AYOJAKARTA.COM - Gibran Rakabuming Raka putra sulung Jokowi kini menjadi perbincangan publik usai dinyatakan resmi sebagai cawapres yang mendampingi Prabowo Subianto.
Diketahui Gibran Rakabuming dicalonkan sebagai cawapres bukan dari partai asalnya PDIP, namun ia diusung oleh partai Golkar.
Maka dari itu, publik bertanya-tanya bagaimana kelanjutan status Gibran Rakabuming di PDIP, apakah benar dipecat?
Baru-baru ini Gibran mendapatkan layangan surat yang berasal dari DPC PDIP.
Namun, ia enggan untuk mengatakan kepada publik apa sebenarnya isi surat tersebut.
"Dari DPC mengirimkan surat ke saya. Isi suratnya biar yang tahu yang menerima isi surat ya," kata Gibran seperti dikutip Ayojakarta.com dari Republika pada Jumat, 17 November 2023.
Baca Juga: Gibran Rakabuming Bantah Isu Megawati Menolak Salaman dengan Kaesang: Beliau Masih Menerima Kami!
"Suratnya sudah lama ya itu jadi satu. (Tutup buku) Isi suratnya tidak bisa saya ekspos, yang jelas sudah kami terima. Sudah lama juga. (PDIP sudah tutup buku)," tambahnya.
Wali Kota Solo tersebut mengaku bahwa surat tersebut jadi satu dengan surat permintaan mengembalikan KTA.
Gibran juga membenarkan bahwa PDIP telah menutup buku terhadap dirinya.
Kendati demikian, ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo mengatakan, surat yang dikirimkan ke DPP PDIP bukan berisi pemecatan Gibran Rakabuming sebagai kader partai.
"Surat yang saya kirim dari DPC ke Mas Gibran tembusannya DPP. Bukan pemberhentian. Isinya (surat) meminta dengan sangat lagi hormat karena dulu Mas Gibran minta tanda anggota ke DPC dengan sangat lagi hormat, dengan etika yang baik. Saya minta untuk dikembalikan KTA ke DPC dan membuat surat pengunduran diri dari anggota PDI-P," ungkap FX Rudy.
FX Rudy mengaku bahwa hingga saat ini belum ada balasan terkait surat yang dilayangkan untuk Gibran.
Hal tersebut juga disebut FX Rudy bahwa putra sulung presiden Jokowi tentu tidak lagi menjadi kader PDIP.
"Sekarang sudah tutup buku. Artinya Mas Gibran otomatis sudah bukan lagi anggota PDIP lagi," katanya.
Share this article
Baru-baru ini Gibran mendapatkan layangan surat yang berasal dari DPC PDIP. Namun, ia enggan untuk mengungkap isinya.