jiwa, korban luka dan menyebabkan sebagian orang kehilangan tempat tinggal.

Gempa bumi yang melanda wilayah Kabupaten Cianjur November lalu termasuk bencana yang banyak menelan korban jiwa.

Baca Juga: BMKG Imbau 9 Desa di Atas Sesar Cugenang Dijadikan Kawasan Terbuka Tanpa Bangunan

Para ahli mengatakan bahwa gempa bumi tersebut disebabkan oleh pergerakan sesar yang berada di wilayah Cianjur.

Setelah gempa Cianjur terjadi, masyarakat semakin dibuat paranoid karena banyaknya kabar tentang gempa bumi besar atau megathrust yang diperkirakan para ilmuwan akan mengenai antara Jawa dan Sumatra.

Lantas apa yang beda antara gempa bumi yang disebabkan oleh sesar dan gempa bumi megathrust?

Baca Juga: Waspada! Terdapat 6 Sesar Aktif Sepanjang Pulau Jawa, Membentang Mulai Jawa Barat Hingga Jawa Timur

Sesar

Disebutkan dalam sebuah cuitan akun Twitter @DaryonoBMKG (12/12/2022) yang merupakan Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG menjelaskan mengenai pengertian dari sesar.

"Sesar merupakan rekahan atau lempeng kerak bumi yang bergeser," cuit Daryono (11/12/2022).

Baca Juga: Waspada Gempa Megathrust hingga Tsunami Dahysat, Ini Deretan Sesar yang Aktif di Indonesia, Apa Saja?

Lebih lanjut, Daryono menjelaskan mengenai pengertian sesar.

"Sesar merupakan bagian dari kulit bumi yang patah," ujar Daryono dalam wawancara melalui WhatsApp dengan tim Ayojakarta.com Senin (12/12/2022).

Hal senada disebutkan pula dalam jurnal ilmiah oleh Fakultas Teknik Jember yang menyebutkan bahwa Sesar/patahan/fault merupakan suatu gejala adanya pergeseran lapisan batuan akibat gaya tekan kerak bumi.

Baca Juga: Jakarta Waspada! Sesar Baribis Aktif, Penelitian Microearthquake Sebut Terjadi 46 Kali Gempa dalam 60 Hari

Dalam jurnal tersebut dijelaskan pula bahwa kerak bumi tersusun atas batuan yang dapat mengalami gaya penekanan sehingga terjadi patahan.

Karena gesekan dan kekakuan batuan, batuan tidak bisa meluncur atau saling melewati satu sama lain dengan mudah.

Seperti aktivitas sesar yang ada di Cianjur, daerah yang dilewati sesar tersebut merupakan area berbahaya dan rawan kerusakan berat saat sesar tersebut aktif.

Baca Juga: 9 Desa di Cianjur Disebut Zona Bahaya karena Muncul Sesar Baru Cugenang, BMKG Minta Pemkab Segera Relokasi

Megathrust

Megathrust atau gempa besar ini sering diungkapkan oleh para ilmuwan dan diprediksi akan melanda wilayah Indonesia.

"Megathrust ada di Samudra Hindia selatan Jawa dan yang menjadi sumber gempa tumbukan lempeng," kata Daryono.

Baca Juga: Waspada Sesar Baribis Aktif, Sebanyak 29 Juta Jiwa di Wilayah Megapolitan Jabodetabek Terancam

Dikutip dari YouTube Narasi Newsroom, permukaan lempeng yang berupa lempeng benua atau samudra selalu bergerak selama jutaan tahun.

Indonesia dilewati oleh tiga lempeng yaitu lempeng Indo Australia di sebelah selatan, lempeng Pasifik di sebelah Timur dan lempeng Eurasia di sebelah Utara.

Gerakan permukaan lempeng tersebut bisa berupa saling gesek, menjauh dan bertumbukan.

Baca Juga: Terkonfirmasi! Sesar Baru Ditemukan: Patahan Cugenang Menjadi Pengebab Gempa Cianjur 5,6 Magnitudo

Tumbukan pada lempeng tersebut yang biasanya disebut dengan subduksi atau keadaan dimana lempeng samudra menyelinap ke bawah lempeng benua.

Tumbukan tersebut memiliki kekuatan yang sangat besar karena memiliki perbedaan massa jenis, hal inilah yang disebut megathrust.

Kepala PRTH BRIN, Dr. Ing. Widjo Kongko menyampaikan penjelasannya mengenai megathrust.

Baca Juga: Analisis Sesar Baribis oleh Unpad, Hasil Perekaman Microearthquake: 46 Gempa Terjadi dalam Jangka 60 Hari!

"Nah ini batas-batas tumbukan itu adalah daerah megathrust dan kemudian itu yang bisa menyebabkan gempa bumi dengan tinggi," ucap Dr. Ing. Widjo Kongko.

Dr. Ing Widjo Kongko pun menjelaskan tentang zona Subduksi di Indonesia yang terbagi atas 13 segmen tersebar dari Aceh sampai Papua dengan potensi gempa 8,5 SR hingga 9 SR.

"Itu daerah subduksi semua, dan itu potensi gempa megathrust, istilahnya begitu, dan itu besar, bisa sampai skala 8 keatas 8,5 bahkan 9, kaya yang di Aceh," ucap Widji Kongko.

Baca Juga: Waduh! 9 Zona Bahaya Sesar Cugenang Sudah Didirikan Rumah, Mana Saja dan Harus Bagaimana?

Jadi berdasarkan keterangan ahli, gempa yang disebabkan oleh sesar berbeda dengan gempa megathrust.

Hal ini disampaikan oleh Daryono bahwa sesar tidak dapat memicu terjadinya gempa bumi megathrust salah satu contoh sesar adalah sesar baribis.

"Sesar Baribis itu tidak bisa memicu megathrust," jelas Daryono.

Selain itu aktivitas gempa bumi megathrust pun tidak semudah itu bisa mempengaruhi pergerakan sesar-sesar yang berada di sekitar pusat gempa megathrust.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# kulit bumi
# gempa Cianjur
# lempeng
# Daryono
# megathrust
# bencana
# BMKG
# gempa bumi
# sesar
# korban
# Cianjur
# gempa

News Update

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.