AYOJAKARTA.COM - Kecelakaan pesawat TNI AU TT-3103 yang jatuh di Pasuruan pada Kamis, 16 November 2023, bukan peristiwa pertama yang dialami oleh pesawat jenis Embraer EMB 314 Super Tucano tersebut.
Sebelumnya pada tahun 2016, kecelakaan serupa terjadi pada pesawat pabrikan asal Brasil tersebut.
Kecelakaan itu terjadi pada Rabu, 10 Februari 2016, di permukiman warga di Jl. Laksda Adi Sucipto, Malang.
Pesawat yang jatuh adalah pesawat tempur milik TNI Angkatan Udara jenis Super Tucano TT 3108.
Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 10.05 WIB menyebabkan empat orang tewas.
Empat korban meninggal tersebut adalah istri Erna Wahyuningtyas (47 tahun), Nur Kholis (27 tahun). Mereka adalah dua warga yang tinggal di sebuah rumah milik Mujianto.
Dua korban meninggal dunia lainnya adalah pilot Super Tucano Mayor (PnB) Ivy Safatillah dan teknisi Serma Syaiful Arif Rakhman.
Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Agus Supriatna memastikan korban meninggal dalam insiden Super Tucano sebanyak empat orang.
"Pilot ditemukan delapan kilometer dari lokasi kejadian dan parasutnya berada sekitar dua kilometer dari korban," ujar Agus, seperti dikutip ayojakarta.com dari Republika Kamis, 16 November 2023.
Baca Juga: UMP DI Yogyakarta 2024 Naik! Segini Besaran UMK Semua Wilayah yang Sudah Berlaku
Kemampuan Taktis Super Tucano
Pesawat tempur ringan Super Tucano adalah pesawat turboprop serangan ringan atau pengintaian bersenjata yang dirancang oleh Embraer di Brasil dan dibuat di bawah lisensi oleh Sierra Nevada Corp. Pesawat ini mulai digunakan oleh TNI AU pada tahun 2014 sebagai pengganti pesawat OV-10 Bronco yang telah digunakan selama lebih dari 30 tahun.
Super Tucano memiliki kemampuan yang beragam, antara lain:
Serangan anti-gerilya
Pengendali udara depan
Dukungan udara dekat
Penyekatan
Pertahanan udara
Selain itu, Super Tucano juga dapat digunakan sebagai pesawat latih dan fungsi pengawasan udara.
Dalam tugas operasi, Super Tucano akan digunakan untuk mendukung operasi pengawal perbatasan darat dan perairan, melawan terorisme, mengawasi alur laut kepulauan, mengawasi penyelundupan di udara, darat dan perairan, mendukung operasi pasukan darat dan laut, operasi hanud secara terbatas (low speed interceptor) serta dukungan pengintaian dan serangan udara.
Kemampuan terbang dari kecepatan rendah hingga kecepatan sedang mampu mendukung operasi pertahanan udara terhadap pesawat “black flight” berukuran kecil dan berkecepatan rendah (helicopter, pesawat profiler dan pesawat tanpa awak).
Super Tucano adalah pesawat yang tangguh dan serbaguna yang telah terbukti efektif dalam pertempuran. Pesawat ini memiliki jangkauan operasional yang panjang dan dapat membawa berbagai macam senjata, termasuk bom, roket, dan senapan mesin. Super Tucano juga dilengkapi dengan sistem avionik yang canggih yang membuatnya ideal untuk operasi di lingkungan yang menantang.

Share this article
Kecelakaan pesawat TNI AU TT-3103 yang jatuh di Pasuruan pada Kamis, 16 November 2023, bukan peristiwa pertama