AYOJAKARTA.COM -- Menjadi narasumber dalam acara diskusi interaktif Capres 2024 ikatan alumni Universitas Negeri Makassar, komitmen Anies Baswedan menjadi pertanyaan.
Berangkat dari adanya perbedaan antara gagasan dengan kenyataan politik yang biasa terjadi di Indonesia, rekam jejak Anies Baswedan juga diragukan.
Sebab kebiasaan bagi-bagi jabatan, penguasaan oleh pengusaha, serta konflik kepentingan merupakan salah satu persoalan yang akan dihadapi Anies Baswedan.
Adanya sejumlah variabel tersebut, menyebabkan rakyat kurang yakin dengan kinerja pejabat publik, sehingga menjadi landasan kritik bagi Anies Baswedan.
“Apa jaminan buat publik bahwa apa yang dilakukan Pak Jokowi di 2014, itu tidak terulang tatkala Mas Anies terpilih di 2024?” tanya panelis.
Menyikapi sejumlah pertanyaan substantif tersebut, Anies mengingatkan pentingnya setiap warga negara untuk melihat persoalan secara mendalam, utuh dan menyeluruh.
Hal semacam itu menurut Anies penting dilakukan, sebab suatu penilaian baru layak diberlakukan ketika amanah pekerjaan selesai dijalankan.
“Kalau bicara besok, siapa saja bisa mengarang kalimat yang paling menyenangkan kuping pendengarnya,” jawab Anies.
Baca Juga: 5 Tanda Kamu Sedang Ditaksir Seseorang, Ciee Punya Pengagum Rahasia
Namun demikian, Anies menambahkan untuk bisa menganalisis sebuah penilaian terhadap kinerja seseorang; rekam jejak merupakan salah satu jawaban.
Pembuktian antara janji-janji dengan kinerja nyata, menurut Anies merupakan indikator terbaik akan kemampuan melakukan perubahan.
“Ketika kami bertugas di Jakarta, ada 23 janji dan itu bukan disebut program, tetapi janji dan Alhamdulillahi, 23 janji itu terlaksana di Jakarta,” imbuh Anies.
Anies menambahkan, meski saat memimpin Jakarta terjadi badai pandemik Covid, seluruh janji berhasil dilunasi.
Terkait dengan kontrak politik yang sempat ditandatangani oleh Gubernur DKI Jakarta sebelumnya, Anies bahkan ikut mensukseskan meski saat itu baru masuk di pemerintahan.
Baca Juga: KJP Plus November 2023 Segera Cair, Segini Besaran Nominal dan Cara Cek Statusnya!
“Malah yang kami kerjakan adalah, menuntaskan semua kontrak politik yang ditandatangani sebelum kami untuk memastikan rakyat percaya pada negara,” ungkap Anies.
Menyikapi adanya perbedaan visi dan misi atau gagasan yang dibawa oleh setiap capres-cawapres, menurut Anies merupakan suatu persoalan kebangsaan.
Karena itu Anies berharap, agar setiap kontestan capres juga memiliki satu visi dan misi bersama yang bisa dijadikan sebagai acuan.
“Salah satu masalah utama adalah kita tidak secara tegas mengkomunikasikan apa yang harus menjadi visi kita bersama, semua partai,” imbuh Anies.
Tidak adanya kesatuan visi secara kebangsaan, menurut Anies menjadi salah satu akar persoalan sehingga banyak pejabat publik menuai kritik.
“Kita harus punya kesepatakan, ini harus dikoreksi,” pungkas Anies dikutip Ayojakarta pada Senin, 20 November 2023 dari kanal Youtube Dapur Ngeh.***

Share this article
Menjadi narasumber dalam acara diskusi interaktif Capres 2024, komitmen Anies Baswedan menjadi pertanyaan.