AYOJAKARTA.COM -- Mpox atau cacar monyet merupakan penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia.
Berdasarkan informasi yang dikutip oleh Ayojakarta.com dari situs Infeksi Emerging, pada Sabtu, 17 Agustus 2024 menyebutkan bahwa penularan mpox atau cacar monyet biasanya terjadi melalui kontak fisik langsung dengan hewan terinfeksi, terutama pengerat dan primata.
Hewan-hewan ini berperan sebagai reservoir alami bagi virus mpox, sehingga kontak dengan mereka, khususnya jika mereka dalam kondisi sakit atau mati, dapat meningkatkan risiko infeksi.
Untuk menurunkan risiko penularan mpox dari hewan ke manusia, penting untuk menghindari kontak dengan hewan liar, terutama yang menunjukkan tanda-tanda sakit atau sudah mati.
Hal ini juga termasuk menghindari kontak dengan daging dan darah dari hewan-hewan tersebut.
Dalam konteks ini, sangat penting bagi masyarakat di negara-negara endemis untuk memastikan bahwa makanan yang berisi daging atau bagian tubuh hewan dimasak hingga matang sebelum dikonsumsi.
Memasak dengan baik dapat membunuh virus yang mungkin terdapat dalam daging tersebut, sehingga mencegah penularan lebih lanjut.
Selain potensi penularan dari hewan ke manusia, terdapat pula kekhawatiran akan penularan mpox dari manusia ke hewan.
Meskipun hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai penularan dari manusia ke hewan, risiko tersebut tetap ada.
Oleh karena itu, orang yang telah terkonfirmasi atau diduga terinfeksi mpox dianjurkan untuk menghindari kontak dekat dengan hewan.
Baca Juga: Waspada! Total Kasus Terkonfirmasi Capai 87 di Indonesia, Begini Gejala Mpox pada Manusia
Termasuk hewan peliharaan seperti kucing, anjing, dan hamster, serta ternak dan satwa liar.
Hal ini disarankan untuk mencegah penyebaran virus kepada hewan-hewan yang rentan terhadap virus monkeypox.
Dengan memahami cara penularan dan langkah-langkah pencegahan yang tepat, kita dapat meminimalisir risiko penularan mpox, baik dari hewan ke manusia maupun sebaliknya.

Share this article
Penularan mpox atau cacar monyet biasanya terjadi melalui kontak fisik langsung dengan hewan terinfeksi, terutama pengerat dan primata.