AYOJAKARTA.COM – Data Pemilih Tetap (DPT) yang dimiliki oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sejumlah 204 orang di Indonesia diduga bocor.
Kebocoran data pemilih dalam Pemilu 2024 ini pertama kali diungkapkan oleh Lembaga Riset Keamanan Cyber, CISSReC.
Lembaga ini menyebut hacker dengan nama anonim Jimbo mengklaim berhasil meretas situs KPU dan berhasil membobol 204 juta data DPT Pemilu 2024.
Adapun isi DPT tersebut terdiri dari NIK, Nomor KK, nama lengkap, hingga kodefikasi Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Hacker dengan anonim Jimbo ini disebut menjual DPT senilai 74 ribu USD atau sekitar Rp1,2 miliar.
Mengetahui kabar berita ini, calon presiden nomor urut tiga, Ganjar Pranowo turut buka suara terhadap dugaan kebocoran data pemilih pada Pemilu 2024 yang dimiliki oleh KPU.
Baca Juga: Ini Tiga Hal yang Didapat Ganjar Pranowo dari Budiono
Menurut capres yang diusung PDIP, Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud saat ini tengah memantau dan mengerahkan IT dalam kasus dugaan kebocoran data.
“Mudah-mudahan nanti aparat penegak hukum juga bisa langsung terlibat, dari TPN juga sekarang memantau terus-menerus,” kata Ganjar Pranowo dikutip Ayojakarta.com dari kanal YouTube KOMPASTV, Kamis, 30 November 2023.
“Dan kita pengen tahu apa kemudian kekurangan yang ada di sana, IT kami juga sedang mencoba memantau terus menerus,” lanjutnya.
Lebih lanjut Ganjar Pranowo juga meminta agar KPU segera memperbaiki sistem menjadi lebih baik dan memproteksinya sehingga tidak rentan dengan kejahatan pembobolan data.
“Tapi tentu saja (APH) kita harapkan segera bertindak dan KPU segera memperbaiki sistemnya, tidak boleh rentan,” ujarnya.
Baca Juga: Bahas Isu Perempuan, Ganjar Pranowo Sebut Kelompok Ini yang Bakal Jadi Prioritas
“Karena ini nanti yang membikin publik punya analisis-analisis negatif. Segera KPU perbaiki, segera proteksi, segera cari orang terbaik untuk bisa meyakinkan bahwa IT sistemnya itu beres,” tandasnya.
Sementara itu capres nomor urut satu, Anies Baswedan juga turut membuka suara soal dugaan kebocoran data pemilih dalam Pemilu 2024.
Anies Baswedan mengaku telah mengetahui informasi tersebut, namun ia masih menunggu verifikasi terkait kebenaran kabar tersebut.
“Saya membaca berita itu, tapi saya belum mendengar verifikasinya. Tapi kami merasa perlu bahwa yang namanya data itu harus dijaga keamanannya secara amat-amat serius,” ujarnya.
Baca Juga: Ini Daerah yang Akan Jadi Awal Kampanye Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar
Ia mengungkapkan bahwa keamanan data bukan terkait dengan sistem yang mengatur, namun soal integritas dari operator yang melaksanakan penjaminan keamanan.
Lebih lanjut Anies Baswedan tidak ingin berspekulasi macam-macam dan akan menunggu keterangan resmi atau klarifikasi dari pihak-pihak terkait yakni KPU.
“Kita belum mendengar penjelasan resminya. Jadi saya tunggu sampai ada (keterangan) resminya,” ungkapnya.

Share this article
Data Pemilih Tetap (DPT) yang dimiliki oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sejumlah 204 orang di Indonesia diduga bocor.