AYOJAKARTA.COM - Debat Capres Ketiga yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta pada Minggu 7 Januari 2024, menunjukkan momen ketegangan dan ketajaman sorotan antara para calon presiden.
Pada kesempatan tersebut, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo, secara bersamaan 'menghajar' Prabowo Subianto.
Ketegangan muncul terutama terkait rencana Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang ingin membeli 12 pesawat tempur Mirage 2000-5 bekas dari Angkatan Udara Qatar.
Tujuan rencana ini adalah untuk memperkuat kesiapan tempur TNI AU.
Namun, rencana ini mendapat kritik tajam dari Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.
Baca Juga: Deretan Bisnis Prabowo Subianto, Capres Terkaya di Pilpres 2024
Ganjar Pranowo menganggap Prabowo Subianto terlalu gegabah dalam mengambil keputusan tersebut.
"Saya bertanya kepada pilot. Saya bertanya kepada angkatan laut pada persoalan ini perencanaan pembangunan yang top down membuat seluruh matra hanya menerima saja," ujar Ganjar Pranowo dikutip ayojakarta.com dari suara.com, Selasa (9/1/2024).
Anies Baswedan juga menyampaikan kritik serupa.
Ia mengaitkan rencana pembelian alutsista bekas dengan anggaran Kementerian Pertahanan yang mencapai Rp 700 triliun.
Baca Juga: Yuk Ketahui Makanan Favorit Capres dan Cawapres Pemilu 2024, Mulai dari Gudeg hingga Ketan Hitam
Anies Baswedan menyoroti bahwa banyak prajurit TNI yang tak memiliki rumah dan menilai penggunaan anggaran tersebut tak tepat.
"Rp 700 triliun anggaran Kemenhan tidak bisa mempertahankan itu, justru digunakan untuk membeli alutsista yang bekas di saat tentara kita lebih dari separo tidak memiliki rumah dinas," ungkap Anies Baswedan.
Debat Capres Ketiga memberikan gambaran bahwa isu pertahanan dan kebijakan militer menjadi salah satu fokus kritis dari lawan politik Prabowo Subianto.
Kritik tersebut menjadi bagian penting dalam perdebatan menuju Pilpres 2024 yang semakin memanas.***

Share this article
Prabowo Subianto dapat kritik tajam dari Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan soal anggaran Kemenhan Rp 700 triliun.