AYOJAKARTA.COM -- Presiden ke-2 Republik Indonesia Soeharto kembali ‘hidup’ lewat sebuah kecanggihan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan memberikan pernyataan soal Pemilu 2024.
Pernyataan AI Soeharto tersebut muncul di akun media sosial milih Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Erwin Aksa.
Sontak saja kemunculan Soeharto meskipun hanya lewat teknologi AI menuai banyak sorotan dari banyak masyarakat.
Baca Juga: Sri Mulyani Mendadak Beri Isyarat Pesan untuk Pemilu 2024: 'Jangan Pilih Pemimpin yang Emosian'
Begitu juga dengan para pengamat politik ikut mengomentari soal kehadiran AI Soeharto jelang Pemilu 2024 ini.
Seorang pengamat politik, Ikrar Nusa Bakti justru menilai bahwa kemunculan Soeharto yang ‘hidup’ kembali melalui teknologi Deep Fake AI ini justru tidak mengena di mata masyarakat.
“Yang memunculkan Soeharto berkampanye untuk Partai Golkar menurut saya nggak mengena ya,” ujar Ikrar seperti dikutip Ayojakarta.com pada kanal YouTube Kompas TV, Jumat (12/1/2024).
Menurut Ikrar, hal itu karena saat ini masyarakat Indonesia khususnya anak muda tidak begitu mengenal siapa Soeharto dan apa yang dilakukannya selama menjabat sebagai presiden 32 tahun lamanya.
Selain itu apa yang dilakukan Soeharto kala menjabat juga berbeda dengan dua presiden yang disebutkan yakni Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo.
Baca Juga: Viral! Pengungsi Rohingya Masuk DPT Pemilu 2024 di Tulungagung, Penemuan KK Indonesia Jadi Sorotan
“Kenapa demikian, sebagian besar rakyat Indonesia khususnya anak-anak muda banyak yang tidak mengenal Soeharto, dan kemudian juga apa yang dilakukan Soeharto yang dulu juga berbeda dengan apa yang dilakukan oleh para penggantinya ya, termasuk juga yang disebutkan adalah Pak Susilo Bambang Yudhoyono dan juga Presiden Joko Widodo,” lanjutnya.
Ikrar pun mengaku bertanya-tanya bahwa mengapa hanya dua presiden ini yang disebut, sedangkan program pembangunan sendiri sudah pasti dilakukan oleh seluruh presiden sebagai program yang berkesinambungan.
“Yang jadi pertanyaan saya apakah cuma dua orang ini yang melanjutkan program-program pembangunan infrastrukturnya Soeharto. Sementara kita tahu ya, bahwa pembangunan program infrastruktur itu kan tidak berhenti kepada satu dua orang presiden saja, tapi memang itu kesinambungan program dari satu presiden ke presiden yang lain,” tutur Ikrar.
Sebelumnya Golkar kembali menghidupkan sosok pemimpin orde baru Soeharto melalui AI yang diunggah di akun media sosial Erwin Aksa.
Erwin Aksa pun memberikan pernyataan bahwa kemunculan Soeharto sebagai pengingat bahwa selama memimpin Partai Golkar semasa hidupnya, Soeharto memiliki banyak prestasi khususnya dalam bidang pembangunan di Indonesia.
“Partai Golkar yang kita tahu dipimpin oleh Pak Harto selama beliau berkuasa banyak sekali prestasi yang dibangun kan sehingga beliau juga dijuluki bapak pembangunan Indonesia,” ujar Erwin.
Baca Juga: Yuk Ketahui Makanan Favorit Capres dan Cawapres Pemilu 2024, Mulai dari Gudeg hingga Ketan Hitam
“Mengingat bagaimana infrastruktur dibangun, bendungan dibangun, irigasi dibangun, pertanian dibangun, SD impres dibangun, posyandu dibangun, puskesmas dibangun, dan begitu banyak hal yang dibangun oleh beliau termasuk juga industri strategis,” imbuhnya.
Selain itu menurut Erwin, bahwa sejarah Partai Golkar dengan Soeharto merupakan hal yang tidak terlupakan.***

Share this article
Soeharto kembali ‘hidup’ lewat sebuah kecanggihan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan memberikan pernyataan soal Pemilu 2024.