Ungkap 7 Dalil, Sejarawan JJ Rizal Cecar Pendapat Airlangga Hartarto yang Samakan Gibran dengan Sutan Sjahrir

Pendapat Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto yang menyamakan Gibran Rakabuming Raka dengan mantan Perdana Menteri (PM) Indonesia Sutan Sjahrir dicecar oleh sejarawan JJ Rizal.
Pendapat Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto yang menyamakan Gibran Rakabuming Raka dengan mantan Perdana Menteri (PM) Indonesia Sutan Sjahrir dicecar oleh sejarawan JJ Rizal.

AYOJAKARTA.COM — Pendapat Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto yang menyamakan Gibran Rakabuming Raka dengan mantan Perdana Menteri (PM) Indonesia Sutan Sjahrir dicecar oleh sejarawan JJ Rizal.

Diberitakan, Airlangga menyebut Sutan Sjahrir menjabat sebagai PM Indonesia di usianya baru 36 tahun. Menurutnya hal itu sama dengan Gibran.

"Jadi (sama) muda juga," jelas Airlangga, dalam Rapimnas ke-2 Partai Golkar di Jakarta, Sabtu, 21 Oktober 2023.

Pendapat Airlangga tersebut ditentang oleh Komunitas Bambu, perusahaan penerbitan buku-buku sejarah yang dirintis sejak 20 Mei 1998.

Baca Juga: Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Maju ke Pilpres 2024, Netralitas Joko Widodo Dipertanyakan

Salah satu penulis sejarah tersebut adalah sejarawan JJ Rizal.

Dalam unggahan di akun X-nya, komunitas menulis:

"Gibran disejajarkan dengan Sutan Sjahrir. Menurut ilmu sejarah disebut paralelisme. Walaupun paralelisme hal yang wajar, tetapi tidak wajar jika menyejajarkan sesuatu yang tidak sejajar, sesuatu yang tidak setara."

"Karena menyetarakan dua orang dari dua dunia yang berbeda dan dari masa yang berbeda serta menyangkut salah satu tokoh bangsa itu bisa saja terjerumus pada bukan paralelisme, melainkan manipulasi sejarah. Bahkan dapat menjadi character assassination terhadap si tokoh sejarah."

"Terlebih penting lagi ini bisa merupakan tindakan yang tidak mendidik. Sebab menyetarakan seseorang yang tidak setara dengan seorang guru bangsa tidaklah menjernihkan sejarah. Malahan memperkeruhnya. Padahal, untuk hidup ke depan, kita perlu sejarah yang jernih bukan yang keruh."

Baca Juga: Disebut Khianati PDIP, Gibran Rakabuming Jawab Santai Gak Ribet

Lalu bagaimana dengan pendapat JJ Rizal? Ini kutipan lengkapnya:

Hello saya JJ Rizal saya sejarawan

Belakangan ini banyak yang bertanya sama saya lewat telepon ataupun chat WA atau di media sosial yang lainnya soal pantas gak sih Gibran itu disandingkan atau disejajarkan dengan Sutan Sjahrir.

Saya bilang ya nggak pantas.

Karena apa, saya bikin beberapa catatannya.

Pertama, Sjahrir itu itu menjadi pentolan organisasi mahasiswa radikal perhimpunan Indonesia di Belanda yang tuntutannya jelas Indonesia lepas dari Belanda, minta merdeka.

Pertanyaannya adalah apakah Gibran pernah memimpin organisasi mahasiswa radikal? saya nggak pernah dengar

Terus yang kedua,

Sutan Sjahrir pulang dan nggak lama dia pulang, dia ditangkap sama Belanda lalu dibuang ke kamp konsentrasi yang baru dibuat Belanda di Boven Digul, di tempat yang paling ganas alamnya.

Nah ini ada bukunya yang ditulis oleh Rudolf Mrazek

Pertanyaan adalah apakah pernah, Gibran itu merasakan dihukum buang di satu kamp, di tempat terpencil yang alamnya sangat kejam? saya belum pernah denger.

yang ketiga,

Sjahrir itu menolak kerjasama dengan Belanda. Keras sekali dia menolak dan tetap menolak ketika Belanda jatuh, kekuatan Jepang datang dan orang-orang teman-temannya itu banyak masuk ke kekuasaan Jepang.

Sjahrir tetap menolak

Nah pertanyaan saya adalah Sjahrir besar di luar sistem kekuasaan dan menentangnya, apa Gibran pernah bekerja di luar kekuasaan menentang kekuasaan? saya nggak pernah denger.

nah yang keempat,

Sjahrir itu membangun jaringan intelektual muda yang menjadi dasar Partai Sosialis Indonesia. Apa Gibran pertanyaan saya itu pernah membangun jaringan intelektual mengumumkan sepotong tulisannya pun yang berisi pemikirannya seperti Sjahrir di masa lalu saya belum denger.

lalu yang kelima

Sjahrir itu menolak kuasa fasis militeristik. Ia menolak tetap dipeliharanya warisan kependudukan Jepang seperti ketentaraan PETA dan model partai negara atau state party. Gimana Gibran itu malah berduet dengan kuasa militer, orang dari masa orde baru yang jelas-jelas jaringan dari kekuasaan militeristik dan dia menyusun introduksi, diperkenalkan, disarankan jadi capres oleh partai negara dari masa orba yang namanya Golkar.

yang keenam

Sjahrir dan Hatta bahu membahu mengubah politik negara yang mengancam demokrasi dengan melansir sistem parlementer. Nah, Gibran malahan naik melalui sistem yang memperlihatkan sesuatu yang bertolak belakang dengan sistem demokrasi, bertentangan dengan asas demokrasi, melalui sistem kekeluargaan, sistem nepotisme itu yang kelihatan nyata.

ketujuh

Sjahrir pada usia muda itu tampil sebagai wakil Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa membela bangsa Indonesia yang baru merdeka dengan cara-cara yang cerdas dan luar biasa dan membuat dia dikagumi sebagai orang yang kecil badannya tapi pemikirannya sangat besar

Pertanyaan saya apa Gibran pernah menunjukkan pemikiran yang sangat besar di balik badannya yang kecil seperti Sjahrir dan pernah berpidato besar seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa membela bangsa.

Mensejajarkan Gibran dengan Sjahrir dalam konteks ilmu sejarah mungkin disebut sebagai pararelisme. Itu bagian yang paling mudah, tapi harus diingat walaupun paralelisme adalah hal yang wajar tapi tidak wajar kalo mensejajarkan sesuatu yang tidak sejajar atau sesuatu yang tidak setara.

karena apa

Karena menyetarakan dua orang dari dua dunia yang berbeda, dari masa yang berbeda, dan menyangkut salah satu tokohnya adalah tokoh bangsa yang besar dalam sejarah. Itu bisa saja kita sebut bukan pararelisme tapi bagian dari manipulasi sejarah, bahkan bagian dari character assasination terhadap si tokoh sejarah. Dan terlebih penting sebenarnya itu adalah tidak mendidik karena tidak mencerminkan sejarah, padahal untuk hidup kedepan kita perlu sejarah yang jernih bukan yang keruh.

Terima kasih.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Sutan Sjahrir
# JJ Rizal
# Gibran Rakabuming Raka
# Airlangga Hartarto

News Update

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).