AYOJAKARTA.COM — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah secara resmi menerima tawaran pemerintah untuk ikut mengelola sektor pertambangan di Indonesia.
Keputusan ini diambil setelah melalui rapat konsolidasi nasional yang melibatkan pimpinan wilayah Muhammadiyah dari seluruh Indonesia.
Konsolidasi nasional tersebut digelar di Kampus Universitas Aisyiyah Yogyakarta.
Dalam rapat tersebut, Muhammadiyah menyatakan kesiapannya untuk terjun langsung dalam pengelolaan tambang.
Hal ini didasari oleh keyakinan bahwa organisasi memiliki sumber daya manusia yang profesional di bidang pertambangan.
Baca Juga: Gak Cuma Teknik Pertambangan! 5 Jurusan Ini Ternyata Sering Jadi Incaran Perusahaan Tambang
Sehingga Muhammadiyah yakin akan mampu menjalankan operasional tambang secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
“Muhammadiyah siap menerima pengelolaan tambang itu karena pertimbangan pokok ingin mewujudkan keadilan dan kesejahteraan sosial bagi orang banyak,” ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV pada Senin, 29 Juli 2024.
Haedar menambahkan bahwa Muhammadiyah akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga keseimbangan ekosistem alam.
Tak hanya itu Muhammadiyah juga berusaha menjaga lingkungan sosial dalam proses pengelolaan tambang.
Namun, jika pada akhirnya ditemukan dampak negatif yang signifikan terhadap lingkungan dan masyarakat, Muhammadiyah tidak segan-segan untuk mengembalikan izin usaha tambang kepada pemerintah.
“Apabila kita pada akhirnya menemukan bahwa pengelolaan tambang itu lebih banyak keburukannya untuk lingkungan sosial dan lingkungan hidup serta berbagai aspek lainnya, Muhammadiyah juga secara gentleman dan bertanggung jawab untuk mengembalikan,” imbuhnya.
Dengan demikian, langkah Muhammadiyah masuk ke sektor pertambangan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Muhammadiyah berkomitmen untuk menjalankan bisnis pertambangan yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga berkelanjutan dan berkeadilan.***

Share this article
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah secara resmi menerima tawaran pemerintah untuk ikut mengelola sektor pertambangan di Indonesia.