AYOJAKARTA.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan bahwa Indonesia dapat membuka peluang untuk mengakui Israel sebagai negara berdaulat, asalkan Palestina terlebih dahulu diberikan kemerdekaan secara penuh.
Hal ini disampaikan Prabowo dalam konferensi pers bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 28 Mei 2025.
Dalam pernyataan bersama itu, Prabowo juga memberikan apresiasi kepada Prancis atas komitmennya terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.
Baca Juga: Review Realme 14T 5G: Raja Baterai 6000 mAh di Kelas Rp3 Jutaan, Dilengkapi Sertifikasi Tahan Air IP69
Ia menekankan bahwa dukungan internasional, termasuk dari negara-negara besar seperti Prancis, sangat penting untuk menghentikan agresi bersenjata di Gaza.
Solusi Dua Negara Jadi Jalan Tengah
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia secara konsisten mendukung “two-state solution” sebagai pendekatan paling rasional dan damai untuk mengakhiri konflik berkepanjangan antara Palestina dan Israel.
Ia menyebut bahwa Indonesia akan mendukung penuh rencana konferensi tingkat tinggi (KTT) yang akan digelar Prancis dan Arab Saudi di New York pada Juni mendatang, yang bertujuan untuk menghidupkan kembali solusi dua negara.
Baca Juga: Kontroversial! Prabowo Siap Normalisasi Hubungan dengan Israel? Syaratnya: Palestina Merdeka Dulu
Komitmen Keamanan dan Perdamaian
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menambahkan bahwa apabila Palestina diberikan kemerdekaan sebagai negara, maka Indonesia siap mempertimbangkan langkah pengakuan terhadap Israel.
Bahkan, Indonesia disebutnya bersedia berkontribusi dalam menjaga perdamaian di kawasan tersebut.
Hubungan Diplomatik Setelah Pengakuan Palestina
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan kesiapan Indonesia untuk membuka hubungan diplomatik resmi dengan Israel apabila Palestina mendapatkan pengakuan penuh.
Menurutnya, langkah tersebut bisa menjadi babak baru dalam membangun perdamaian jangka panjang di Timur Tengah.
Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Infinix GT 30 Pro: HP Gaming dengan Fitur Lengkap dan Desain Keren 2025
Riwayat Wacana Normalisasi Indonesia–Israel
Sebelumnya, isu normalisasi hubungan Indonesia dengan Israel pernah mencuat ke publik pada 2023.
Diketahui bahwa bahwa pembicaraan bilateral telah dilakukan selama beberapa bulan terkait pembukaan hubungan resmi.
Sebagai bagian dari pembicaraan tersebut, Israel disebut-sebut bersedia tidak menghalangi proses keanggotaan Indonesia di Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).
Namun, pada saat itu, pihak Istana membantah hal tersebut. Ari Dwipayana, Koordinator Staf Khusus Presiden, menyatakan bahwa kabar tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan kebijakan luar negeri Indonesia.
Baca Juga: Bukan Kaleng-Kaleng! Tecno Pova 7 Pro 5G Bakal Jadi HP Gaming Idaman: Cek Spesifikasinya
Menteri Luar Negeri saat itu, Retno Marsudi, juga secara tegas menyampaikan bahwa posisi Indonesia tidak berubah. Ia menegaskan bahwa Indonesia akan terus berdiri bersama Palestina dan menolak segala bentuk normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel selama hak-hak rakyat Palestina belum dipenuhi.
"Kita tetap konsisten. Pendekatan kita jelas, yaitu mendukung kemerdekaan Palestina secara penuh dan tidak ada rencana untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Israel dalam kondisi saat ini," kata Menlu Retno kala itu.***

Share this article
Prabowo Subianto, menyampaikan bahwa Indonesia dapat membuka peluang untuk mengakui Israel sebagai negara asal...