AYOJAKARTA.COM - Sebagai Menkopolhukam, tentu tak heran jika Mahfud MD terus menuai perhatian publik apa lagi saat ini ia merupakan cawapres dari Ganjar Pranowo.
Di balik prestasi dan kasus besar yang pernah ditanganinya, ternyata Mahfud MD juga memiliki sejumlah kontroversi saat menjadi Menkopolhukam.
Kontroversi Mahfud MD ini menuai banyak sorotan dan bikin penasaran publik.
Berikut deretan kontroversi Mahfud MD yang dirangkum ayojakarta.com dari berbagai sumber, Kamis (1/2/2024).
Baca Juga: Pengamat: Variabel Elektoral Bukan Pertimbangan Utama Mahfud Mundur dari Kabinet
1. Tegaskan tak ada pelanggaran HAM berat
Mahfud MD sempat mengatakan bahwa tak ada pelanggaran HAM berat di zaman Presiden Joko Widodo.
Tetapi ada kesimpangsiuran pemberitaan yang beredar di masyarakat.
“Salah jika berita mengatakan bahwa 'Kata Bapak tidak ada pelanggaran HAM di jaman Pak Jokowi'. Banyak pelanggaran HAM. Teroris itu pelanggaran HAM, pembunuhan itu pelanggaran HAM, pemantauan itu pelanggaran HAM,” kata Mahfud MD dikutip ayojakarta.com dari laman polkam.
Ia mengatakan terkait pelanggaran HAM yang tak terjadi di zaman presiden Jokowi itu adalah pelanggaran HAM berat sebagaimana direkomendasikan Komnas HAM.
“Saya bilang, kalau menggunakan ukuran pelanggaran yang ditetapkan oleh Komnas HAM tidak ada pelanggaran HAM yang dilakukan,” ucapnya.
2. Sebut LGBT sebagai kodrat
Mahfud MD sempat mengatakan bahwa tindakan LGBT tak dapat dimuat dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru.
Menurutnya, Undang-Undang tidak bisa mempermasalahkan sesuatu yang bersifat kodrati.
"Larangan LGBT enggak bisa dimuat di situ (KUHP baru). Enggak ada larangan LGBT. 'Pak, itu kan hukum agama?' Tapi bagaimana memuatnya?.' LGBT itu sebagai kodrat kan tidak bisa dilarang,” kata Mahfud MD.
3. Sebut ‘Membiarkan Ibu Lahirkan Anak Tak Berakhlak Itu Dosa Besar'
Cawapres Ganjar Pranowo itu sempat mengatakan bahwa membiarkan ibu melahirkan anak tak berakhlak itu dosa besar.
Hal itu diucapkan olehnya ketika menjawab pertanyaan dalam acara dialog bertajuk 'Tabrak Prof' di Bento Kopi, Bandar Lampung, pada Kamis (25/1/2023) malam.
"Membiarkan emak-emak dan ibu-ibu untuk melahirkan anak-anak yang tidak berakhlak, itu adalah satu dosa besar kepada bangsa ini. Bangsa ini akan hancur manakala generasi mendatang itu tidak punya etika dan tidak punya akhlak," kata Mahfud MD.
Pernyataan Mahfud itupun menjadi viral dan mendapat banyak kecaman dari publik.
Baca Juga: Komandan Pemilih Muda TKN Sebut Kontroversi Gibran Rakabuming Raka Adalah Dinamika Jaman Now
4. Berbohong dalam kasus Ferdy Sambo
Baru-baru ini, beredar sebuah video kampanye Mahfud MD yang menarasikan dirinya seolah-olah paling berjasa dalam kasus Ferdy Sambo.
Tak hanya itu, Mahfud MD juga mengatakan pihak pengacara Brigadir J dan keluarga korban sempat mendatanginya sambil nangis-nangis.
“Kamaruddin Simanjuntak datang kepada saya ditemani Irma Hutabarat dan siapa, keluarganya nangis bahwa kami nggak percaya bahwa ini dibunuh sayapun nggak percaya saya bilang,” kata Mahfud MD dikutip ayojakarta.com dari YouTube Irma Hutabarat.
Namun, pernyataan itu dibantah Irma Hutabarat dan Martin Simanjuntak selaku pengacara Brigadir J.
Ia mengatakan tak ada tangisan saat pertemuan dengan Mahfud MD dan saat bertemu pun hanya berdiskusi santai.***

Share this article
Berikut ini deretan kontroversi Mahfud MD saat jadi Menkopolhukam, terbaru soal kebohongan di kasus Ferdy Sambo.