Kabinet Gemuk Prabowo Resmi Dilantik, Apa Dampaknya terhadap APBN? Ini Penjelasan Guru Besar FEB UI

Bahkan lantaran jumlahnya yang cukup banyak, sampai-sampai kabinet yang disusun oleh Prabowo Subianto ini dijuluki ‘Kabinet Gemuk’.
Bahkan lantaran jumlahnya yang cukup banyak, sampai-sampai kabinet yang disusun oleh Prabowo Subianto ini dijuluki ‘Kabinet Gemuk’.

AYOJAKARTA.COM – Resmi dilantik sebagai Presiden RI 2024-2029, Presiden Prabowo Subianto gerak cepat membentuk susunan kabinet baru.

Tepatnya di hari Minggu, 20 Oktober 2024 kemarin, Prabowo secara resmi mengumumkan ada 48 menteri serta lima pejabat setingkat Menteri dan juga 56 Wakil Menteri yang dilantik dalam kabinet Merah Putih.

Jumlah kabinet yang dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto ini diketahui meningkat daripada era kabinet Jokowi.

Bahkan lantaran jumlahnya yang cukup banyak, sampai-sampai kabinet yang disusun oleh Prabowo Subianto ini dijuluki ‘Kabinet Gemuk’.

Lantas, adakah dampak kabinet gemuk yang disusun oleh Presiden Prabowo Subianto ini terhadap APBN?

Dikutip dari tayangan Youtube KOMPASTV pada (23/10/24), Telisa Aulia Falianty selaku Guru Besar FEB UI memberikan penjelasannya.

Dalam analisanya, Telisa menyebut bahwa jumlah kabinet gemuk ini sudah pasti ada implikasi terhadap anggaran pemerintahan.

Baca Juga: Rangkuman FR Tanggal 20 Oktober SKD CPNS 2024: Ini Bocoran Materi Soal TWK, TIU, dan TKP

“Ya, tentu ini ada implikasi nanti kepada belanja terutama di sisi belanja pemerintah pusat untuk, satu kegiatan belanja pegawai,” ujar Telisa.

“Jadi artinya bahwa ini kan para menteri wakil menteri baru tentu ada pos-pos anggaran baru meskipun sudah disampaikan di dalam pricelist Wamenkeu menyatakan bahwa sudah diantisipasi dalam APBN 2025,” lanjutnya.

Meski dikatakan jika anggaran pemerintahan nanti sudah diploting, namun menurut Telisa tetap membutuhkan waktu untuk koordinasi.

“Jadi katanya pos-pos itu sudah ada karena begitu ada kementerian baru itu akan terus diajukan anggarannya,” ungkap Telisa.

Lebih lanjut ia menerangkan, “Nah, itu juga bagaimana nomenklatur yang terpecah misalkan, kan ada beberapa kementerian yang dipecah ya nah itu agak membutuhkan waktu juga koordinasi dengan KemenpanRB dan juga banker di DPR itu.”

Dijelaskan oleh Telisa bahwa koordinasi tersebut perlu dilakukan terkait dengan pengalokasian anggaran pemerintahan.

“Bagaimana mengalokasikan anggaran-anggaran karena di starting poin pertama bener harus bekerja cuma kadang ada proses administrasi yang harus dijalani,” tuturnya.

“Nah, mudah-mudahan administrasinya ini tidak terlalu lama proses dari perubahan ini,” katanya lagi.

Guru Besar FEB UI tersebut juga menyinggung soal ketersediaan dari anggaran itu sendiri yang tentunya harus dipertimbangkan.

“Nah kemudian bagaimana ketersediaan dari anggaran negara itu sendiri, tentunya itu harusnya sudah dipertimbangkanya,” terangnya.

“Kan kita tahu ya Presiden sebelumnya itu di era Pak Jokowi itu adalah 34 Kementerian Lembaga nah kalau dari data kemarin itu yang Pak Presiden Jokowi itu kalau kita lihat belanja anggaran itu adalah di kisaran Rp300 miliar rupiah ya untuk anggaran terkait dengan para Menteri dan wakilnya,” imbuhnya.

Sementara untuk anggara di era Prabowo Subianto saat ini sudah jelas akan bertambah dan ditaksir mencapai triliunan.

Baca Juga: Ini 6 Rekomendasi HP Android Rp1 Jutaan yang Punya Desain Mirip iPhone, Tertarik Beli yang Mana?

“Nah ini ada salah satu lembaga yang memprediksikan bisa sekitar Rp1 triliun nih kalau ada tambahan tapi nanti harus kita kaji ulang ya untuk tambahan dari adanya jabatan-jabatan baru ataupun kementerian baru,” bebernya.

“Jadi memang kita harus menghitung bener sih berapa tambahan anggarannya, yang pasti itu anggarannya bertambah ya, kalau dari data tadi mencapai Rp306 miliar per tahun, nah ada yang menghitung lembaga ya menghitung adalah sekitar Rp1,95 triliun tambahannya kemungkinan, nah berarti kan berapa kali lipat tuh meningkat,” imbuh Telisa.

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# kabinet gemuk
# Guru Besar FEB UI
# apbn
# Prabowo

News Update

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).