Pegi Setiawan Makin Tersudut, Polisi Beberkan Bukti Keterlibatannya di Kasus Vina Cirebon

Kuasa hukum Pegi Setiawan bantah soal bukti kuat keterlibatan kliennya yang dibeberkan polisi.
Kuasa hukum Pegi Setiawan bantah soal bukti kuat keterlibatan kliennya yang dibeberkan polisi.

AYOJAKARTA.COM -- Kasus pembunuhan Vina Cirebon kini semakin panas dengan kemunculan aktor-aktor baru.

Pegi Setiawan adalah sosok yang kini hangat jadi perbincangan publik karena tersangkut kasus pembunuhan Vina Cirebon.

Meski dituding terseret kasus Vina Cirebon, Pegi Setiawan mengaku tidak tahu apa-apa.

Jauh sebelum ditetapkan sebagai terduga pelaku pembunuh Vina Cirebon, sebenarnya polisi sudah pernah melakukan penyelidikan tentang identitasnya dan ciri-cirinya terkait dengan DPO Pegi alias Perong.

Baca Juga: Psikolog Forensik Reza Indragiri Sebut Penyebab Kematian Eki dan Vina Tidak Disebutkan Akibat Pembunuhan

Bahkan Ibu Pegi Setiawan mengaku pernah didatangi beberapa polisi yang melakukan penggeledahan di rumahnya di Cirebon.

Hingga belum lama ini, polisi kembali menginformasikan tentang penangkapan Pegi Setiawan yang diduga merupakan satu dari tiga DPO yang telah ditetapkan.

Di sisi lain, penangkapan Pegi Setiawan atas dugaan keterlibatannya di kasus pembunuhan Vina Cirebon tidak membuat keluarga dan tim kuasa hukumnya yakin.

Pasalnya masih banyak kejanggalan yang diyakini keluarga dan dan tim kuasa hukum, bahwa Pegi Setiawan bukan merupakan DPO Pegi alias Perong.

Baca Juga: Postingan Facebook Pegi Setiawan Diduga Dihapus Oknum Penyidik, Toni RM Siap Laporkan ke Propam

Maka dari itu, tim kuasa hukum Pegi Setiawan kini mengajukan praperadilan untuk memngusut tuntas dugaan adanya kesalahan prosedur yang dilakukan pihak kepolisian.

Terkait hal tersebut, pihak kepolisian tak tinggal diam dengan membeberkan beberapa bukti kuat bahwa Pegi Setiawan adalah DPO Pegi alias Perong dan bukan salah tangkap.

Bukti-bukti Pegi Setiawan di kasus Vina Cirebon, benar ia pelakunya?

Hal tersebut juga dijabarkan mantan Kapolda Jabar 2016-2017, Irjen (Purn) Anton Charliyan.

Baca Juga: Disebut Otak Kasus Vina Cirebon, Nasib Pegi Setiawan Kini Diujung Tanduk, Pengacara: Kalau Banyak Ceweknya...

Dalam sebuah acara tanya jawab di Kompas TV, Irjen (Purn) Anton Charliyan mengungkap tentang beberapa bukti terkait penyebab tewasnya Vina dan Eki pada tahun 2016 oleh Pegi alias Perong.

Ia menjabarkan tentang hasil visum yang diragukan tim kuasa hukum Pegi Setiawan, di mana ada kejanggalan yang sigifikan.

"Kalau kita bongkar secara teliti, hasil persidangan tahun 2017, peristiwanya tahun 2016. Di dalam hasil visum yang dituangkan, tidak ada sedikitpun dinyatakan korban meninggal akibat trauma tajam, semuanya akibat trauma tumpul," ungkap Tim Kuasa Hukum Pegi Setiawan.

Selanjutnya hal tersebut dikaitkan dengan adanya bukti samurai dalam kasus Vina Cirebon yang diragukan oleh tim kuasa Pegi Setiawan.

"Tapi entah mengapa di dakwaan Jaksa penuntut umum itu ada alur cerita ada sabetan samurai pendek yang dilakukan oleh Pegi alias Perong", tambahnya lagi.

Baca Juga: Kontroversi Barang Bukti dalam Kasus Pegi Setiawan, Pengacara: Itu Cuma Foto Keluarga, Tidak Ada Kaitannya dengan Pembunuhan

Tentang samurai, pihak kuasa hukum Pegi Setiawan mempertanyakan apakah ada sidik jari Pegi Setiawan di benda tajam yang diduga digunakan untuk membunuh Vina dan Eki.

Dalam perdebatan itu, Mantan Kapolda Jabar 2016-2017 tersebut mengungkapkan saat itu penyidik belum menemukan adanyanya sidik jari tersebut.

Menepis hal itu, Irjen (Purn) Anton Charliyan menjelaskan secara gamblang bahwa pihak kepolisian sudah melakukan semua proses penyidikan secara teliti dan hati-hati.

Irjen (Purn) Anton Charliyan dengan tegas mengungkap bahwa kasus kematian Vina dan Eki Cirebon ini murni kasus pembunuhan bukan kecelakaan.

"Soal hasil visum itu dengan jelas menjelaskan bahwa kematian yang tidak wajar, entah itu karena benda tumpul, benda tajam, yang jelas itu bukan kecelakaan. Sudah dijelaskan, bagaimana mungkin kecelakaan? Helmnya tidak retak, tetapi kepalanya retak, tangannya patah", ungkap Mantan Kapolda Jabar 2016-2017 itu.

Baca Juga: Praperadilan Pegi: Irjen Sandi Nugroho Bantah Tuduhan Kurangnya Alat Bukti ‘Penyidik Tidak Diam Saja’

Selain samurai, sebenarnya polisi sudah mengumpulkan bukti-bukti yang mengisyaratkan bahwa Pegi Setiawan adalah Pegi Perong si DPO polisi.

Bukti-bukti tersebut berupa ijazah sekolah, foto keluarga, motor dan akun Facebook Pegi Setiawan.

Menilik lebih jauh, semua itu masih jadi hal yang dipertanyakan tim kuasa hukum dan keluarga.

Benarkah Pegi Setiawan adalah DPO Pegi alias Perong?***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Perong
# Anton Charliyan
# Eki
# Pegi Setiawan
# DPO
# Vina
# pembunuhan
# Cirebon
# Polisi

News Update

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).