AYOJAKARTA.COM - Calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan ceritakan perjalanan awal mula dirinya bisa terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Anies bercerita dirinya bisa terpilih sebagai Gubernur berawal dirinya dicopot jabatannya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) pada tahun 2016 lalu.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini, membeberkan bahwa dirinya sempat diminta untuk bertemu dengan seseorang yakni pengusaha sekaligus politikus Aksa Mahfud.
“Saya berhenti pada 27 Juli, sekitar bulan Agustus saya mendapat telepon dari seseorang yang meminta saya untuk bertemu, orang itu Pak Aksa Mahfud,” kata Anies, dikutip Ayojakarta.com dari kanal Youtube Abdel Achrian.
Dalam pertemuannya dengan Aksa Mahfud itu, Anies mengaku untuk pertama kalinya ia mendapat tawaran untuk dicalonkan sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Saat pertama kali mendapatkan tawaran sebagai Gubernur dari Aksa Mahfud, Anies pun tidak langsung menerima tawaran tersebut.
Baca Juga: Ternyata Ada Sosok Hewan Ini, di Balik Keberhasilan Anies Baswedan Menjadi Gubernur DKI Jakarta
Sebab, menurutnya untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta banyak hal yang harus dipertimbangkan termasuk lawannya dalam Pemilu.
“Apalagi udah kebayang tuh Jakarta, Pak Basukinya kuat sekali angkanya tinggi terus populer. Nggak sesederhana gitu,” katanya.
Lebih lanjut, Anies pun bercerita bahwa dirinya sempat mendapatkan undangan dari Prabowo Subianto untuk mendatangi rumahnya.
Baca Juga: Jelang Debat Capres, Timnas AMIN Pastikan Anies Baswedan Paparkan Cara Indonesia Dikagumi Dunia
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo Subianto sempat memberikan sebuah pesan kepada Anies untuk melanjutkan pemerintahan memimpin DKI Jakarta.
“Pak Prabowo waktu itu bilang buat saya adalah yang penting menyelamatkan Jakarta, kita harus mengembalikan Jakarta jangan sampai retak,” tuturnya.
Menurut Anies, Prabowo merasa bertanggung jawab untuk terus mengembalikan kepemimpinan Jakarta setelah ditinggal oleh Joko Widodo.
“Beliau merasa kepemimpinan itu terjadi karena beliau yang mengusulkan (Jokowi) pada tahun 2012. Dalam perjalanannya beliau merasa ini tidak tepat, karena saya yang mengusulkan maka saya juga yang harus mengganti,” imbuh Anies.***

Share this article
Ternyata usulan saat Anies Baswedan diminta mencalonkan Gubernur DKI Jakarta bukan datang dari Prabowo Subianto.