AYOJAKARTA.COM - Presiden Prabowo Subianto akhirnya mengumumkan susunan lengkap Kabinet Merah Putih yang akan mendampingi masa kepemimpinannya.
Sejumlah nama besar muncul dalam kabinet ini, termasuk tokoh-tokoh politik dan profesional yang memiliki pengalaman panjang di bidangnya masing-masing.
Salah satu sorotan penting dari kabinet ini adalah keberlanjutan Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan, yang telah menjabat selama 10 tahun terakhir.
Baca Juga: Cara Hapus Objek yang Tidak Diinginkan pada Foto di HP Xiaomi, Gak Perlu Aplikasi Tambahan
Ia disebut sebagai "menteri sakti" karena tidak tergantikan dan konsisten mengawal kebijakan keuangan negara.
Pada posisi Kementerian Koordinator, Budi Gunawan dipercaya untuk menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan.
Yusril Ihza Mahendra, seorang ahli hukum terkemuka, didapuk sebagai Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan.
Sementara itu, Airlangga Hartarto tetap melanjutkan tugasnya sebagai Menteri Koordinator Perekonomian, sebuah posisi yang sangat strategis dalam mengawal kebijakan ekonomi negara.
Di bidang pembangunan manusia dan kebudayaan, Pratikno dipilih sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Posisi ini sangat krusial dalam memastikan kesejahteraan sosial masyarakat.
Agus Harimurti Yudhoyono, putra mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mendapat amanah sebagai Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Muhaimin Iskandar, seorang politisi senior, mengemban tugas sebagai Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, sementara Zulkifli Hasan dipercaya sebagai Menteri Koordinator Pangan. Kedua pos ini memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas pangan dan pembangunan di tengah tantangan global saat ini.
Baca Juga: Rilis di China, Cek Bocoran Spesifikasi Vivo X200, Penyimpanannya sampai 1TB?
Di sektor kementerian teknis, nama-nama berpengalaman juga menghiasi kabinet ini. Erick Thohir kembali ditunjuk untuk memimpin Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sebuah posisi yang dianggap penting dalam menjaga kinerja perusahaan-perusahaan milik negara.
Budi Gunadi Sadikin masih akan meneruskan kepemimpinannya di Kementerian Kesehatan, mengingat tantangan besar di sektor kesehatan pasca-pandemi.
Posisi Menteri Pertanian dipegang oleh Andi Amran Sulaiman, yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian nasional. Sedangkan Nasaruddin Umar akan menjabat sebagai Menteri Agama, dengan tugas mengawal isu-isu keagamaan yang terus berkembang di tanah air.
Salah satu kementerian yang paling diperhatikan dalam kabinet ini adalah Kementerian Pendidikan.
Prabowo memisahkan dua sektor pendidikan dengan menunjuk Abdul Mu'ti sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Satryo Soemantri Brodjonegoro sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Langkah ini diambil untuk lebih fokus pada pengembangan pendidikan di berbagai jenjang.
Sri Mulyani Indrawati tetap menjadi sosok yang kuat dalam kabinet ini. Dengan pengalamannya yang sudah mencapai satu dekade di Kementerian Keuangan, ia diharapkan mampu mempertahankan stabilitas ekonomi dan melanjutkan reformasi fiskal. Keberadaan Sri Mulyani dianggap sebagai penyeimbang di tengah dinamika politik dan ekonomi yang terjadi di Indonesia dan dunia.
Baca Juga: Pilgub Jakarta 2024: Ridwan Kamil Optimis Menang Satu Putaran, Yakin karena Vote dari Kalangan Ini!
Di sektor hukum, Prabowo menunjuk Supratman Andi Agtas sebagai Menteri Hukum dan Natalius Pigai sebagai Menteri HAM. Keduanya memiliki rekam jejak panjang dalam bidangnya masing-masing dan diharapkan mampu mengawal supremasi hukum di Indonesia.
Selain itu, Rosan Roeslani ditunjuk sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dengan tugas meningkatkan iklim investasi di Indonesia. Sementara itu, Sjafrie Sjamsoeddin diamanahkan untuk memimpin Kementerian Pertahanan, dengan fokus menjaga keamanan nasional di tengah situasi global yang kian tidak menentu.
