AYOJAKARTA.COM – Tragedi memilukan terjadi di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, saat kegiatan pemusnahan amunisi kadaluarsa oleh TNI Angkatan Darat (TNI AD) berubah menjadi ledakan dahsyat.
Insiden yang berlangsung pada Senin, 12 Mei 2025, itu menewaskan 13 orang, terdiri dari empat anggota TNI dan sembilan warga sipil.
Pihak TNI kini tengah melakukan investigasi menyeluruh guna mencari tahu penyebab peristiwa tragis tersebut.
Meski berada jauh dari kawasan permukiman warga, ledakan amunisi ini tetap menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Cara Cek Jumlah Pesaing di Seleksi PPPK 2024 Tahap 2, Simak Langkahnya di Sini!
1. Amunisi Kadaluarsa Meledak Saat Dimusnahkan
Peristiwa ini berawal dari proses penghancuran amunisi yang sudah melewati masa pakainya. Kegiatan rutin tersebut dilakukan oleh personel dari Gudang Pusat Munisi III, di bawah Pusat Peralatan TNI AD.
Ledakan amunisi ini menyebabkan korban jiwa dan luka. Kini, lokasi kejadian dijaga ketat oleh aparat militer, dan diberi tanda sebagai area berbahaya.
2. TNI AD Lakukan Penyelidikan Internal
Setelah insiden terjadi, TNI AD segera mengerahkan tim investigasi guna mengungkap penyebab pasti ledakan amunisi.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, menegaskan bahwa penyelidikan dilakukan secara menyeluruh.
“Kami akan mendalami setiap aspek dalam insiden ini. Hasilnya akan disampaikan kepada publik setelah proses investigasi selesai,” ujar Wahyu, Senin (12/5/2025).
Ia juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya para prajurit dan warga sipil dalam kejadian ini.
3. Lokasi Ledakan Terisolasi dan Berisiko Tinggi
Desa Sagara, tempat peristiwa ledakan amunisi terjadi, terletak sekitar 100 kilometer dari pusat Kota Garut. Medan menuju lokasi cukup sulit dilalui, dengan jalanan yang sempit dan berkelok.
Titik ledakan berada sekitar 500 meter dari jalan utama dan hanya dapat dicapai melalui jalan setapak.
Di lokasi tersebut, papan peringatan telah dipasang oleh TNI, bertuliskan larangan masuk karena merupakan zona penghancuran amunisi.
Baca Juga: Kabar Baik! KPM PKH dan BPNT Bisa Terima Bansos hingga Rp3,3 Juta, Ini Cara Cek dan Jadwal Pencairannya
4. Anak Korban Membantah Isu Pemulung
Muncul kabar simpang siur bahwa sebagian korban merupakan pemulung yang sedang mencari barang sisa ledakan amunisi. Namun, pernyataan dari salah satu anak korban membantah hal tersebut.
“Ayah saya bukan pemulung. Beliau memang bekerja bersama TNI. Sudah sejak saya sekolah dulu beliau ikut proyek-proyek seperti ini,” ujar sang anak sambil menangis, saat bertemu Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.
5. Warga Sipil Korban Tewas: Berpengalaman dan Bekerja Bertahun-Tahun
Sebagian besar korban dari kalangan sipil bukan orang asing di lokasi itu. Mereka disebut telah bekerja membantu kegiatan militer selama bertahun-tahun, bahkan ada yang mencapai satu dekade.
“Mereka sudah lama bekerja di sana. Ada yang sudah 10 tahun. Ini pekerjaan harian yang mereka tekuni,” jelas Gubernur Dedi Mulyadi saat mengunjungi RSUD Pameungpeuk.
Salah satu korban bernama Endang diketahui baru satu hari bekerja di lokasi. Ia diajak temannya untuk ikut kerja harian.
6. Pemprov Jabar Salurkan Santunan dan Tanggung Biaya Hidup Anak Korban
Pemerintah Provinsi Jawa Barat tak tinggal diam. Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan akan memberikan santunan sebesar Rp 50 juta untuk setiap korban yang meninggal.
Selain itu, pendidikan dan biaya hidup anak-anak korban yang masih menjadi tanggungan juga akan diambil alih oleh Pemprov Jabar.
“Untuk anak-anaknya, yang belum menikah, kami yang akan bertanggung jawab atas pendidikan dan kebutuhan hidup mereka,” ujar Dedi.
Baca Juga: Cek Fakta Penyaluran PKH dan BPNT Tahap 2: Apakah Bansos Sudah Cair? Kemensos Buka Suara, Begini...
7. TNI AD Bantu Pemakaman Seluruh Korban
TNI Angkatan Darat turut serta dalam proses pemakaman korban, baik prajurit aktif maupun warga sipil.
Pemakaman dilakukan dengan penuh penghormatan dan dikoordinasikan dengan jajaran Kodam III/Siliwangi, Korem 062/Tarumanagara, serta Kodim 0611/Garut.
Jenazah empat prajurit TNI AD dipulangkan ke kampung halaman masing-masing untuk dimakamkan secara militer.
Berikut lokasi pemakaman prajurit TNI yang gugur:
- Kolonel Cpl Antonius Hermawan – Kaliwungu, Yogyakarta
- Mayor Cpl Anda Rohanda – Cinunuk, Bandung
- Kopda Eri Dwi Priambodo – Temanggung, Jawa Tengah
- Pratu Aprio Setiawan – Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara
Jenazah diterbangkan dari Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (14/5) dini hari.
Baca Juga: Alasan Komardin Gugat UGM soal Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi: Bikin Gaduh Publik, Kalau Diperlihatkan Selesai Masalah
8. Nama-Nama Korban yang Meninggal Dunia
Berikut adalah daftar lengkap 13 korban jiwa akibat ledakan amunisi di Garut:
- Kolonel Cpl Antonius Hermawan
- Mayor Cpl Anda Rohanda
- Kopda Eri Dwi Priambodo
- Pratu Aprio Setiawan
- Agus bin Kasmin
- Ipan bin Obur
- Iyus Ibing bin Inon
- Anwar bin Inon
- Iyus Rizal bin Saepuloh
- Toto
- Dadang
- Rustiawan
-Endang
Insiden di Garut ini menjadi peringatan bahwa pengelolaan bahan peledak, meski rutin namun tetap harus dilakukan dengan kewaspadaan tinggi.
Pemerintah dan TNI AD kini bahu-membahu menyelidiki peristiwa ini dan memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban.***

Share this article
Fakta terbaru ledakan amunisi di Garut yang menewaskan 13 orang, terdiri dari empat anggota TNI dan sembilan warga sipil,