AYOJAKARTA.COM - Anies Baswedan capres nomor urut satu, bercerita tentang perjuangannya mendapatkan beasiswa untuk kuliah S2 di luar negeri.
Dalam sebuah kesempatan yang diunggah dalam tayangan YouTube Abdel Achrian, Anies Baswedan ternyata sempat ditolak beasiswa fullbright.
Anies Baswedan mengungkapkan bahwa dirinya sangat berharap bisa melanjutkan kuliah S2 di luar negeri dengan beasiswa.
Salah satu beasiswa yang ia tuju adalah beasiswa fullbright ke Amerika, ia bercerita setiap pulang ke rumah selalu menunggu surat masuk dari fullbright.
Namun, sayangnya saat pertama kali mendaftar ia sudah ditolak fullbright dan tidak mendapatkan kesempatan wawancara.
"Bayangin coba kita yang sudah memimpikan ini, seleksi tahap pertama saja kita ditolak, dinyatakan tidak lulus. Gugur pada seleksi paling awal. Jadi, saya ini enggak dipanggil wawancara, ditolak di sini," kata Anies Baswedan.
Tetapi, mantan Gubernur DKI Jakarta ini tidak menyerah untuk bisa lolos beasiswa fullbright, ia lantas langsung menelepon pihak fullbright dan menanyakan mengapa ia tidak lolos.
Ia menggunakan telepon yang ada di Warung Telepon (wartel) Kopma UGM untuk menelepon pihak fullbright di Jakarta.
"Saya telepon, saya tanya sama kantor fullbright bisa enggak bicara dengan yang menandatangani di situ. Ada kepala sama sekretarisnya, terus ada di situ namanya Pak Pit. Saya bicara sama Pak Pit," jelasnya.
Baca Juga: Ternyata Ada Sosok Hewan Ini, di Balik Keberhasilan Anies Baswedan Menjadi Gubernur DKI Jakarta
"Pak nama saya Anies, saya daftar fullbright tapi ditolak, bisa nggak saya tahu kenapa saya ditolak?," tanya Anies lewat telepon.
Kemudian Anies Baswedan disuruh menutup telepon dan menunggu sekitar 10 hingga 15 menit.
"Itu 10 menit, 15 menit, terlama dalam hidup saya," kata Anies Baswedan.
"Saat saya telepon lagi, dia bilang kira-kira begini, 'Anda ditolak karena bidang yang Anda pilih berbeda dengan bidang yang disediakan. Kami tidak menyediakan beasiswa untuk bidang yang Anda pilih'. Terus saya bilang, boleh enggak saya ganti bidang?" cerita capres nomor urut satu.
Ia lantas menceritakan bahwa dirinya diperbolehkan untuk mengganti bidang.
Anies mengatakan bahwa beasiswa yang ia dapatkan itu adalah karena tangan Tuhan lewat Pak Pit.
"Saya selalu bilang sama anak-anak yang mau berangkat kalau sambutan, bahwa saya mendapatkan program ini karena tangan Tuhan lewat Pak Pit itu. Coba kalau Pak Pit itu, waktu itu, jawab telepon saya bilang gini 'Mas, sudah tutup, Anda gagal, silakan coba tahun depan'. Selesai," kata Anies Baswedan. ***

Share this article
Kisah Anies Baswedan berjuang untuk bisa mendapat beasiswa fullbright di Amerika, sampai lakukan hal ini.