Kabinet Merah Putih ini juga dilengkapi dengan sejumlah lembaga setingkat menteri yang memiliki peran strategis, seperti Muhammad Herindra yang memimpin Badan Intelijen Negara (BIN), serta Listyo Sigit Prabowo yang melanjutkan posisinya sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Dengan susunan kabinet yang dipenuhi oleh figur-figur berpengalaman, pemerintahan Prabowo Subianto diharapkan mampu membawa perubahan signifikan dalam berbagai sektor, termasuk ekonomi, infrastruktur, dan pembangunan manusia.
Berikut daftar menteri dalam Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran
1. Budi Gunawan, sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan;
2. Yusril Ihza Mahendra, sebagai Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan
3. Airlangga Hartarto, sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian;
4. Pratikno, sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan;
5. Agus Harimurti Yudhoyono, sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan;
6. Abdul Muhaimin Iskandar, sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat;
7. Zulkifli Hasan, sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan;
8. Prasetyo Hadi, sebagai Menteri Sekretaris Negara;
9. Muhammad Tito Karnavian, sebagai Menteri Dalam Negeri;
10. Sugiono, sebagai Menteri Luar Negeri;
11. Sjafrie Sjamsoeddin, sebagai Menteri Pertahanan;
12. Nasaruddin Umar, sebagai Menteri Agama;
13. Supratman Andi Agtas, sebagai Menteri Hukum;
14. Natalius Pigai, sebagai Menteri Hak Asasi Manusia;
15. Agus Andrianto, sebagai Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan;
16. Sri Mulyani Indrawati, sebagai Menteri Keuangan;
17. Abdul Mu’ti, sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah;
18. Satryo Soemantri Brodjonegoro, sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi;
19. Fadli Zon, sebagai Menteri Kebudayaan;
20. Budi Gunadi Sadikin, sebagai Menteri Kesehatan;
21. Saifullah Yusuf, sebagai Menteri Sosial;
22. Yassierli, sebagai Menteri Ketenagakerjaan;
23. Abdul Kadir Karding, sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
24. Agus Gumiwang Kartasasmita, sebagai Menteri Perindustrian;
25. Budi Santoso, sebagai Menteri Perdagangan;
26. Bahlil Lahadalia, sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral;
27. Dody Hanggodo, sebagai Menteri Pekerjaan Umum;
28. Maruarar Sirait, sebagai Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman;
29. Yandri Susanto, sebagai Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal;
30. M. Iftitah Sulaiman, sebagai Menteri Transmigrasi;
31. Dody Purwagandhi, sebagai Menteri Perhubungan;
32. Meutya Viada Hafid, sebagai Menteri Komunikasi dan Digital;
33. Andi Amran Sulaiman, sebagai Menteri Pertanian;
34. Raja Juli Antoni, sebagai Menteri Kehutanan;
35. Sakti Wahyu Trenggono, sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan;
36. Nusron Wahid, sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional;
37. Rachmat Pambudy, sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas;
38. Rini Widyantini, sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi;
39. Erick Thohir, sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara;
40. Wihaji, sebagai Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN;
41. Hanif Faisol Nurofiq, sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup;
42. Rosan Perkasa Roeslani, sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal;
43. Budi Arie Setiadi, sebagai Menteri Koperasi;
44. Maman Abdurahman, sebagai Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah;
45. Widianti Putri, sebagai Menteri Pariwisata
46. Teuku Riefky Harsya, sebagai Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif;
47. Arifatul Choiri Fauzi, sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak;
48. Ariobimo Nandito Ariotedjo, sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga;
49. Sanitiar Burhanuddin, sebagai Jaksa Agung;
50. Muhammad Herindra, sebagai Kepala Badan Intelijen Negara;
51. AM Putranto, sebagai Kepala Staf Kepresidenan;
52. Hasan Nasbi, sebagai Kepala Kantor Komunikasi Presiden;
53. Teddy Indra Wijaya, sebagai Sekretaris Kabinet.

Share this article
Presiden Prabowo Subianto akhirnya mengumumkan susunan lengkap Kabinet Merah Putih yang akan mendampingi masa kepemimpinannya.