AYOJAKARTA.COM - Deklarasi pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, berbuntut pengunduran diri Partai Demokrat dari koalisi Perubahan untuk Persatuan.
Selain itu, absennya para petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat berlangsungnya deklarasi Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, dinilai sebagai bentuk ketidak-setujuan.
Adanya anggapan PKS berniat mengikuti jejak Partai Demokrat terhadap pencalonan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, dibantah oleh Kabid Humas PKS.
Baca Juga: Rahasia Keputusan Berpasangan Anies Baswedan dan Cak Imin Terungkap di Tebuireng, Begini...
Menurut Ahmad Mabruri, masuknya PKB ke dalam Koalisi Perubahan merupakan hal positif yang akan memperkuat kekuatan.
Meski belum secara aklamatif memberikan pernyataan, namun itikad dukungan akan tetap dilakukan usai menggelar rapat Majelis Syuro.
“Rencananya setelah hasil keputusan Majelis Syuro yang akan dilakukan dalam waktu dekat,” ujar Ahmad Mabruri.
Baca Juga: Anies Baswedan Ungkap Diusung PKS Itu Sehat Betul, Pujian agar Tak Tinggalkan Koalisi Perubahan?
Menurut Kabid Humas PKS, salah satu pertimbangan PKS tetap bergabung dengan Partai Nasdem dan PKB adalah proses pemilihan cawapres tidak menyalahi kesepakatan.
Dipilihnya Muhaimin Iskandar sebagai cawapres, menurut Ahmad Mabruri sejalan dengan piagam koalisi yang sempat ditandatangani.
“Artinya siapapun yang dipilih oleh Pak Anies Baswedan kita akan dukung, cuma formalitas dukungannya kita akan minta persetujuan dari musyawarah Majelis Syuro,” imbuhnya.
Baca Juga: Muncul Dukungan PKB, Anies Baswedan Berharap PKS Tetap Bersamanya
Ahmad Mabruri menambahkan, proses meminta persetujuan merupakan salah satu proses yang berlaku di kalangan internal PKS.
Terkait dengan terpilihnya Cak Imin sebagai cawapres bagi Anies, menurut Ahmad Mabruri sudah sejalan dengan persyaratan kesepakatan di tubuh koalisi.
Rekam jejak Muhaimin Iskandar dalam memimpin PKB, serta perolehan suara yang terus meningkat merupakan salah satu prestasi.
Baca Juga: Tak Lagi PHP, PKS Pastikan Dukung Anies Baswedan di Pilpres 2024
“Secara organisasi Gus Imin mumpuni, tinggal kita kasih kesempatan saja kalau naik kelas sebagai calon wakil presiden, kira-kira begitu,” tambahnya.
Masuknya PKB ke dalam Koalisi Perubahan, tentu diharapkan mampu mendongkrak elektabilitas Anies di seluruh wilayah tanah air.
Terkait dengan potensi peningkatan suara usai terpilihnya Cak Imin sebagai cawapres, menurut Ahmad Mabruri masih membutuhkan proses.
Baca Juga: Pasangan Anies Baswedan dan Cak Imin Targetkan Dapat Dukungan di Daerah Jawa Timur
Namun demikian, PKS optimis bahwa perolehan dukungan terhadap pasangan Anies-Imin akan senantiasa mengalami peningkatan.
Optimisme meningkatnya elektoral tersebut, menurut Ahmad merupakan hasil pengalaman pada pengalaman ketika pemilihan Gubernur.
“Dengan perhitungan dan pengamatan, serta cara yang jitu, Insya Allah kita bisa rumuskan formulasi yang baik untuk Anies dan Gus Imin,” terang Mabruri.
Baca Juga: Usai di-Ghosting Anies Baswedan, Pakar Politik Nilai AHY Lebih Mudah Bergabung ke Koalisi Ini
Berkaca pada situasi saat itu, Ahmad Mabruri yakin hal yang tidak jauh berbeda juga akan terjadi pada Pilpres mendatang.
Sehingga menghadapi Pemilu 2024 mendatang, koalisi akan berhasil mengantarkan pasangan Anies-Imin sebagai Pemenang.
Demikian seperti dikutip AyoJakarta.com pada Senin, 11 September 2023 dari kanal YouTube Metro TV. ***
Share this article
PKS memberi bantahan jika partainya menarik dukungan untuk Anies Baswedan di Pilpres 2024 usai deklarasi bareng Cak Imin.