AYOJAKARTA.COM - Selain menjelaskan tentang penetapan 1 Ramadhan di tanah air, Ketum PBNU, Gus Yahya juga mengomentari situasi terkini di Jalur Gaza.
Selama ini, menurut Gus Yahya, penguasa Israel telah menutup akses ke Masjidil Aqsa sehingga beliau memintanya agar di bulan Ramadhan akses tersebut kembali dibuka.
Situasi di Jalur Gaza menjelang bulan Ramadhan ini memang sangat mengkhawatirkan menurut Gus Yahya, bahkan telah menjadi bencana.
Beliau juga secara khusus menginstruksikan doa untuk saudara-saudara di Palestina.
“Jadi, sudah sejak Oktober hingga sekarang, 5 bulan lebih, kita semua sudah berikhtiar dengan segala cara yang mungkin untuk membantu mencari jalan keluar untuk saudara-saudara di Palestina, khususnya di Gaza dan Tepi Barat.”
Gus Yahya mengkhawatirkan bahwa malapetaka yang terjadi di Gaza sekarang ini cenderung menjadi status quo.
Baca Juga: Psikologi Cinta: 5 Strategi Menghadapi Persaingan agar Sukses Dapatkan Hati GebetanBaca Juga: Psikologi Cinta: 5 Strategi Menghadapi Persaingan agar Sukses Dapatkan Hati Gebetan
Penyebabnya adalah karena suara masyarakat secara internasional sama sekali tidak didengar dan diabaikan oleh mereka yang terlibat bencana di Palestina.
“Semua suara dari kalangan-kalangan non pemerintah sudah dikeluarkan dan semuanya diabaikan, bahkan ICJ (Mahkamah Internasional, red), yang kemarin sudah membuat keputusan itu juga sama sekali diabaikan.”
Maka dari itulah, Gus Yahya menghimbau kepada pemerintah-pemerintah, terutama bukan hanya kepada pemerintah Indonesia, untuk tidak berhenti membuat inisiatif atas nama pemerintah demi mencari solusi atas Palestina ini.
Baca Juga: Daftar Daerah yang Dilalui Garis Khatulistiwa di Indonesia, Keberagaman Geografis yang Menakjubkan
Gus Yahya menekankan bahwa para pemimpin dunia harus membuat manuver-manuver dan juga kebijakan yang menentukan yang dilaksanakan secara sungguh-sungguh di lapangan.
Situasi di Palestina dan Gaza harus diupayakan secara terus menerus untuk membongkar kebekuan bencana yang sedang sedang berlangsung.
Bencana kemanusiaan, menurut Gus Yahaya, sudah tidak tertanggungkan dan tidak boleh dibiarkan terus menerus.
Baca Juga: Daftar Daerah yang Dilalui Garis Khatulistiwa di Indonesia, Keberagaman Geografis yang Menakjubkan
Gus Yahya juga meminta secara sungguh-sungguh kepada penguasa Israel untuk membuka akses Masjidil Aqsa agar bisa digunakan untuk ibadah pada Ramadhan ini.
“Kami juga meminta kepada aktor-aktor global, untuk mengingat keadaan ini, bisa memicu terjadinya dinamika yang sangat berbahaya untuk stabilitas dan keamanan global karena prinsip-prinsip hukum internasional telah dilanggar dan dibiarkan berlangsung.”
Situasi inilah yang dikhawatirkan oleh Ketua Umum PBNU, bisa membuat putus asa masyarakat internasional atas tatanan internasional atas aturan-aturan yang telah disepakati.
Baca Juga: 7 Kabupaten dan Kota dengan Tetangga Terbanyak di Indonesia, Mulai dari Solok hingga Muara Enim
Pada kesempatan tersebut, Gus Yahya juga menyampaikan ijazah doa dari Rais A’am PBNU, yaitu Qunut Nazilah, untuk memohon pertolongan Allah demi Palestina, yang dahulu juga pernah diijazahkan Rais Akbar PBNU, Hadratus Syekh KH. Hasyim Asyari, pada tahun 1938.
“Jadi dulu pernah Rais Akbar mengijazahkan doa ini dan kembali diijazahkan oleh Raim A’am, dan kami instruksikan kepada seluruh jaringan NU untuk mengamalkan doa ini.”
Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Yahya menginstruksikan kepada seluruh jajaran pengurus NU di semua tingkatan untuk mengawal pengamalannya, di masjid-masjid, pesantren-pesantren, sekolah-sekolah dan lain sebagainya.
***

Share this article
Selain menjelaskan tentang penetapan 1 Ramadhan di tanah air, Ketum PBNU, Gus Yahya juga mengomentari situasi terkini di Jalur Gaza.