AYOJAKARATA.COM – Pada debat ketiga Pilpres 2024, para calon presiden diberikan kesempatan untuk menguasai panggung dalam tema terkait pertahanan dan lainnya.
Dalam debat ketiga tersebut, calon presiden (capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto menyebutkan terkait pengadaan alutsista dan alat militer.
Debat ketiga capres tersebut diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Istora Senayan GBK, Jakarta, pada Minggu, 7 Januari 2024.
Sebelumnya, moderator mempertanyakan terkait penanganan isu keamanan di Laut China Selatan, dan dalam menanggapi hal tersebut, paslon nomor urut 2 menuding kalau capres nomor urut 1 menyesatkan.
Baca Juga: Anies Baswedan Singgung Soal Etika, Prabowo Ngegas Sebut Anies Menyesatkan
Diketahui Prabowo Subianto menyebutkan bahwa capres Anies Baswedan mengenai alutsista bekas adalah menyesatkan.
"Jadi barang-barang bekas gitu menurut saya menyesatkan rakyat, itu pak tidak pantas oleh profesor ngomong gitu ya. Karena dalam pertahanan 50 persen alat-alat dimanapun adalah bekas sampai usianya masih muda, jadi nggak perlu jauh di masing-masing saja," sebut Prabowo Subianto.
Lantas, apakah pernyataan Prabowo Subianto terkait seluruh alat perang di dunia memang 50 persennya adalah bekas?
Untuk mengecek fakta sebenarnya, dosen Hubungan Internasional Universitas Paramadina Prasetia Nugraha menyebutkan sesuai dengan data merujuk pada data Central Intelligence Agency (CIA).
Baca Juga: Usai Debat Capres Prabowo Kecewa Soal Kualitas Paslon Lain, Mengenai Apa?
Disebutkan bahwa memang sebagian besar negara di dunia khususnya negara berkembang dan kurang berkembang menggunakan atau membeli alutsista bekas, namun untuk data persentasenya yang lebih spesifik maka perlu ditinjau lebih jauh lagi.
Di samping itu, dosen Asisten Ahli Hubungan Internasional dan Hubungan Ekonomi Politik Internasional Universitas Tidar Bonifasius Endo Gauh Perdana juga turut berkomentar.
Dirinya menyebutkan bahwa di Amerika Serikat sendiri sebagai negara yang memproduksi produk pertahanan terbesar militer di dunia setidaknya membutuhkan waktu 29 bulan untuk memproduksi kebutuhan domestic alutsista.
Apabila ada negara lain yang ingin membeli produksi AS, maka harus melalui persetujuan DPR atau Kongres yang tentu membutuhkan waktu yang lama.
Baca Juga: Tidak Puas Jawaban Prabowo saat Ditanya soal Data Pertahanan, Ganjar: Saya Butuh Hari Ini Pak
"Seringkali, hanya alutsista bekas yang diizinkan untuk dijual ke negara lain kecuali ada pertimbangan lain. Oleh karena itu, seringkali negara-negara pengimpor alutsista hanya bisa mendapatkan alutsista bekas yang masih layak pakai," kata Tidar Bonifasius Endo Gauh Perdana, dikutip dari Suara.com, Senin, 8 Januari 2024.
Namun, kata dia, untuk pernyataan capres Prabowo Subianto terkait negara membeli 50% alutsista bekas tidak dapat diverifikasi.***

Share this article
Dalam debat ketiga, calon presiden (capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto menyebutkan terkait pengadaan alutsista dan alat militer.