AYOJAKARTA.COM - Menko Polhukam, Prof. Mahfud MD, resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam).
MUndurnya Calon Wakil Presiden (Cawapres) 03 itu dari Menko Polhukam mendapat tanggapan dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.
Menurut Hasto, Presiden Joko Widodo (Jokowi) Presiden perlu memilih seseorang yang memiliki integritas tinggi, seperti Mahfud MD untuk mengisi jabatan Menko Polhukam.
"Yang punya integritas seperti Prof Mahfud siapa lagi, bukan pada persoalan orang, ini sudah pada persoalan sistem," kata Hasto dikutip ayojakarta dari YouTube Kompas TV pada Kamis (1/2/2024).
Untuk pengisian jabatan tersebut, lanjut Hasto Integritas seperti Mahfud MD tidak mudah ditemukan. Untuk itu penting untuk memilih sosok yang fokus pada perbaikan sistem.
Tentang kemungkinan pengaruh mundurnya Mahfud pada politik, Hasto mengingatkan tentang krisis politik pada masa lalu.
"Mundurnya menteri bisa menciptakan krisis politik. Harapannya, keputusan diambil dengan bijak demi kepentingan bangsa dan negara," harapnya.
Ia pun mengapresiasi keputusan Mahfud yang berani mengundurkan diri dari jabatan menteri.
"Semoga integritas Mahfud MD menjadi teladan, termasuk bagi Pak Prabowo yang mengelola anggaran besar. Meskipun sulit, mundur dengan integritas adalah sikap gentleman," ucapnya.
Ia menegaskan, bahwa PDI Perjuangan akan terus menyuarakan kebenaran, meskipun dihadapkan pada tekanan hukum yang besar.
"Meskipun ketika kami menyuarakan kebenaran begitu banyak tekanan tekanan hukum," tandasnya.***
Share this article
Sekjen PDIP Hastro Krisyanto mengapresiasi keputusan Mahfud yang berani mengundurkan diri dari jabatan menteri kabinet Jokowi