AYOJAKARTA.COM – Ramai diberitakan jika Menkopolhukam Mahfud MD akan mengumumkan keputusannya mundur dari jabatan menteri kabinet Jokowi.
Bahkan disebutkan juga bahwa Mahfud MD telah menunjukkan surat pengunduran dirinya tersebut ketika sedang kampanye di Lampung.
Dimana surat pengunduran diri tersebut nantinya akan segera diserahkan kepada Presiden Joko Widodo dan ia juga mengatakan akan berpamitan dengan baik-baik.
Rupanya keputusan Mahfud MD mundur dari jabatannya sebagai Menkopolhukam tersebut sudah dirancang lama bersama Ganjar serta koalisi partai lainnya.
Hal itu diungkap oleh Hasto Kristiyanto selaku Sekjen PDIP melalui tayangan di akun TikTok @kompastvnews pada (31/1/24).
“Terkait dengan mundurnya Prof Mahfud sebenarnya sudah dirancang antara Pak Ganjar Pranowo dan Prof Mahfud MD bersama dengan partai politik pengusungnya PDI Perjuangan, PPP, Perindo, dan Hanura di dalam rapat dengan TPN beberapa waktu lalu,” terang Hasto.
Hasto juga menyebut bahwa keputusan Mahfud untuk mundur ini merupakan momen yang tepat apalagi belakangan terjadi kondisi sentimen negatif yang cukup besar.
Salah satu kondisi sentimen negatif yang disebut oleh Hasto tersebut adalah sosmed Mahfud MD yang diunfollow oleh Presiden Jokowi.
“Dan kemudian ini suatu momentum yang sangat baik terlebih setelah ada sentimen negatif yang begitu besar sampai ada gerakan unfollow terhadap sosial media dari Presiden Jokowi,” terangnya.
Hal itulah yang kemudian jadi perhatian besar PDIP dan para koalisinya lalu berujung dengan keputusan Mahfud MD mundur dari jabatannya.
Baca Juga: Ratusan Mahasiswa ITB Terancam DO karena Keuangan, Anies Baswedan Berikan Tanggapan
Meski memutuskan mundur dari jabatannya, namun Hasto menegaskan jika Mahfud MD akan tetap menyelesaikan pekerjaan yang masih menjadi tanggung jawabnya.
“Itu yang kemudian kami cermati, tetapi Prof Mahfud sebagai pendekar hukum itu juga harus menempatkan skala prioritas pada kepentingan rakyat, bangsa, dan negara,” tegas Hasto.
“Persoalan Rembang misalnya, memerlukan sosok yang sangat tegas untuk menyelesaikan setidak-tidaknya memberikan suatu rekomendasi agar berbagai ketidakadilan terhadap berbagai konflik agraria terhadap kejahatan-kejahatan keuangan melalui sistem online yang sering terjadi, pinjaman online, sistem asuransi, dan sebagainya,” lanjutnya.
Selain itu Hasto Kristiyanto juga berharap kepada siapapun yang nanti akan jadi pengganti Mahfud bisa memiliki semangat yang sama untuk membela rakyat serta menegakkan keadilan.
“Sehingga ini akan dikebut oleh Prof Mahfud untuk dapat diselesaikan sehingga siapapun yang nanti akan menggantikan Prof Mahfud tetap di dalam suatu spirit yang sama untuk membela rakyat untuk menegakkan keadilan jangan malah menumbuhkan suatu kekuatan intimidasi yang baru,” ujar Hasto menyampaikan harapannya.
“Ada Prof Mahfud saja muncul intimidasi apalagi kalau tidak ada Prof Mahfud, nah mundur tidaknya sudah disepakati bersama hanya masalah menegakkan hukum untuk rakyat inilah yang dikebut oleh Prof Mahfud untuk segera diselesaikan,” imbuhnya.
Lantas saat ditanya apakah Mahfud sudah mendapatkan restu dari Megawati soal keputusannya mundur dari jabatan Menkopolhukam, Hasto menyampaikan seperti berikut.
“Sudah lama diberikan restu Pak Mahfud sudah bertemu dengan sebelumnya dengan Pak Usman Sapta kemudian kemarin dengan ibu Mega , hari ini dengan Pak Hari Tanu, dan sebelumnya juga sudah bertemu dengan Pak Mardiono,” tegas Hasto.
Hasto melanjutkan, “Jadi ini merupakan pertemuan rutin yang dilakukan mencermati dinamika politik nasional maka hasil-hasil pertemuan itu kemudian dibawa dalam pertemuan antara Prof Mahfud dengan Bapak Menteri Sekretaris Negara, jadi clear ya.”***
Share this article
Rupanya keputusan Mahfud MD mundur dari jabatannya sebagai Menkopolhukam tersebut sudah dirancang lama bersama Ganjar serta koalisi partai l