AYOJAKARTA.COM – Salah satu agenda kedatangan Bill Gates ke Indonesia pekan lalu adalah melakukan uji klinis atas vaksin TBC yang sedang dikembangkannya.
TBC atau Tuberkulosis merupakan salah satu jenis penyakit pada bagian paru-paru yang disebabkan oleh adanya infeksi bakteri Mycobacterium Tuberculosis.
Seseorang dengan kondisi tubuh yang mengalami TBC akan mempunyai gejala klinis berupa sesak nafas serta batuk yang cukup kronis.
Baca Juga: Sudah Tahu? Dikenal Jantung Kedua pada Tubuh Manusia, Inilah Fakta Unik Tentang Otot Betis
Sebagaimana halnya dengan Covid karena virus, penderita penyakit TBC dapat menularkan bakteri kepada orang sekitar melalui droplet saat batuk, bersin atau berbicara.
Melalui organisasi Gavi yang merupakan salah satu yayasan miliknya, Bill Gates serta pemerintah Amerika Serikat berencana melakukan uji coba vaksin TBC di Indonesia.
Menyikapi rencana uji coba vaksin tersebut, sejumlah kalangan mulai menanggapi kebijakan yang dilakukan pemerintahan Prabowo Subianto.
Sebelumnya, Bill Gates bersama dengan yayasannya telah melakukan pengembangan vaksin dengan jenis TBC M72 sejak awal tahun 2000 silam.
Selain telah melewati uji praklinis, vaksin TBC M72 yang dikembangkan Bill Gates bersama yayasannya juga sudah dilakukan pengujian terhadap hewan.
Untuk menjalankan uji coba klinis terhadap vaksin TBC M72 di Indonesia, pemerintah akan membaginya dalam sejumlah tahap atau fase.
Dimulai dari fase awal yang terdiri dari sekitar 20-50 relawan, fase tahap kedua akan diperluas menjadi sekitar 200 hingga 300 orang.
Sehubungan dengan adanya pro-kontra terkait uji coba klinis, Profesor Erlina Burhan selaku Peneliti Utama vaksin TBC M72 memberikan penjelasan.
Menurutnya, vaksin TBC M72 merupakan hasil pengembangan yang dilakukan selama lebih dari 20 tahun, dan bukan oleh Bill Gates.
Selain aman saat diuji ke sejumlah hewan seperti kelinci, tikus hingga kera, pengujian tahap akhir akan dilakukan kepada manusia.
“Saya luruskan ini bukan buatan Bill Gates, keterlibatan Bill dan Melinda Foundation baru dilakukan pada tahun 2014 karena minimnya biaya,” jelasnya.
Sehingga adanya anggapan yang berkembang di masyarakat terkait Indonesia sebagai sarana uji coba, perlu kembali diluruskan.
Vaksin TBC M72, menurut Erlina merupakan sebuah vaksin yang prosesnya telah melewati serangkaian pengujian dan sudah dapat dibuktikan secara ilmiah.
Selain lahir dari proses ilmiah, kaidah yang digunakan dalam pembuatan vaksin juga tidak menyalahi berbagai aturan normatif menyangkut pentingnya kesehatan di dunia.
“Ini sangat etikal dan memprioritaskan keselamatan dan keamanan dari partisipan yang ikut dalam uji klinis,” jelas Erlina. ***

Share this article
uji coba klinis terhadap vaksin TBC M72 di Indonesia miliki Bill Gates, pemerintah akan membaginya dalam sejumlah tahap atau fase.