AYOJAKARTA.COM – Isu gempa megathrust telah menjadi perbincangan masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.
Seperti yang diketahui, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa gempa megathrust hanya tinggal menunggu waktu.
Kabar tersebut sempat membuat banyak masyarakat panik lantaran sejumlah daerah berpotensi dilanda gempa megathrust dengan magnitudo hingga 8,9.
Baca Juga: Banjir Rezeki, Info dari Petugas Ada 3 Bantuan Sosial yang Dicairkan Hari Ini, Ini Daftar Bansosnya
Pakar Kegempaan Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Nuraini Rahma Hanifa mengatakan bahwa ancaman megathrust paling serius terletak pada lokasi terjadinya gempa tersebut.
“Kalau kita bicara tentang ancaman megathrust yang paling serius itu dia ada terkait satu hazardnya atau bahayanya dimana, jadi kejadiannya dimana. Tapi kemudian ada juga penduduk yang bisa merasakan paling banyaknya dimana,” kata Rahma dikutip dari kanal YouTube BRIN Indonesia pada Senin (2/9/2024).
Rahma menjelaskan bahwa terdapat 15 segmen megathrust yang membentang sepanjang pesisir barat Sumatera, selatan Jawa, selatan Bali, NTT, NTB, utara Sulawesi, hingga utara Papua.
Ia menyebut gempa yang terjadi karena megathrust bisa mengguncang sejumlah daerah dengan kekuatan hingga magnitudo 9.
Namun, jika dilihat dari wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak maka Pulau Jawa yang risiko terdampak megathrust lebih tinggi.
“Memang kalau secara potensinya itu dia bisa magnitudonya sampai 9 ya kalau di daerah Sumatera, selatan Jawa, di utara Sulawesi itu bisa 8,5. Tapi secara penduduk paling padat adalah di Pulau Jawa. Artinya, kalau kita mempertemukan bahaya megathrust yang besar dengan penduduk yang paling padat, maka resikonya menjadi lebih tinggi di Pulau Jawa,” ujarnya.
Rahma menyebut megathrust bukanlah fenomena baru yang akan terjadi di Indonesia.
Ia mengungkapkan 20 tahun lalu Indonesia sudah pernah dilanda gempa megathrust seperti gempa di Aceh tahun 2004.
Selain gempa Aceh, gempa megathrust juga terjadi di Pangandaran, Jawa Barat dan Pulau Nias, Sumatera Utara pada 2006 lalu.
Kemudian, di tahun 1994 tercatat juga ada gempa megathrust yang terjadi di Pacitan, Jawa Timur.
“Potensi megathrust ini karena gempa adalah sesuatu yang siklusnya berulang jadi memang potensi kedepan itu untuk megathrust dia akan ada dan berulang. Tapi mungkin memang periode waktunya cukup panjang,” sebutnya.***

Share this article
Pakar Kegempaan Pusat Riset Kebencanaan Geologi (BRIN) Nuraini Rahma Hanifa mengatakan bahwa ancaman megathrust terletak pada...