AYOJAKARTA.COM – Salah satu hal paling esensial dan mendapat sorotan publik dalam acara debat calon presiden adalah pernyataan penutup atau closing statement.
Setiap calon presiden dari pasangan nomor urut satu hingga tiga, secara bergantian menyampaikan rangkuman untuk dijadikan pertimbangan.
Diberikan jatah waktu selama dua menit, masing-masing calon presiden memaparkan gagasan pokok sebagai modal kepemimpinan.
Tampil mengusung tema perubahan, capres Anies Baswedan dalam pernyataan penutup menyampaikan pentingnya etika dan penegakan hukum dalam bernegara.
Baca Juga: Usai Debat, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar Langsung Hujan Sentimen Positif
Dengan terwujudnya penegakan hukum serta etika, maka dampak sosial yang terjadi di tengah masyarakat bisa dihapuskan.
Selain pentingnya etika, Anies Baswedan juga menyinggung pentingnya kebebasan dalam menyampaikan pendapat bagi kaum muda.
Sebagai pemilih dengan jumlah terbesar di Pemilu 2024, Anies Baswedan mengajak generasi muda untuk sama-sama menciptakan perubahan.
“Kita tidak akan mengijinkan lagi situasi di mana orang takut, maka itu saya sampaikan Wakanda no more, Indonesia forever,” ujar Anies Baswedan.
Berbeda dengan Anies Baswedan, capres Prabowo Subianto menyampaikan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam membangun kemajuan Indonesia.
“Kita tidak boleh mengorbankan persatuan, kesatuan kerukunan bangsa Indonesia, tidak dengan kata-kata,” jelas Prabowo Subianto.
Sementara Ganjar Pranowo dalam pernyataan penutup menyampaikan tentang perlunya rasa kesetaraan dan kedewasaan dalam menjalankan bangsa Indonesia.
“Mari kita konsisten antara pikiran, perkataan dan perbuatan,” ungkap Ganjar Pranowo.
Berkenaan dengan pernyataan penutup yang disampaikan Anies Baswedan, pengamat Politik Adi Prayitno menilai kalimat tersebut merupakan sebuah penegasan.
Sepanjang waktu debat perdana capres, Adi Prayitno melihat adanya konsistensi Anies Baswedan sebagai oposisi yang rasional dari pemerintah.
Penggunaan istilah Wakanda sebagai suatu bentuk peradaban baru yang lebih humanis, menurut Adi Prayitno merupakan bentuk istikamah Anies Baswedan dalam mengusung konsep perubahan.
Menyikapi pernyataan penutup Prabowo Subianto, Adi Prayitno menilai sebagai bentuk sikap patriotisme yang selalu menjadi ciri khasnya.
Baca Juga: Anies Baswedan Hadirkan Ayah Korban Tewas Pendukung Prabowo di Debat Perdana, Ternyata Ini Alasannya
Selain secara jelas ingin meneruskan apa yang telah dilakukan pendahulu bangsa, Prabowo Subianto menurut Adi Prayitno juga masih terlihat gatal.
“Rasa-rasanya Pak Prabowo ini agak gatal dan tidak bisa menahan diri untuk menyerang balik Anies Baswedan,” jelas Adi Prayitno.
Terkait pernyataan penutup Ganjar Pranowo, Adi Prayitno mencermati adanya upaya mengulang history sebagaimana terjadi dengan Jokowi.
Cara capres menceritakan keluarga di awal pernyataan penutup, menurut Adi Prayitno sebagai upaya menunjukkan bahwa Ganjar-Mahfud adalah rakyat biasa.
“Jadi wajar kalau Pak Ganjar mengawali narasi dengan cerita tentang anak dari polisi yang berpangkat tidak tinggi,” jelas Adi Prayitno dikutip Ayojakarta.com, Kamis 14 Desember 2023 dari YouTube tvOneNews.***

Share this article
Pengamat politik ungkap makna wakanda hingga rasa gatal dalam pernyataan penutup para capres di acara debat.