AYOJAKARTA.COM — Edi Darmawan Salihin, ayah mendiang Wayan Mirna Salihin, masih menuai banyak perhatian publik, salah satunya oleh Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso.
Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso mengaku bahwa sebenarnya ia tidak tertarik dengan apa yang diucapkan oleh Edi Darmawan Salihin.
Ketua IPW menilai bahwa ayah Mirna selalu berbicara sembarang dan hanya sekedar mencari sensasi.
Sugeng menilai bahwa apa yang diucapkan oleh ayah Mirna tidak berharga.
Sehingga orang lain dapat tersesat jika mengikuti pola omong dari mendiang ayah Mirna Salihin.
“Saya tidak pernah tertarik dengan kata-kata Edi Salihin, karena orang ini bicara sembarangan mencari sensasi saja dan saya menilai kata-katanya tidak berharga jadi kita bisa tersesat apabila kita mengikuti pola omong dari Edi Salihin,” kata Sugeng, dikutip dari kanal YouTube PABLO BENUA, Senin, 11 Desember 2023.
Sugeng pun menilai perkataan Edi Darmawan Salihin dapat menimbulkan problematik seperti misalnya ketika ia menuduh Jessica telah keluar uang habis-habisan untuk membayar Otto Hasibuan. Serta menyebut beberapa pejabat kepolisian dalam kasus kopi sianida.
Oleh karena itu, Sugeng menilai sosok seperti ayah Mirna itu tidak perlu lagi dihargai perkataannya.
Baca Juga: Denny Darko Ungkap Sosok yang Ikut Memanfaatkan Kasus Jessica: Cari Pansos dan Dukungan
“Dia bilang bahwa Jessica sampai bangkrut membayar mahal ternyata dia minta maaf, dia menyebut sembarang adanya pejabat polisi, padahalkan itu sesuatu yang tidak patut dia sebutkan akan menimbulkan problematik,” kata Ketua IPW.
“Orang yang model begini tidak perlu dihargai kata-katanya,” lanjutnya.
Sementara itu, terkait kasus Jessica yang saat ini rencananya akan mengajukan PK demi membebaskan Jessica, menurutnya itu cukup sulit.
Hal itu karena peradilan Jessica Wongso sudah berkekuatan hukum tetap. Kendati demikian, ia juga menyebut bukan tidak mungkin bisa berubah.***

Share this article
Ketua IPW Sugeng menilai sosok seperti ayah Mirna, Edi Darmawan, tidak perlu lagi dihargai perkataannya.