AYOJAKARTA.COM - Rismon Sianipar selaku Pakar Digital Forensik dan Komputer Vision saat ini masih terus aktif dalam mengungkap kejanggalan kasus Jessica Wongso.
Rismon Sianipar masih terus yakin jika Jessica Wongso tidak bersalah dalam pembunuhan Wayan Mirna Salihin.
Rismon Sianipar menyebut bahwa CCTV Jessica Wongso sebelumnya telah direkayasa.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Pekerjaan Apa yang Cocok Buatmu? Jawab Pertanyaan Ini dan Temukan Hasilnya
Sosok yang hingga kini masih disebut sebagai orang yang diduga telah merekayasa rekaman CCTV tersebut adalah Muhammad Nuh Al Ahzar dan Christoper Hariman Rianto.
Bahkan, Rismon juga menyebut jika Muhammad Nuh Al Ahzar dibantu oleh seorang Ahli Digital Forensik.
Dan orang yang dimaksud adalah Muhammad Salahudin yang merupakan anggota dari Asosiasi Forensik Digital Indonesia (AFDI).
“Ada satu orang namanya Muhammad Salahudin, Ahli Digital Forensik dari Kominfo ternyata dia adalah rekan Muhammad Nuh Al Ahzar di Asosiasi Forensik Digital,” kata Rismon dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Balige Academy.
Rismon menyebut bahwa Muhammad Nuh Al Ahzar merupakan orang yang mendirikan AFDI.
Ia juga mengatakan jika Muhammad Salahudin ikut membantu membenarkan rekaman CCTV yang dibawa oleh Muhammad Nuh Al Ahzar.
“Mereka sudah terbiasa makan dari kasus-kasus forensik di pengadilan, bayangkan masih muda orang ini sayangnya itu membenarkan penipuan Muhammad Nuh Al Ahzar karena bosnya mungkin jadi dia tunduk,” ujarnya.
Dengan adanya hal tersebut, Rismon pun yakin jika Muhammad Salahudin merupakan bagian dari tim Muhammad Nuh Al Ahzar dan Christoper Hariman Rianto.
“Saya yakin dia satu tim dengan Muhammad Nuh Al Ahzar dan Christoper Hariman Rianto untuk melakukan penipuan dan rekayasa ini,” tuturnya.
Menurutnya, sebaiknya Muhammad Salahudin juga perlu ditangkap oleh pihak terkait.***

Share this article
Terkini kasus Jessica Wongso, Rismon Sianipar sebut Muhammad Nuh Al Ahzar dibantu oleh seorang Ahli Digital Forensik, siapa?